Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#27


__ADS_3

“STE-PHA-NIE!!!!!!” Geram Frans hati sambil mengulum sebuah senyum di wajahnya. “Sepertinya kau sengaja mencari gara-gara dengan ku!” Seru Frans sambil menatap wajah Stephanie dengan jengkel.


“Ya!!!” Jawab Stephanie cepat plus dengan tampang tak berdosanya sungguh membuat Frans semakin kesal.


Frans berjalan mendekat ke arah Stephanie. “Tolong sebutkan pada Stephanie, apa kesalahan yang telah aku perbuat pada mu!”


“kemarilah, lebih dekat lagi. Aku akan mengatakannya dengan jelas pada mu.” Pancing Stephanie agar Frans mendekat kepadanya.


Frans yang ingin menyudahi hal ini pun mengikuti perkataan Stephanie dan kini Frans sudah berada tepat di samping Stephanie.


“Kemarilah!” Pinta Stephanie pelan sambil memberi kode dengan jarinya yang lembut.


Walaupun enggan tapi Frans tetap mendekatkan wajah nya ke Stephanie.


“Cup..!” tiba-tiba Stephanie mencium pipi Frans.


“Kau!! Kau !! apa yang kau lakukan??” Sentak yang terkejut dengan perbuatan Stephanie.

__ADS_1


Stephanie yang ditanyai Frans malah terkekeh melihat reaksi Frans. “Sesuai dugaan ku! Dia pasti tidak punya pacar bahkan lebih buruknya pria ini pasti belum pernah pacaran.” Seru Stephanie dalam hati.


Sahabat Stephanie yang Alexa pernah berkata, bila ingin tahu laki-laki itu pernah pacaran atau tidak maka coba kau cium mereka dan lihat reaksi nya. Jika reaksinya datar maka dia sudah pernah pacaran. Jika reaksi nya menatap mu dengan intern maka menjauh lah dia pasti adalah seorang pemain. Tapi jika reaksi nya adalah marah maka fix dia adalah laki-laki virgin, belum pernah tersentuh oleh wanita mana pun. Kejar dan tangkap. Jadikan tawanan cinta mu.


“Frans!! Menikahlah dengan ku!” Ujar Stephanie yang terdengar seperti seorang wanita gila di telinga Frans.


Stephanie yang melihat Frans sebagai pria yang polos semakin ingin Frans untuk menjadi pasangan pura-pura nya di depan sang kakak. Paling tidak dia tahu Frans tidak berbahaya.Ya meskipun Stephanie harus mengesampingkan perbuatan Frans ketika di gudang butik kemarin. Anggap saja dia sedang kesal.


“What???!!” Teriak Frans kencang.


“Stephanie, bukankah tadi kau hanya mengalami luka tusukan di perut? Aku sama sekali tidak melihat kau mendapatkan pukulan di kepala atau pun kepala mu terhempas ketika kau terjatuh. Aku yakin akan hal itu. Tapi mengapa otak mu menjadi tidak waras seperti ini?” Ujar Frans panik, bahkan memegang dan memutar-mutar kepala Stephanie.


“Pria yang lucu.” Seru Stephanie sambil tersenyum sendiri karena tingkah Frans.


“Frans, ku mohon jangan tolak permintaan ku.” Ucap Stephanie, “Atau –“


“atau apa?” Ujar Frans geram.

__ADS_1


“Atau aku akan membayangi.” Jawab Stephanie sekena nya.


“Argh!!” Geram Frans lalu pergi meninggalkan kamar Stephanie.


Stephanie tersenyum sendiri melihat Frans yang menghilang dari balik pintu. Kini Stephanie sudah tahu siapa yang akan disusahkannya untuk masalah nya ini.


“IFRANS AKSENA!!” Gumam Stephanie dengan sejuta ide gila di kepalanya.


****


Frans sengaja keluar lewat pintu samping rumah sakit itu. “jangan sampai aku ketemu dengan kakaknya Stephanie.” Gumam Frans, yang semakin mempercepat langkahnya.


“Tuan, bukan kah itu tuan Frans?” Ujar salah satu pengawalnya Stephan. “Perlu kah kami untuk-“


“Tidak! Aku yakin dia tidak akan bisa kemana-mana! Jika Stephanie sudah mengatakan kalau Frans adalah pria nya maka Frans pasti menjadi pria nya Stephanie.” Jawab Stephan lalu berjalan masuk bersama para pengawalnya yang membawa banyak sekali makanan.


**bersambung..

__ADS_1


__ADS_2