
Alesya berjalan santai dan mengambil handuk serta baju gantinya. Lalu masuk ke kamar mandi.
Alesya menutup pintu kamar mandi itu dan tersenyum puas. Dia senang melihat Agnes frustasi seperti itu. Walaupun semua yang terjadi tidak seperti yang ia rencana kan ketika ia meninggalkan kota J tapi paling tidak hal ini tidak terlalu buruk.
Kini dia cukup membuat Ronald dan Jenny untuk berpihak padanya.Dan membuat keluarga itu saling benci. Sepertinya itu tidak lah sulit mengingat kini ada Kenzo di belakang nya. Ronald dan Jenny pasti mencari cara untuk mendekati Alesya cepat atau lambat.
Saat ini Alesya hanya perlu menyusun strategi agar Kenzo terus menekan keluarga Diningrat dengan tangan Kenzo tanpa Kenzo sadari.
Untuk sekarang Alesya masih belum mau memperlihatkan maksud kedatangannya pada Kenzo. Bagaimana pun Kenzo adalah seorang pengusaha handal dan negosiator ulung. Alesya tidak mau kalau Kenzo tahu maksud Alesya kembali ke kota ini untuk balas dendam, Kenzo akan memanfaatkan itu dan sewaktu-waktu bisa berbalik menyerang Alesya.
Alesya mesti berhati-hati dengan tuan muda yang satu ini. Setahu Alesya ketika menyelidiki tentang Kenzo Dayson, Kenzo bukanlah tuan muda bodoh yang dengan mudah Alesya peralat untuk kelancaran aksi balas dendam nya walaupun sewaktu itu Alesya tidak tahu wajah Kenzo sehingga fakta kalau Kenzo adalah pria yang menolongnya delapan tahun lalu jadi terabaikan.
Dari luar kamar mandi Kenzo menatap lurus ke ke pintu kamar mandi yang ada Alesya di dalamnya.
Kenzo memikirkan semua serpihan-serpihan puzzle yang ada di kepalanya. "Mengapa semua mengarah pada mu?" Batin Kenzo.
"Gaun.. "
"Bermalam di hotel... "
"Apakah gadis itu benar adalah kau Alesya?"
"Lalu kalau begitu Skala adalah putra ku?"
"Apa yang harus aku lakukan?"
Kenzo mulai memikirkan cara untuk melihat tanda yang ada di punggung Alesya.
Kenzo memejamkan mata nya sambil memikirkan segala kemungkinan yang bisa ia lakukan ketika Alesya keluar dari kamar mandi.
"Apa begitu dia keluar kamar mandi aku buat dia pingsan saja?" Pikiran Kenzo mulai menghayal yang bukan-bukan mulai dari membius Alesya dengan obat bius, memukul Alesya hingga pingsan hingga memasukan obat tidur dalam minuman Alesya.
__ADS_1
Kenze menggeleng berkali-kali. "Tidak!! membuat wanita pingsan dengan cara seperti itu adalah perbuatan pengecut." Batin Kenzo.
Lalu Kenzo mulai memikirkan cara lain agar dia dapat melihat tanda di punggung Alesya tanpa melakukan hal-hal buruk seperti tadi.
"Apa aku rayu saja dia?"Pikir Kenzo dan mulai membayangkan Alesya keluar dari kamar mandi lalu Kenzo menghampiri nya mencium Alesya dan melihat tanda di punggung Alesya.
Kenzo kembali menggeleng keras. " Bagaimana kalau dia menampar ku dan mencap ku sebagai laki-laki mesum." Kenzo mengusap kasar wajah nya. Dia mulai frustasi memikirkan hal itu.
Dia ingin melihat tanda itu ada atau tidak dipunggung Alesya tapi dia ingin dia dapat melihatnya dengan cara menyentuh punggung Alesya dengan seizin Alesya.
Kenzo khawatir kalau dia menyentuh Alesya dengan cara yang salah dan ternyata Alesya adalah benar wanita yang selama ini dia cari maka Alesya akan pergi dan membawa serta putra mereka. Jadi Kenzo harus ekstra hati-hati.
Kenzo kini memejamkan mata nya dan berpikir keras segala cara yang mungkin ia gunakan dan reaksi yang akan Alesya berikan.
