
“apa dia akan menelpon ku untuk menagih uang puluhan triliyun itu!!” gumam Jenny kesal. Sebab tentu saja dia belum berhasil mengumpulkan uang itu kembali.
“hallo..?”Ucap Jenny dengan nada yang tidak suka. Moodnya masih belum stabil. Dia berpikir pasti Bram menelpon untuk menanyai perihal uang itu.
“nyonya, tuan meminta anda untuk datang menghadiri rapat direksi dan konferensi pers besok pagi di kantor.”ujar Bram tanpa basa basi. Selama ini Bram memang asisten Ronald. Tapi sedari dulu dia hanya setia dan mengikuti semua perintah Ronald sehingga hubungan nya dengan Jenny maupun Agnez tidak dapat dikatakan dekat.
“untuk apa dia meminta ku datang menghadiri rapat direksi dan setelah itu dia akan melakukan konferensi pers? untuk apa? apa dia ingin-” Jennny berpikir ada yang janggal. Tadi jelas-jelas Ronald memintanya untuk menyiapkan uang itu tapi sekarang tiba-tiba dia malah meminta jennny untuk ikut rapat direksi dan konferensi pers.
"untuk apa Ronald mengadakan rapat direksi dan konferensi pers? bukan kah dia memberikan ku waktu untuk membawa uang itu kembali hingga besok pagi?" tanya Jennny walaupun sebenarnya uang itu belum dapat ia kumpulkan.
"Apa nyonya tidak membaca berita di internet?" ujar Bram.
"berita? berita apa?" tanya Jenny yang tidak paham dengan perkataan Bram.
"berita tentang masalah internal perusahaan kita sudah tersebar luas di internet saat ini nyonya. Dan hal ini membuat keadaan perusahaan jatuh dalam kondisi yang tidak menguntungkan." jelas Bram.
"tapi bagaimana ceritanya informasi internal kita bisa bocor ke pihak luar!!!!"ujar Jenny berang. Jelas-jelas itu baru terjadi tadi pagi. Dan malam ini sudah menjadi headline di seluruh media di kota A? apalagi nama nya kalau bukan ini sudah terencana dengan rapi.
"hal itu masih kami selidiki nyonya." jawab Bram datar seperti biasanya.
"cih!! apa saja kerja mu! sedari tadi pagi kau bilang ini sedang diselidiki.. itu sedang diselidiki! tapi hingga saat ini hasilnya nihil!!" seru Jenny penuh emosi.
"penyelidikan tentang dana fiktif itu sudah berakhir nyonya. Dan semuanya sudah terbukti." Jawab Bram tanpa rasa takut.
"sudah selesai kata mu!! jadi hasil penyelidikan yang kau bawakan ke ruangan Ronald itu yang kau katakan sebagai hasil akhir penyelidikan ini!!!" Bentak Jenny pada Bram.
"maaf nyonya! tapi memang seperti itu adanya. Semua sudah memeriksanya. Bahkan penyelidikan silang juga sudah dilakukan. Baik dari akun keuangan perusahaan maupun akun bank pribadi nyonya. Semua memperlihatkan kecocokan." Terang Bram.
__ADS_1
"tutup mulut mu!! berani-berani nya kau menuduh ku melakukan hal yang tidak aku lakukan!!!" Seru Jenny yang sudah tidak dapat mengontrol Emosinya.
"saya tidak berani menuduh orang nyonya. Apalagi kalau orang itu adalah nyonya Jenny. Bagaimana mungkin saya punya keberanian sebesar itu." Ujar Bram.
"kau memang pandai bersilat lidah Bram!! aku tahu, sedari dulu kau memang tidak suka pada ku. Aku tidak merasa heran jika kau tidak menyelidiki ini dengan seksama!! tapi kau tenang saja, aku sendiri yang akan menyelidiki ini sampai ke akar-akarnya." terang Jenny sambil meluapkan kemarahannya.
"terserah pada nyonya Jenny saja. Saya tidak dapat menghalangi hal tersebut jika nyonya Jenny benar-benar ingin melakukannya." jawab Bram sambil tetap menjaga keramahan nya pada Jenny.
"tapi malam ini saya hanya menyampaikan pesan dari tuan Ronald terkait hal tadi mengingat kondisi perusahaan yang tidak stabil karena isu yang beredar itu." terang Bram. Dia tidak bisa berlama-lama berdebat hal ini dengan Jenny. Sudah jelas Jenny saat ini dalam keadaan yang tidak baik. Memprovokasi nya pun akan menjadi hal yang tidak baik hasilnya.
Jenny menarik nafas dalam. Paling tidak dia paham alasan Ronald melakukan rapat direksi dan konferensi pers besok pagi. Ronald pasti ingin isu ini redam agar harga saham stabil.
