
Pagi-pagi sekali Ronald sudah berangkat ke perusahaannya. Perasaannya yang kalut membuatnya tidak bisa tidur semalaman.
“Anda baik-baik saja tuan?” tanya Bram, melihat wajah Ronald yang tidak segar seperti biasanya.
“Heemm..”hanya itu jawaban yang diberikan oleh Ronald pada asistennya itu.
Ronald menarik nafas dalam ketika memasuki mobilnya, dia sama sekali tidak dapat membayangkan betapa kacaunya keadaan kantor pagi ini.
“kau sudah memberitahu Kenzo untuk menghadiri rapat dewan direksi pagi ini?” tanya Ronald pada Bram.
“Saya sudah menelpon asisten tuan Kenzo, tuan. Dan asistennya sudah mengkonfirmasi kehadiran tuan Kenzo dalam rapat dewan direksi pagi ini.” Jelas Bram.
“kau tidak lupa meminta untuk menemui ku di ruang kerja ku sebelum rapat dewan direksi kan Bram?” Ronald ingat hal ini lah yang terpenting untuk dia lakukan pagi ini. Dia harus bisa membuat Kenzo berdiri sebagai perisai nya kali ini.
“hal itu juga sudah saya sampaikan pada Jack tuan. Tuan Kenzo pasti sudah mendengar berita ini. Dan menurut pendapat saya kalau dia bersedia hadir pada rapat dewan direksi pagi ini pasti itu karena dia ada dipihak kita.” Ujar Bram.
“aku akan sanagt senang jika memang itu yang terjadi nantii Bram.” Seru Ronald.
Kepala Ronald benar-benar mau pecah karena masalah kali ini. Raibnya uang perusahaan dalam jumlah fantastis dan keterlibatan orang-orang terdekatnya, benar-benar bisa membuat Ronald struk.
“bagaimana dengan Jenny dan Agnez?” Ya, Jenny dan Agnez adalah variabel penting yang tidak boleh Ronald lupa kan dalam penyelesaian masalah ini.
“Saya juga sudah menelpon nyonya Jenny untuk meminta nya untuk datang, Dan beliau mengatakan kalau beliau bersedia datang untuk rapat dewan direksi dan melakukan konferensi pers bersama tuan setelah rapat dewan direksi.” Terang Bram.
“apa dia juga sudah membaca skenarionya?”Ronald menatap Bram dari kaca spion mobil bagian depan.
“Sudah tuan.” Jawab Bram, yang duduk di samping supir.
“lalu?” Ronald penasaran dengan respon Jenny.
“Nyonya Jenny setuju dengan hal itu tuan.” Ungkap Bram.
“bagus lah. Dan .. apa kau juga mengatakan pada nya soal perceraian ku dengan nya?”
“Nyonya Jenny juga setuju dengan hal itu tuan.”
“aneh sekali. Mengapa Jenny menjadi sangat penurut?” Ronald mendadak merasa aneh dengan sikap Jenny yang tidak menunjukkan penolakan apapun.
Ronald pun kini hanya diam sambil menatap lalu lintas pagi itu dalam perjalanannya menuju perusahaan.
Sesampainya di perusahaan...
__ADS_1
“Tuan, sebaiknya kita memutar saja?” Ungkap Bram begitu melihat banyak sekali wartawan di depan pintu masuk perusahaan.
“kenapa masih banyak wartawan? Bukankah nanti setelah rapat direksi kita akan menggelar konferensi pers, untuk apa mereka mengerumuni perusahaan sepagi ini?” Ronald sangat kaget karena mendapati ada banyak wartawan di depan perusahaannya.
“Mungkin mereka adalah wartawan dari media -media kecil tuan. Sebab yang diundang untuk menghadiri Konferensi pers nanti hanya media besar saja.” Jawab Bram, yang tidak menyangka masalah ini menyorot banyak sekali perhatian publik.
“segera kau urus itu Bram!! Kalau sampai para dewan direksi melihat itu semua maka keadaan akan tambah kacau.”Seru Ronald.
Ronald dan Bram pun masuk ke kantor melalui pintu masuk khusus.
“tuan, tuan Kenzo dan nyonya Alesya sudah ada di dalam ruangan anda.” Lapor sekretaris Ronald begitu ronald sampai ke depan pintu masuk ruangannya.
“Heem... “jawab Ronald dan masuk ke dalam ruangan itu bersama Bram.
“kleek..” pintu ruangan itu pun terbuka.
Di dalam terlihat Kenzo, Alesya dan Jack tengah berbincang.
“Ayah..”sapa Alesya dan langsung menghampiri ayahnya.”kau baik-baik saja?”ucap Alesya usai memeluk Ronald.
“aku harap aku akan baik-baik saja.” Jawab Ronald sambil menghela nafas pelan.
Ronald langsung menyalami Kenzo.” Kenz, maaf telah membuat mu menunggu.” Ujar Ronald dan duduk di depan Kenzo.
“Kalian pasti sudah mendengar keadaan perusahaan saat ini.” Ronald langsung memulai pembicaraan pagi itu.
