Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#43


__ADS_3

“Benarkah?” Tanya Kenzo antusias.


“Bik..buatkan aku segelas lagi!” Perintah Kenzo pada pelayannya yang masih ada disetia di dapur itu.


“Kenzo! Cukup! Kau tidak perlu minum sampai dua gelas hanya karena anak mu ingin kau sehat!” Cegah Marcus cepat. Kalau tidak maka Kenzo bisa saja menghabiskan sekotak susu ibu hamil malam ini.


“benarkah..?”tanya Kenzo pada Marcus.


“Benar! Segelas saja sudah cukup.” Jawab Marcus cepat.


“baiklah kalau begitu, sekarang apa yang ingin paman bicarakan?” tanya Kenzo dengan wajah serius.


Marcus melihat wajah keponakannya sesaat lalu mulai bicara.


“Kenz.. aku sungguh tidak bisa menerima perusahaan dari keluarga Dayson!” Ujar Marcus yang hanya mendapatkan tatapan tajam dari Kenzo.


“Kau tahu sendirikan, aku ini bukan lah anak kandung keluarga Dayson! Darah Dayson tidak mengalir di tubuh ku Kenz! Aku sungguh tidak berhak atas segala atas harta benda milik keluarga Dayson!” ungkap Marcus dengan wajah yang penuh dengan perasaan tidak enak.

__ADS_1


“Paman.. boleh aku bertanya satu hal pada mu! Tapi kau harus menjawabnya dalam satu detik saja.” Pinta Kenzo pada pamannya itu, usai sang paman mengeluarkan keluh kesahnya.


“ya... tentu saja.” Jawab Marcus lemah.


“Siapa nama lengkap mu?” tanya Kenzo.


“Marcus Dayson!” Jawab Marcus lancar jaya tanpa sadar maksud tersembunyi di balik pertanyaan Kenzo.


“See...?(lihat....??)” Seru Kenzo.


“Nama belakang mu saja Dayson paman! Bagaimana mungkin kau mengatakan bahwa kau bukan seorang Dayson!” Tekan Kenzo.


“Tapi disini, kau memiliki cinta untuk ku, untuk ayah ku dan untuk kakek ku! Itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat diri mu menjadi bagian keluarga ini paman.” Tukas Kenzo, dengan wajah yang sangat meyakinkan.


“Kami tidak akan pernah lengkap tanpa hadirnya diri mu. Jadi berhentilah mengatakan bahwa kau bukan lah bagian dari keluarga ini hanya karena kau tidak lahir dari rahim nenek ku!” Sebut Kenzo sambil menatap tajam pada Marcus.


“Apapun yang kakek berikan pada mu, itu semua adalah hak mu sebagai putranya. Maka ambillah. Apakah selama ini kau pernah merasa kakek membedakan mu dengan ayah ku? Kalau dengan diri ku, tentu saja perlakuan kakek berbeda sebab aku adalah cucu kesayangannya.” Tukas Kenzo yang sempat-sempatnya simbong disaat-saat seperti itu.

__ADS_1


“kau ini!!!” Seru Marcus.


“Jadi please!! Jangan tolak kebaikan hati kakek. . itu akan membuatnya sedih. Lagi pula dengan ada nya diri mu dan bibi di sana, maka kakek tidak akan kesepian lagi.” Ujar Kenzo.


“Kau ini..sangat pandai bersilat lidah Kenzo Dayson! Kau mendorong ku ke tengah sedangkan kau sendiri berangsur-angsur mencari tempat di tepian untuk diri mu sendiri.” Sarkas Marcus.


“kau tahu sendirikan paman, aku ini tidak betah di mansion utama itu. Apalagi dua perusahan utama milik ku dan Aleysa ada di kota ini, jadi sangat sulit bagi ku untuk tinggal jauh dari kota A. Belum lagi aku harus ke kota J untuk membantu ayah mertua ku mengelolah perusahan keluarga Rodio yang menjadi hak nya Alesya. Tiga hal ini saja sudah menyita banyak waktu dan pikiran ku. Sungguh aku berpikir kau lah orang yang paling tepat untuk mengurusi perusahaan kita yang di kota B dan dua kota lainnya.” Terang Kenzo panjang kali lebar.


“Jadi please jangan menolak lagi..” bujuk Kenzo pada Marcus.


“Keluarga Dayson sungguh membuat ku harus berhutang budi seumur hidup ku!” Tukas Marcus lemah, matanya mulai berkaca-kaca. bagaimana bisa seorang anak pungut mendapatkan begitu banyak kemudahan hati seperti ini.


“Kau akan terus merasa begitu, selama kau tidak menghilangkan pembatas antara diri mu dan kami paman." Ujar Kenzo.


"Lihat lah aku dan kakek ku serta mendiang ayah ku, kami tidak pernah merasa kau seperti orang asing yang menumpang di rumah kami. Kami selalu merasa kau sebagai bagian dari kami.” Ujar Kanzo dengan mata yang ikut berkaca-kaca pula.


Entah karena bawaan sindrom couvade atau karena memang hatinya yang terenyuh saat ini, tapi yang pasti suasana hati Kenzo bagaikan awan yang sudah tak kuat menampung debit air hujan.. bawaannya pengen meneteskan air mata saja dari tadi.

__ADS_1


**bersambung..


__ADS_2