“Baiklah, aku mengerti." ujar Jenny kemudian.
"lalu apa yang harus aku katakan dirapat direksi dan konferensi pers besok pagi?” Jenny sungguh ingin tahu apa yang Ronald ingin untuk dia lakukan pada rapat direksi dan konferensi pers besok pagi.
"Semoga Ronald sudah mendapatkan solusi untuk semua masalah ini!" Gumam Jenny dalam hati yang berpikir kalau Ronald memintanya datang ke rapat dewan direksi perusahaan dan konferensi pers sebab sudah memiliki solusi. Karena sangat tidak mungkin bagi Jenny untuk mendapatkan uang sebanyak itu dalam semalam.
Jenny langsung membuka emailnya dan melihat email yang dikatakan oleh Bram.
“apa-apaan ini!!!!!” seru Jenny marah setelah membaca naskah yang berisi hal-hal yang harus Jenny katakan di rapat dewan direksi perusahaan dan konferensi pers.
“Apa maksudnya ini semua Bram?? Ronald ingin aku untuk mengakui kalau semua itu ada keteledoran ku di depan dewan direksi dan juga mengakui hal itu di depan pers??”Seru Jenny marah."ini sama halnya dia melempar semua kesalahan itu pada ku!!" bentak Jenny.
Bram menarik nafas dalam dan menghembuskan nya pelan. Sikap Jenny yang suka meledak-ledak seperti ini memang sudah sering Bram temui.
“ya nyonya.”jawab Bram dengan tenang.
__ADS_1
“Nyonya, selain itu tuan Ronald juga mengajukan perceraian dengan anda. Harap setelah semua acara besok pagi, anda ikut bersama tuan Ronald ke kantor pengacara nya.” Tambah Bram. Dia tahu hal ini akan memancing emosi yang lebih besar dari Jenny. Tapi lebih baik mengatakan hal ini sekarang.
“Duar!!!!” bagaikan disambar petir, Jenny kehilangan semua kata-kata yang dapat ia katakan.
“cerai? Dia ingin bercerai dari ku?” seru Jenny yang tidak percaya kalau hal ini bahkan akan berdampak pada rumah tangganya.
Mengapa Ronald bisa dengan mudahnya mengajukan perceraian pada dirinya. Bahkan masalah ini belum jelas sama sekali. Penyelidikan yang mendalam tentang hal ini juga belum ia lakukan. Mengapa Ronald terkesan sangat terburu-buru padahal Jenny saja belum tentu bersalah. Bisa saja ini memang jebakan dari seseorang.
Jenny benar-benar terheran-heran dengan apa yang ada di kepala Ronald saat ini.
Saking merasa hal ini sangat janggal, terbersit sebuah pemikiran buruk tentang Ronald dalam kepala Jenny. “jangan-jangan semua ini bukan ulah Alesya! Tapi melainkan ulah Ronald sendiri yang sudah bosan dengan Jenny dan ingin menyingkirkan Jenny tanpa memberikan sepeser pun dari harta gonogini mereka.” Pikir Jenny dalam hati, “benar!! Semua ini pasti rencana busuk Ronald.” Hati Jenny menjadi sangat marah karena dalam pikiran sudah pasti ini adalah perbuatan Ronald.
“Nyonya??” Bram yang tidak mendengar suara Jenny, akhirnya memanggil Jenny sekali lagi untuk memastikan Jenny masih ada disana.
“tuan Ronald sungguh berharap nyonya datang besok pagi.” Ujar Bram.
“kau tenang saja Bram, aku pasti datang besok pagi.” Jawab Jenny yang kali ini suara nya terdengar leboh stabil. Dia berusaha menenangkan dirinya sambil memikirkan rencana untuk membalas perbuatan Ronald.
Jenny mematikan telpon itu. Dan dengan emosi yang memuncak Jenny memanggil sekretarisnya.
“bawakan aku bukti penggelapan dana perusahaan yang dilakukan oleh Ronald!!” perintah Jenny pada si sekretaris.
“Cih!! Kau ingin mendorong ku jatuh Ronald? Aku tidak akan membiarkan diri ku jatuh sendirian!! Aku akan membawa mu bersama ku kedalam jurang kehancuran ini. Kalau memang harus jadi debu, maka kita akan jadi debu bersama!!!”Seru jenny dengan mata penuh kemarahan.
Kini kesalahpahaman hadir dalam hubungan Jenny dan Ronald. Hanya tinggal menunggu waktu untuk mereka hancur bersama.
**bersambung..
__ADS_1
heeem.. hayoo jadi saling curiga kan? weleh.. weleh...
Kenzo dapat bonus ini nama nya... Ronald dan Jenny jadi saling tuduh...