
"Kalau kau merasa dia adalah orang yang tepat untuk mendampingi mu, maka aku tidak keberatan kau menikahinya. Seharian ini bersama dengan nya, aku merasa dia adalah pria yang cukup bisa diandalkan. Tadi aku juga sempat browsing mengenai dirinya. Dia seorang pengusaha muda yang sukses dan kaya raya. Rumor percintaan nya pun minim bahkan bisa dibilang tidak ada, aku sampai curiga dia mencintai paman Jack. hahaha. "jelas Skala sambil tertawa.
" Jadi setelah melakukan observasi sederhana, dan berinteraksi langsung dengan nya tadi, aku tidak keberatan kau menikah dengan paman itu. Tapi hanya satu pinta ku, jangan pernah berhenti untuk mencintai ku mom!" Pinta Skala, dan memeluk mommy nya sambil menangis.
Dia tahu mommy nya, sudah banyak menderita karena ulahnya yang selalu membatalkan rencana pernikahannya dengan banyak pria.
"Aku harap, kali ini kau benar-benar bahagia. "Batin Skala.
" Mengapa aku merasa putra ku sangat dewasa malam ini?" Seru Alesya, menggoda Skala yang terlihat sangat serius.
"Mom, aku ini memang sudah dewasa. Walaupun aku baru berusia delapan tahun tapi aku adalah laki-laki dewasa yang sudah mampu melindungi mu." Ujar Skala, dengan wajah serius..
"Kalau paman Kenzo berani mempermainkan mu, akan ku kirim dia ke gunung Everest!" Ancam bocah tujuh tahun itu.
"Dari perkataan mu aku merasa kau akan sangat cocok dengan Kenzo." Goda Alesya, mengingat Kenzo juga ada menyinggung soal gunung Everest sebelum dia pergi tadi.
"Aku memang menerima dia sebagai suami mu mom, tapi bukan berarti aku menerima dia sebagai daddy ku." Ungkap Skala, dan pergi menuju kamarnya.
Alesya yang bingung dengan statemen Skala hanya bisa geleng-geleng kepala." Bagaimana caranya orang yang menjadi suami ku tidak serta merta menjadi daddy mu!"Gumam Alesya, sambil tertawa.
Alesya sama sekali tidak banyak berpikir soal pernikahan yang baru saja dia lakukan dengan Kenzo. Toh itu hanya sekedar sebuah pernikahan di atas kontrak baginya. Ditambah lagi dengan pernikahan itu, aksesnya untuk menjatuhkan keluarga Diningrat semakin besar.
Malah Alesya bingung dengan sikap Kenzo yang sangat antusias dalam berinteraksi dengan Skala. Seharusnya, laki-laki itu cukup mendekatkan diri seadanya untuk mendapatkan persetujuan dari anak itu. Bukan berlebihan seperti tadi.
Namun karena perbuatan Kenzo yang berlebihan itu, izin dari Skala malah meluncur lebih cepat dari yang diperkirakan oleh Alesya. "Hemm.. mereka benar-benar aneh!" Gumam Alesya.
"Sudahlah, yang penting Skala telah memberikan lampu hijau. Toh ini hanya akan berlangsung selama setahun. Setelah aku membalaskan dendam ku, aku dan Kenzo pun akan berpisah." Batin Alesya.
****
#Di mansion Diningrat.
"Ayah! apa kau tahu kalau Alesya telah kembali ke kota ini!" Seru Agnes, marah-marah masuk ke ruang kerja ayahnya.
"Agnes! Apa kau sudah kehilangan semua sopan santun mu!" Ujar Ronald dengan suara beratnya.
"Heh! Kalau melihat ayah masih bisa duduk dengan tenang sambil mengerjakan semua tumpukan kertas ini, aku bisa menyimpulkan bahwa ayah memang belum mengetahui apapun!" Sindir Agnes, pada Ronald.
"Memangnya ada apa?Apa yang membuat mu seperti kebakaran jenggot seperti itu?"
"Apakah ayah tahu siapa yang sudah kembali ke kota kita?" Tanya Agnes dengan penuh penekanan.
"Memang nya siapa?"
__ADS_1
" Anak kesayangan ayah yang kabur dari pernikahan sembilan tahun yang lalu! Alesya!"
