Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 29#Ska? hiks...#5


__ADS_3

“Ska..” panggil Rose, istri Damian pada Skala. “apakah mommy mu tidak mengatakan pada mu kalau hari ini kalian akan pulang ke kota A setelah sarapan pagi? Tanya Rose hati-hati.


“heeem.. tentu saja mommy mengatakan hal itu pada ku. Tapi apakah mommy dan daddy tidak mengatakan pada kalian kalau yang pulang ke kota A itu hanya mereka berdua?” Sekarang giliran Skala yang bertanya pada semua orang di ruangan itu.


“apa................?????” seru semua orang bersamaan.


“wah semua nya kompak sekali!!”seru Skala sambil tertawa kecil.


“kalau dari reaksi semua orang pagi ini aku bisa simpulkan, pasti mommy dan daddy belum mengatakan apapun pada semua orang di ruangan ini.” Ujar Skala sambil tersenyum.


“Ska, apa kau tidak ikut pulang dengan daddy dan mommy mu?” Tanya Damian yang duduk di sebelah Skala.


Skala menggeleng sambil tetap tersenyum.


“apa mereka akan pulang lalu kau menyusul beberapa hari kemudian?” Rose pun ikut bertanya, sebab ia sangat penasaran. Setahu Rose, Skala tidak mau berpisah dari Alesya walaupun dalam sehari saja. Buktinya dia rela itu ke kota A ketika Alesya memutuskan untuk pindah ke kota sementara waktu.


Skala kembali menggeleng.


“Ska, coba jelaskan dengan cara yang benar. Kau jangan menggeleng-menggeleng saja! Membuat mata ku sakit melihatnya!” Dummel Aldion pada cucunya sebab memang Skala asik menggeleng saja dari tadi.


“daddy atau mommy yang akan menjelaskan semua hal ini pada kakek, kakek Damian dan nenek Rose?” tanya Skala pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Kenzo dan Alesya saling berpandangan, kemudian mereka tersenyum. Seakan-akan sedang meniru tindakan Skala barusan, kini Kenzo dan Alesya pun memberikan jawaban mereka atas pertanyaan Skala dengan cara menggeleng-geleng juga.


Aldion yang sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan dari ketiga orang ini menjadi sangat tidak sabarannya dan mengoceh. “Damian, apakah menggeleng tanpa suara adalah trens minggu ini?” Ujarnya sewot.


“Cepat Skala, jelaskan semuanya!! Kau jangan membuat kakek mu jadi tidak sabaran seperti itu.” Seru Alesya pada putranya itu.


“Baiklah.” Ucap Skala.


“heemm.. mohon perhatian sejenak semuanya!!” Ujar Skala sambil memukul piring yang ada dihadapannya dengan garpu kecil untuk puding susu miliknya.


Semua orang yang mendengar dentingan piring dan garpu itu langsung memfokuskan matanya ke arah Skala.


“Baiklah, ada hal penting yang ingin aku umumkan.” Skala memulai pengumumannya.


“yang pertama, mommy dan daddy akan pulang pagi ini kekota A.” Ujar sambil menatap mommy dan daddynya bergantian.


“yang kedua,.... hanya mommy dan daddy lah yang akan pulang, sedangkan aku akan tinggal disini selamanya.” Ujar Skala, kini mata nya hanya tertuju pada sang kakek. Ada segelintir perasaan haru dalam diri Skala ketika mengatakan itu.


Skala pun turun dari kursinya dan langsung datang ke kursi Aldion untuk memeluk kakek kesayangannya itu.


“aku akan tetap disini bersama mu kek! Aku tidak akan kemana-mana sebab disini juga adalah rumah ku.” Seru Skala dan membenamkan kepala nya lebih dalam di pelukan Aldion.

__ADS_1


Aldion tidak sanggup berkata apa-apa. Air matanya otomatis tidak tidak dapat terbendung lagi. Kini dia hanya dapat menatap Kenzo dan Alesya bergantian dengan matanya yang dipenuhi oleh air mata itu. Dia tidak percaya Skala memilih untuk menemani nya dari pada berada bersama kedua orang tuanya .


“apakah yang dikatakan Skala benar Alesya?” Tanya Rose pada Alesya yang sedang mengelap pipinya yag basah karena air mata.


“Benar bibi..” jawab Alesya dengan suara yang nyaris tidak terdengar.


“apa kau mengizinkan Skala untuk tinggal Kenzo?” tanya Damian yang juga penasaran akan hal ini.


“Aku mengizinkannya paman sebab itu adalah pilihan terbaik yang pernah ia putuskan untuk semua orang.” Ujar Kenzo sambil menatap bangga pada putranya.


“Apa kalian tidak akan merindukan bocah kecil itu.” Tanya Rose, pada Kenzo dan Alesya.


“tentu saja kami akan merindukannya.” Jawab Alesya, sambil memandang wajah suaminya.


“dan kami akan langsung ada di depan rumah ini setiap kali kami tidak bisa mengatasi semua rasa rindu itu.”jawab Kenzo sambil mencium pucuk kepala Alesya.


“Kita pasti akan sering muncul tanpa di duga!!” ujar Alesya pada Kenzo. Dan Kenzo pun mengangguk tanda ia juga sepemikiran dengan istrinya.


***bersambung


ayooo like dan komen dulu donk zeyeng...

__ADS_1


__ADS_2