Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 48# kabar Gembira#2


__ADS_3

"Arya..apa kau yakin dengan hal ini?" tanya Marcus pada Arya di dalam ruangan Arya.


"Aku sangat yakin. Tidak ada satupun perawat atau pun dokter di rumah sakit ini yang memiliki perawakan seperti ini." tunjuk Arya pada wanita yang ada di layar monitor komputer nya.


" Aku sudah menyuruh orang-orang ku untuk menangkap wanita ini sebab dialah yang terakhir berada di kamar Agnes sebelum Agnes meninggal." sambung Arya.


"Teruskan penyidikan mu Arya. Aku akan terus mendekati Jasmin. Kalau memang kematian Agnes karena suatu hal yang tidak wajar maka hanya ada satu orang yang aku curigai." ucap Marcus dengan tatapan kemarahan yang entah dialamatkan nya untuk siapa.


"Baiklah... Semoga masalah ini lekas terselesaikan." sebut Arya.


"Kriing ...Kriing ..." Telpon Marcus pun berbunyi ditengah - tengah diskusi hangatnya bersama Arya.


"Kenzo?" Gumam Marcus melihat nama yang tertulis di layar ponselnya.


"aku angkat telepon ini dulu." ujar Marcus. Lalu berdiri dan pergi agak menjauh dari Arya.


"Ya Kenz..." Ucap Marcus begitu panggilan itu tersambung.


"Paman pulang lah sekarang! Ada hal penting yang harus kau ketahui." ujar Kenzo dan langsung mematikan telpon itu


Marcus menatap ponselnya yang sudah terputus itu dengan heran. " Hal penting yang harus aku ketahui..?"Ulang Marcus, lalu berjalan ke arah Arya.

__ADS_1


"Arya .. aku harus pergi. Jangan lupa mengirimi ku email kalau ada informasi lebih lanjut." Ujar Marcus pada Arya lalu pergi meninggalkan Arya.


***


"Kenapa kau mematikan telpon nya Kenz!!" gerutu Alesya yang tidak paham mengapa Kenzo hanya mengatakan hal sependek itu pada Marcus lalu memutuskan panggilan itu "Kenapa kau tidak mengatakan hal yang sebenarnya, supaya dia langsung terbang kemari." Protes Alesya yang tidak paham jalan pikiran suaminya.


"Percaya lah pada ku sayang..."Ucap Kenzo manja. "Paman pasti akan segera datang." Yakin Kenzo.


"Sayang ... hari ini kau pakai parfum baru lagi y?" tanya Kenzo sambil menjarak dari Alesya.


"Parfum baru? aa.. iya! Bukan kah kau mengatakan kalau kau tidak suka parfum ku yang sebelumnya. Jadi aku pakai parfum yang di rekomendasikan oleh bibi .. Kenapa? apa kau tidak suka juga?" tanya Alesya, mengerutkan keningnya. Entah mengapa belakang ini Kenzo banyak sekali protes tentang parfum yang Alesya gunakan. Seingat Alesya, sebelum- sebelum nya Kenzo tidak pernah seperti ini.


"Kenz.. jangan-jangan kau hamil?!" Gurau Alesya pada Kenzo sambil tertawa sebab apa yang di alami oleh Kenzo sama persis seperti yang dialami oleh Alesya waktu hamil Skala dulu.


"Kau jangan sembarang bicara nyonya Dayson?" seru Kenzo sambil menarik Alesya ke dalam pelukannya. Meskipun hidungnya tidak tahan dengan bau Alesya saat ini, tapi dia tetap tidak bisa jauh-jauh dari istrinya itu.


"Atau jangan-jangan?" ucap Alesya dan Kenzo berbarengan.


Alesya auto melihat ke arah Kenzo. Lalu menghitung siklus haidnya dengan jari tangannya.


"Kenz... jangan-jangan!" Ujar Alesya dengan wajah tegang

__ADS_1


"Jangan-jangan kau yang hamil sayang!!" seru Kenzo bahagia


"Apa kau sudah terlambat datang bulan?" Tanya Kenzo tidak sabaran.


Alesya mengangguk dan membuat angka Tujuh dengan jarinya


"L? " tanya Kenzo yang tidak paham dengan ilustrasi yang Alesya berikan dengan jarinya


"Tujuh sayang ..tujuh!!" protes Alesya.


Kenzo tersenyum dan memperbaiki posisi tangan Alesya yang terbaik ketika membuat angka tujuh hingga terlihat seperti huruf L.."Tujuh itu seperti ini nyonya Dayson!!" Ucap Kenzo dengan tatapan penuh cinta.


"Jadi kau sudah terlambat tujuh hari sayang?" tanya Kenzo sambil memeluk dan menciumi Alesya.


"Kenz!! kenz!! hentikan..." Sebut Alesya yang jadi susah bernafas karena pelukan Kenzo yang terlalu erat.


**bersambung..


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.

__ADS_1


__ADS_2