Jawab Agnes, dengan nada mengejek.
"Apa!!! Alesya!! Dimana dia sekarang! Kapan kau bertemu dengan nya!" Ronald langsung berdiri dan mendekati Agnes dan mencekram bahu Agnes dan menggoyang-goyangkannya.
"Aaaauuu! Sakit ayah!" Seru Agnes, kesakitan karena cengkraman yang kuat oleh Ronald.
"Maaf kan aku!" Ronald melepaskan tangannya. "Dimana Alesya!" Tanya Ronald, menatap intens wajah Agnes.
"Aku tidak tahu dimana dia tinggal saat ini. Tapi satu hal yang pasti, dia saat ini bekerja sebagai sekretaris baru Kenzo. Kenzo baru menerima nya sebagai sekretaris nya kemaren." Ujar Agnes, kesal. Dia kesal karena Kenzo tidak berkata akan memecat Alesya walaupun Agnes telah mengatakan bahwa Alesya adalah pelarian yang dicari-cari oleh keluarga Diningrat.
"Aku akan menelpon Kenzo saat ini juga!" Ronald kembali ke meja dan menelpon Kenzo.
Setelah beberapa menunggu sambungan telpon itu tetap tidak diangkat oleh Kenzo.
"Shi*t! kenapa dia tidak mengangkat telepon ku!" Umpat Ronald, marah.
"Sebaiknya kau langsung saja ke kantor besok pagi ayah! Bawa sekalian beberapa orang bodyguard. Jadi kau langsung bisa menyeret Alesya pulang. Bagaimana pun dia harus mempertanggungjawabkan kerugian yang keluarga alami sebab dia kabur dari pernikahan delapan tahun lalu." Agnes berusaha memprovokasi ayahnya.
"Kau benar anak ku! Aku tidak akan melepaskan nya kali ini! Dia harus membayar perbuatannya. Kalau perlu aku akan menikah kan dia dengan pria lain."Seru Ronal, dengan tatapan tajam ke arah luar jendela. " Aku tidak akan kau kabur lagi Alesya." Lanjutnya.
Agnes yang melihat bensin yang disiramnya pada sang ayah telah berhasil membakar seluruh amarah sang ayah, dengan tersenyum meninggalkan ruang kerja ayahnya. "Aku tidak sabar ingin ke kantor besok pagi. Aku sungguh ingin melihat bagaimana reaksi Alesya ketika melihat ayah. Dia pikir siapa dirinya. Sudah bagus dia kabur, kenapa dia mesti kembali lagi!"
****
Alesya telah mengantarkan Skala ke sekolah. Dan kini dirinya dalam perjalanan ke perusahaan Dayson. Alesya berpikir walaupun dia dan Kenzo kemaren telah menikah, tapi mereka belum mengumumkan pernikahan mereka ke publik. Artinya Alesya masih bisa datang ke perusahaan sebagai sekretaris Kenzo. Lagi pula Skala akan curiga kalau Alesya tidak ngantor hari ini. Bocah itu terlalu pintar untuk anak seumurannya.
Alesya melenggangkan kaki nya dengan santai berjalan di lobi perusahaan. Tidak ada yang aneh pagi itu. Sesampainya di lantai atas, Alesya langsung duduk ditempat khusus sekretaris yang ditunjukan oleh Jack kemaren. Dirapikannya barang-barang di atas mejanya. Lalu diperiksanya jadwal Kenzo hari ini.
Alesya melihat jam, sudah hampir jam delapan. Dia tidak melihat Kenzo lewat di depannya. "Apa Kenzo sudah datang dari tadi pagi sebelum aku datang?" Pikir Alesya dalam hati.
Alesya pun membuka pintu ruangan Kenzo untuk melihat apakah bos yang merangkap suami nya sejak kemaren sudah datang atau belum.
"Oo.. Dia sudah disana rupanya!" Gumam Alesya, dan ingin menutup pintu ruangan itu.
"Masuk!!" Seru Kenzo, tiba-tiba.
Kenzo yang sedang melihat ke arah jendela dapat melihat pantulan bayangan Alesya yang memasuki ruangannya.
Berlahan Alesya masuk. " Selamat pagi tuan!" Sapa Alesya dan berdiri di samping sofa.
