
Jack pun langsung menelpon pihak bengkel. Sambil menelpon Jack masih melihat sinis ke arah Monica yang terlihat juga melihat sinis padanya.
“Kalau kalian terus saling pandang seperti itu, aku takutnya kalian akan jatuh cinta akhirnya.” Ucap Kenzo tanpa rasa berdosa.
Alesya yang berdiri di sebelah Kenzo otomatis tertawa mendengar ucapan suami nya itu. Bisa-bisa kenzo berkata begitu pada Jack dan Monica sudah jelas saat ini aura mereka saling bertentangan.
“kau ini bisa saja sayang!” ucap Alesya sambil mencubit pinggang Kenzo.
“nyonya Dayson!! Kau main fisik lagi ya?” Ujar Kenzo pada Alesya. Semenjak Kenzo dan Alesya pulang dari kota J, mereka selalu mengumbar kemesraan mereka tanpa mengenal tempat dan siapa yang ada di dekat mereka.
“abisnya, perkataan mu benar -benar out of box tuan Dayson!!” Seru Alesya pada suaminya itu.
“tapi aku benar kan sayang. Buktinya saja kita, karena selalu saling pandang akhirnya kita jatuh cinta.” Kenzo memang paling tahu menjadikan semua kata yang keluar dari mulutnya menjadi sebuah rayuan.
“Dasar gombal!!!” Alesya kembali ingin mencubit pinggang Kenzo. Tapi kali ini dengan sigap Kenzo malah menangkap tangan Alesya dan meletakkannya dengan lembut ditangannya. “main cubit-cubitannya kita lanjutkan di rumah saja.” Bisik Kenzo pada Alesya dan membuat wajah Alesya merona karena malu.
__ADS_1
“tuan?” panggil Jack pada Kenzo yang terlihat asik dengan Alesya. “Mereka akan sampai sebentar lagi tuan.” Ucap Jack hati-hati, takut mengganggu Kenzo dan Alesya.
Kenzo langsung melemparkan kunci mobilnya ke Jack. Dan Jack pun dengan tanggap menangkap kunci yang dilemparkan oleh Kenzo. “kau yang bawa mobil.” Ujar Kenzo pada Jack.
“Monica ayo ikutlah dengan ku.” Ujar Alesya pada Monica.
Monica pun mengangguk pelan, “baik Alesya.”
Ketika Alesya memanggil nama Monica, Jack baru sadar ternyata wanita yang sedari tadi bersinggungan dengannya adalah teman nya Alesya yang suaranya selalu Jack dengar ketika menyadap telpon Monica.
Mereka semua pun masuk ke dalam mobil. Jack dan Monica duduk di depan sedangkan Kenzo dan Alesya duduk di belakang.
Setelah tahu keadaan sebenarnya Jack jadi benar-benar pendiam. Di dalam mobil itu dia hanya menjadi pendengar setia untuk semua cerita yang disampaikan oleh Monica.
“Jadi Jenny benar-benar menyamar sebagai wanita hamil?” tanya Alesya tidak percaya kalau akal Jenny bisa sedemikian panjangnya.
__ADS_1
“benar Alesya. Aku sebenarnya tidak ingin keluar dari tempat persembunyian ku. Tapi ketika aku melihat polisi yang sedang menyamar yang datang dengan kapten Dio itu, yang sedang berdiri di pintu masuk depan, tidak berbuat apapun ketika Jenny melewatinya, mau tidak mau aku harus keluar dari tempat persembunyian ku untuk meringkus Jenny!! Dan aku benar-benar sudah memegangnya dengan tangan ku ini!” Dari cara Monica menceritakan reka ulang adegan tadi pagi, Jack sadar kalau semua itu pasti akan berujung pada kecerobohan dirinya.
“Tapi, karena ada seseorang yang sok-sok heroik datang. Jenny akhirnya bisa lepas begitu saja. Dan malah aku yang berakhirnya dengan sebuah borgol ditangan ku.” Sindir Monica.
“Benarkah begitu Jack?” Tanya Kenzo pada Jack yang terlihat tidak bersemangat untuk menentang semua penjelasan yang Monica berikan.
“Maaf kan saya tuan Kenzo. Tapi semua yang dikatakan oleh nona ini benar adanya.” Jawab Jack pasrah. “Nyonya Jenny berhasil lolos karena ulah heroik saya yang tidak pada tempatnya.” Jack sengaja menggunakan sindiran yang diberikan oleh Monica padanya. Biar wanita itu puas sekalian, pikir Jack.
“hahahhaah.. Alesya apakah kau tidak merasa lucu melihat kedua orang ini?” Tiba-tiba Kenzo tertawa. Bukankah seharusnya dia memarahi Jack atau setidaknya mengomeli Jack karena telah begitu lalai hari ini. Tapi kenapa Kenzo malah tertawa.
“kau benar sekali sayang! Lihatlah wajah mereka berdua!! Entah mengapa aku melihat sebuah kecocokan pada diri mereka berdua!” tambah Alesya yang seakan-akan satu frekwensi dengan suaminya.
Jack dan Monica yang duduk bersebelahan pun akhirnya saling pandang. Mereka heran atas respon yang Aleysa dan Kenzo berikan. Bisa-bisa nya Alesya dan Kenzo malah menertawai mereka.
***bersambung...
__ADS_1