“apa yang sebenar nya terjadi ayah?” tanya Alesya, berpura-pura bersimpati dengan permasalahan yang dihadapi oleh Ronald.
“Aku tidak tahu harus menjelaskan apa pada kalian berdua yang pasti keadaan keuangan perusahaan ku saat ini sedang sangat kacau.” Jawab Ronald. Kepanikan terlihat jelas di raut wajahnya yang tidak lagi muda itu.
“Cih! Perusahaan mu?? Ini adalah perusahaan milik ibu ku!” gumam Alesya dalam hati tapi masih dengan menampilkan ekspresi wajah yang bersimpati.
“Dari media massa yang aku baca, uang tersebut di gelap kan oleh ibu tiri Alesya.. apakah itu benar?” Tanya Kenzo.
“kau benar Kenz. Aku pun tidak habis pikir mengapa Jenny bisa berbuat demikian pada ku. Padahal selama ini aku selalu memanjakannya dan Agnez!! Tapi lihat lah apa yang akhirnya mereka perbuat pada ku!!” Ronald terdengar sangat sedih dan kecewa.
“Kau benar sekali tuan Ronald, kau sangat memanjakan istri dan anak mu dengan uang milik keluarga istri ku!!!” Ujar Kenzo dalam hati.
“jadi apa yang bisa aku bantu untuk mu saat ini?”pertanyaan yang dinanti-nanti oleh Ronald pun akhirnya dikatakan oleh Kenzo.
Ronald memandang kenzo dan Aleysa bergantian. Secercah harapan kini terlihat oleh nya.
__ADS_1
“Kenz, apakah perusahaan mu bersedia menjadi investor utama untuk perusahaan Diningrat?” Ujar Ronald dengan tatapan penuh pengharapan.
Kenzo menyilangkan kakinya. Menatap Ronald untuk sesaat.
“ini bukan permintaan yang mudah.” Jawab Kenzo.
Aleysa melihat ke arah suaminya. Dia takut Kenzo akan menyetujui permintaan dari Ronald.
“apa yang akan dipilih oleh Kenzo? Berpihak pada ku atau berpihak pada perusahaannya?” Gumam Alesya dalam hati.
“aku tahu kalau permintaan ku ini sangat sulit untuk dikabulkan Kenz!! Tapi kalau kau tidak menjadi investor utama dari perusahaan ini saat ini juga maka harga saham perusahaan ini akan merosot lebih jauh lagi. Kau tidak ingin perusahaan peninggalan kakek Alesya ini tinggal nama kan Kenzo Dayson?” Seru Ronald. Disaat-saat seperti ini baru dia mengakui kalau perusahaan ini sebenarnya perusahaan milik keluarga Alesya.
Kenzo masih tetap diam. Dia ingin melihat Ronald lebih memohon pada nya. Kenzo sengaja mengulur waktu lebih lama.
“Alesya, tolong yakinkan Kenzo, bahwa hanya dialah satu-satunya harapan bagi perusahaan Diningrat saat ini.” Pinta Ronald pada Alesya.
Alesya kembali menatap wajah suaminya yang kali ini terlihat tanpa ekspresi. Alesya sungguh tidak dapat menebak apa yang sedang Kenzo pikir kan saat ini.
“maafkan aku ayah, tapi aku sungguh tidak dapat berbuat apa-apa!! Semuanya tergantung pertimbangan Kenzo.” Jawab Alesya lemah, dan langsung menunduk.
“Bagus sekali akting mu nyonya Dayson!” Gumam Kenzo dalam hati.
“kau!! Kau sungguh anak yang tidak dapat diharapakan Alesya!!!” bentak Ronald pada Alesya.
“Tuan Ronald!! Tolong jaga sikap mu!!” Seru Kenzo, marah. Dia tidak terima kalau ada perkataan buruk yang ditujukan pada Alesya walaupun dia tahu Alesya saat ini hanya sedang berakting menjadi wanita lemah.
“Maafkan aku Kenz! Tapi aku benar-benar putus asa!!!” Ujar Ronald sambil melonggarkan dasinya.
Kenzo menatap Ronald dengan tatapan dinginnya, “ini adalah saat yang aku nanti-nanti..!!” seru Kenzo dalam hati.
“Jack, ..” seru Kenzo.
Jack pun mengeluarkan beberapa lembar dokumen yang terletak di dalam sebuah map dan memberikan kepada Ronald.
“Ini adalah persyaratan dari ku.” Ujar Kenzo blak-blakan.
“bagaimana pun aku adalah seorang pengusaha. Dalam dunia ku tidak mengenal hubungan keluarga.” Ucap Kenzo, dengan suara yang tenang.
“Kau sudah mempersiapkan ini?” Ujar Ronald sambil mengangkat lembaran kertas yang berisi perjanjian itu.
**bersambung..
__ADS_1
hayooo kira-kira Ronald setuju atau gak ya dengan persyaratan yang diajukan Kenzo? tapi Syarat nya Kenzo apaan ya????? 😏