
Kenzo membaca halaman demi halaman. Wajah terlihat sangat serius membaca membaca setiap detail informasi yang tertulis di dalam berkas itu. Sesekali terlihat Kenzo menggenggam erat tepian berkas yang sedang ia baca, seakan-akan itu adalah cara nya untuk meluapkan apa yang dirasanya sewaktu membaca berkas itu dari satu halaman ke halaman berikutnya.
Alesya dan dokter Suryo saling menatap satu dengan lainnya, menduga-duga reaksi apa akan Kenzo berikan ketika Kenzo sudah usai membaca berkas itu.
Kenzo menutup halaman terakhir dari berkas itu. Tubuh nya langsung tersandar ke sandaran kursi yang seperti nya cukup empuk itu.
Kenzo mengusap kasar wajahnya lalu menutup matanya. Seperti nya Kenzo sedang berusaha untuk menenangkan gejolak yang ada di dalam hati.
Dokter Suryo langsung memberikan kode pada agar Alesya jangan menyapa Kenzo saat ini. Biarkan Kenzo menenangkan diri nya dahulu. Semua hal yang dibaca oleh Kenzo saat ini tentu saja membuat Kenzo shock.
"Dok-ter .." seru Kenzo sambil mengatur pernafasan nya. "Apakah mata yang aku gunakan untuk melihat ini adalah mata milik ayah ku?" Tanya Kenzo dengan suara yang gemetar.
"Benar... Mata itu adalah mata milik Robert Dayson yang didonorkan kepada mu sebab mata mu cedera akibat kecelakaan itu.
Kenzo kembali menutup matanya. Rasa haru menyelimuti seluruh hatinya yang tengah rapuh itu. Kenzo tidak pernah tahu kalau mata yang selama ini dia gunakan untuk melihat adalah mata ayah nya sendiri
"Apakah ayah dan ibu ku meninggal di tempat saat itu?" tanya Kenzo pada dokter Suryo.
"Benar... mereka meninggalkan saat itu juga. Supir ayah mu juga meninggal disaat yang sama. Hanya kau seorang yang berhasil selamat dari kecelakaan mau itu Kenzo. Tapi sayang nya kau selamat dengan kondisi yang sangat parah. Kau mengalami cedera di kepala dan mata mu. Kakek mu, Albert yang tahu kalau kau selamat dari kecelakaan itu tapi dengan kondisi yang seperti itu langsung memerintahkan kami para dokter untuk melakukan semua hal yang kami bisa untuk menyelamatkan mu. Termasuk memindahkan mata milik Robert kepada diri mu. Sebenarnya, kami memiliki opsi lain untuk dijadikan sebagai pendonor bagi mu Kenzo. Tapi tuan Albert tetap ingin mata putranya dijadikan mata pengganti untuk cucunya. Itulah mengapa mata mata ayah mu ada pada diri mu saat ini." jelas dokter Suryo panjang kali lebar.
Kenzo hanya diam dan tidak menjawab apapun. Fakta ini terlalu berat baginya.
__ADS_1
"Dan akibat cedera di kepala mu, kau harus menjalani sebelas kali operasi." Lanjut dokter Suryo.
"Sebenarnya setelah melakukan operasi yang ke sebelas kali nya saat itu, kami yakin kau akan segera pulih. Hanya saja entah karena apa seperti nya diri mu menolak untuk sadar. Bertahun- tahun lama nya, paman dan kakek mu menunggu mu untuk sadar tapi kau masih saja tidur dengan tenang di ranjang mu hingga setelah lima tahun berlalu kau baru membuka mata mu kembali." Dokter Suryo terdiam sesaat dan memandang Kenzo dengan perasaan iba.
"Aku masih ingat.. saat itu kau membuka mata sambil berkata, kenapa kita belum berangkat...Apakah ayah dan ibu belum datang? Itu adalah kalimat yang pertama kali keluar dari mulut mu setelah sekian lama kau putuskan untuk tidur panjang waktu itu." ujar Dokter Suryo, mengingat - ingat hal yang terjadi bertahun-tahun lalu.