Kenzo memutar kursinya dan menatap Alesya. "Apakah begitu cara mu menyapa suami mu?" Ujar Kenzo dengan santai.
__ADS_1
"Maaf, tuan.. eh Ken. Tapi ini jam kerja. Aku tidak bisa memanggil nama mu begitu saja." Elak Alesya.
"Memangnya siapa yang bilang kau masih bekerja sebagai sekretaris ku?" Ucap Kenzo, masih menatap intens pada Alesya.
"Kalau diperhatikan, wanita ini sangat cantik!" Gumam Kenzo, dalam hati.
"Bukan kah... "
Ucapan Alesya terhenti, karena mendadak pintu ruang Kenzo dibuka oleh seseorang.
"Maaf, aku masuk begitu saja ke ruangan mu tuan Kenzo." Ucap Ronald sambil melihat Kenzo lalu Alesya.
"Tuan Ronald. Angin apa yang membawa mu pagi-pagi begini menerobos masuk ke ruang ku." Tanya Kenzo, Pura-pura tidak paham akan situasi dihadapannya.
"Hahaha... Begini tuan Kenzo, aku datang untuk menjemput putri tertua ku!" Ronald menatap Alesya dengan tatapan dinginnya.
"Pengawal, bawa nona besar ke mansion kita." Perintah Ronald pada beberapa pengawal yang ikut masuk bersama nya ke ruangan Kenzo.
Agnes yang juga ikut masuk ruangan itu, tersenyum cantik melihat Alesya akan diseret menuju mansion mereka oleh pengawal ayahnya.
Sedangkan Alesya dan Kenzo saling berpandangan. Alesya menunggu reaksi apa yang akan diberikan Kenzo sebab Kenzo berjanji dengan menikah dengannya Kenzo akan melindungi nya dari keluarga Ronald Diningrat.
Pengawal Ronald mulai memegangi Alesya. Sementara Alesya hanya diam dan memandangi Kenzo.
"Lepas kan tangan kalian dari istri ku!!" Seru Kenzo dengan tatapan dingin ke arah para pengawal yang memegangi Alesya. "Berani sekali kalian memegang istri Kenzo Dayson!" Lanjutnya.
Alesya tersenyum melihat reaksi Kenzo. "Hemm.. boleh juga! cukup bisa diandalkan. " Gumamnya dalam hati.
Ronald dan Agnes terkejut dengan apa yang mereka dengar. "Istri?" Batin mereka. "Sejak kapan Kenzo dan Alesya menikah?" Gumam Agnes dalam hati.
"Kenzo! Apa maksud perkataan mu! Sejak kapan kau dan Alesya menikah? Kau jangan membohongi kami!" Seru Agnes, penuh amarah. Dia tidak terima. Bagaimana pun seluruh kota tahu dia adalah kekasih Kenzo walaupun Kenzo tidak pernah mengakuinya secara langsung namun kedekatan dia dan Kenzo selalu jadi topik hangat di media-media gosip di kota itu.
" Jack, masuk. Dan bawa surat nikah ku!" Perintah Kenzo pada Jack melalui telpon.
Jack pun secepat kilat datang dengan membawa surat nikah Kenzo dan Alesya. " Ini tuan!" Ujarnya dan memberikan surat itu kepada Kenzo.
"Sayang kemarilah" Panggil Kenzo pada Alesya dan memintanya untuk datang ke sisinya
"Seperti nya, ayah mertua ku belum tahu akan pernikahan kita. Sebaiknya kita harus meminta izin dengan benar dengan ayah mu. Tuan Ronald, Agnes silahkan duduk." Pinta Kenzo dengan nada sopan. " Dan Jack, tolong bawa semua pengawal tuan Ronald keluar dari ruangan ku. Ada hal pribadi yang harus kami bicarakan."
...*****bersambung......
...kira-kira apa yang akan dikatakan oleh Kenzo terkait pernikahannya yang mendadak dengan Alesya.. Apakah Ronald akan menyetujui pernikahan itu? Lalu bagaimana dengan Agnes??mau tau jawabanya.. tunggu up otor selanjutny,aπππ...
__ADS_1
...jangan lupa untuk like, vote dan komen... ya cintooo... πππ...