"Kau sedang apa, Kenz?" Seru Alesya yang tiba-tiba saja sudah ada di hadapannya.
Berlahan mata indah itu terbuka. Kenzo melihat Alesya dengan tanpa berkedip.
"Apa kau tidak akan membersihkan diri mu?" Lanjut Alesya bertanya sambil mengeringkan rambut nya di hadapan Kenzo.
"Alesya..."Seru Kenzo.
" Ya.. " Jawab Alesya Singkat.
" Apa tidak ada yang mau kau cerita kan pada ku tentang hal yang terjadi antara kau dan keluarga Diningrat?" Lanjut Kenzo.
"Apa yang mesti aku ceritakan pada mu Kenz, bukankah kau sudah tahu semuanya." ujar Alesya. "Bahkan kau sempat ambil andil dalam hal itu delapan tahun lalu." Sambung Alesya.
"Tapi aku tidak tahu mengapa kau akhirnya dijodohkan dengan laki-laki tua itu."
"Apa kau penasaran karena hal yang dikatakan oleh Agnez tadi?" Tanya Alesya.
__ADS_1
Kenzo hanya diam.
Alesya berbalik dan menuju meja hias di kamar itu. "secara garis besar dapat dikatakan itu lah yang terjadi. Walaupun Agnes tidak
menyebutkan apa peran besar nya atas kejadian malam itu tadi." Jelas Alesya sambil menyisir rambutnya.
"Apa kau mengenal pria itu? Bukan, di hotel mana kejadian itu? Apa dia adalah ayah Skala?" tanya Kenzo beruntun.
Alesya melihat Kenzo dari cermin yang ada dihadapannya.
"Kenapa kau sangat penasaran tuan Kenzo Dayson? Kau tidak ada di kota A delapan tahun lalu kan?" Alesya tersenyum pada Kenzo dari cermin hiasnya. "Karena seingat ku dari percakapan mu dan Jack ketika aku menyelinap di mobil mu delapan tahun yang lalu kau baru datang ke kota ini. Aku benar kan?"lanjut Alesya.
Kenzo segera merubah air mukanya yang terlihat sangat penasaran itu ke mode cool.
"Aku hanya ingin memastikan setiap hal yang berhubungan dengan mu. Karena sekarang kau secara tidak langsung berhubungan dengan ku. Esok hubungan kita akan diketahui publik dan aku tidak ingin tiba-tiba ada seorang pria yang datang mengaku sebagai ayah Skala dan mengungkit skandal delapan tahun silam." Kilah Kenzo. Untung pria ini sangat cerdas sehingga ia dapat dengan mudah mencari alasan yang tepat untuk menutupi semua rasa ingin tau nya.
"Kau tenang saja Kenz. Kalau delapan tahun silam laki-laki itu tidak datang mencari ku maka saat ini pun dia tidak akan muncul." Jelas Alesya santai.
"Aku hanya tidak suka ada hal-hal terjadi di luar kendali ku." Desak Kenzo.
"Tapi apa yang mesti aku cerita kan pada mu? Aku pun tidak tau siapa laki-laki itu." Jelas Alesya sambil membaringkan diri nya di sebelah Kenzo.
"Bagaimana mungkin kau tidak tau siapa la-"Ucapan Kenzo terputus.
" Sudahlah Kenz, kalau kau terus bertanya maka aku akan curiga kalau kau adalah pria delapan tahun yang lalu." Alesya menarik selimutnya dan meletakan bantal sebagai pembatas mereka lalu dia kembali berkata, "Walaupun itu tentu saja tidak akan mungkin terjadi kan?" Alesya kemudian membalikkan tubuh nya. Kini dia membelakangi Kenzo.
"Sebaiknya kau segera membersihkan diri mu tuan Kenzo Dayson atau kau boleh pilih, kau tidur di lantai atau Sofa. Karena aku tidak suka satu ranjang dengan seseorang yang belum membersihkan dirinya."Ucap Alesya.
"Apa kau sering satu ranjang dengan pria lain?" Ucap Kenzo tanpa filter.
Alesya yang sudah mengantuk memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Kenzo. Lagi pula siapa Kenzo hingga berhak bertanya hal yang sangat pribadi seperti itu pada nya.
__ADS_1