"Kami para dokter langsung tahu bahwa ada yang salah dengan diri mu saat itu juga. Dan kami pun langsung memeriksa keadaan mu Kenz... dan dugaan kami benar, kau mengalami amnesia..Kau melupakan sebagai memori yang ingin kau singkirkan dari kepala mu. Hingga ingatan tentang kecelakaan itu otomatis menghilangkan. Dan semua yang kau ingat hanyalah saat-saat sebelum kecelakaan itu." Dokter Suryo mengakhiri penjelasan nya.
Alesya dapat melihat air mata mengalir di pipi pria tangguh itu. Tapi yang membuat hati Alesya tersayat adalah pria itu tidak menunjukkan ekspresi apapun saat semua air mata itu turun membasahi pipi nya.
Terlihat Kenzo berusaha untuk tegar menerima semua itu.
"Kenz....kau harus bisa kuat" seru Alesya dalam hati sambil menyentuhnya tangan Kenzo yang terasa gemetar.
Kenzo langsung menutup matanya dan berkata, "Kenapa tidak ada orang yang mengatakan pada ku tentang hal ini?"
"Kami terpaksa menyembunyikan hal ini dari mu Kenzo...karena kondisi mu pasca bangun dari koma saat itu, tidak memungkinkan kami untuk membiarkan mu mengenang hal-hal yang mungkin akan berdampak buruk bagi mu."jelas dokter Suryo.
"Tapi mengapa baru sekarang kalian baru mengungkapkan hal ini pada ku!!!" Ujar Kenzo, yang hampir saja kehilangan pengendalian dirinya.
"Kenz.. kau harus bisa menguasai diri mu!! Kalau kau seperti ini maka ini tidak akan baik untuk kesehatan mu!" Alesya mengaitkan jari-jari nya ke jari-jari tangan Kenzo.
__ADS_1
"Alesya! Kau tidak paham. Coba...Coba kau bayangkan Alesya bagaimana rasa jika kau hidup dengan sebuah potongan puzzle yang hilang." Ujar Kenzo, terlihat sangat terpukul.
"Maka nya kau harus bisa menenangkan diri mu Kenz. . Apakah dengan membiarkan emosi mengambil alih diri mu maka semua hal akan menjadi lebih baik?" Seru Alesya, mencoba menenangkan Kenzo.
"Permasalahan nya aku tidak ingat apa-apa Alesya! Tidak sedikit pun!!" Pekik Kenzo Frustasi.
"Bagaimana aku bisa tenang! Setelah bertahun-tahun... Aku baru tahu kalau mata yang aku gunakan untuk melihat semua ini... untuk melihat diri mu adalah mata milik ayah ku...aku baru tahu semua itu Alesya. Aku bahkan baru tahu aku koma selama lima tahun. Apalagi Alesya...apalagi yang nanti mungkin saja akan mengejutkan ku...!! " Ungkap Kenzo, sungguh merasa sedih.. shock ...dan bingung disaat yang bersamaan.
Kenzo langsung berdiri, dan pergi begitu saja meninggalkan Alesya dan dokter Suryo. Dia butuh waktu untuk menerima semua ini.
Alesya hendak mengejar Kenzo...tapi dokter Suryo menahan tangan Alesya. "Biarkan dia pergi.. Jangan ikuti dia. Semua hal ini sangat berat baginya." Ujar Dokter Suryo.
Alesya hanya bisa menatap tubuh Kenzo yang sudah tidak terlihat lagi dari pintu ruangan dokter Suryo. Hatinya bimbang antara membiarkan Kenzo untuk menenangkan diri atau mengejar Kenzo.
"Kau harus bersabar nyonya. Membuka kebenaran ini pada Kenzo tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Kita yang harus bersabar. Biarkan dia menenangkan dirinya dulu. Kau pasti ingin menyampaikan penyebab kecelakaan itu pada Kenzo bukan?" Tanya dokter Suryo pada Alesya yang sudah menduga niat Alesya sedari awal. "Bersabarlah... untuk hari ini cukup sampai disini saja dulu." sambung dokter Suryo.
"Tidak dok...Kenzo membutuhkan ku saat ini! Aku harus tetap bersamanya." Alesya pun berlari mengejar Kenzo. Tapi sayangnya ketika Alesya sampai di lobi rumah sakit itu, terlihat mobil Kenzo sudah pergi meninggalkan rumah sakit disaat yang bersamaan.
"Jemput aku di rumah sakit XX ..." ujar Alesya pada supir nya.
**bersambung...
__ADS_1
*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.