
“Apa boleh buat!!!!” akhirnya Monica pun berlari kearah wanita hamil itu. Disaat bersamaan Jack dan kapten Dio pun keluar dari toko itu dengan wajah kecewa sebab mereka tidak berhasil menemukan Jenny di dalam toko itu. Wanita dengan ciri-ciri yang ia lihat bersama Kenzo tadi pagi benar-benar tidak ada didalam sana meski Jack dan kapten Dio sudah mencari hingga ke sudut-sudut ruangan toko itu.
Monica terus berlari dan dengan sigap menangkap tangan wanita itu.”kau tidak bisa lari nyonya Jenny!!” seru Monica membuat Jack, kapten Dio dan polisi yang berjaga di depan pintu keluar itu kaget melihat seorang wanita hamil yang disergap oleh seorang wanita muda.
“apa yang kau lakukan!! Lepaskan aku!”ujar si wanita yang sedang hamil itu sambil terus meronta-ronta. “kau menyakiti dan calon anak ku!!!” teriaknya kencang.
“hei!! Apa yang kau lakukan!! Cepat lepaskan wanita itu! Apa kau buta? Kau tidak lihat kalau wanita itu sedang hamil besar?” Seru Jack yang merasa iba dengan perlakuan buruk yang diterima oleh wanita yang sedang hamil besar itu.
“apa mata kalian buta!! Dia ini Jenny!!” seru Monica membuat Jack, kapten Dio dan polisi muda itu saling pandang dan akhirnya saling geleng-geleng. Mereka merasa tidak mungkin kalau wanita yang sedang hamil besar ini adalah Jenny. Apalagi Jack yang sudah melihat sosok Jenny tadi. Jelas-jelas penampilan nya jauh berbeda dengan penampilan ibu hamil ini. Jangan kan dari penampilan, dari wajah saja sudah jauh berbeda.
“tuan! Aku mohon bantu aku lepas dari wanita gila ini! dia menyakiti diri ku dan calon anak ku! alu mohon tolong aku tuan” Mohon si ibu hamil pada Jack yang kebetulan berdiri tidak jauh dari nya.
Jack langsung menepis tangan Monica yang mengunci tangan si wanita hamil itu dan berkata,”dasar wanita gila!! Dimana otak mu!!" seru Jack, sangat marah.
“maafkan dia nyonya! Dia pasti sudah kehilangan akal sehatnya!” Jack pun langsung meminta maaf pada wanita hamil itu.
“Tidak apa-apa tuan. Tapi semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi di lain waktu. Aku bisa saja melahirkan disini karena perbuatannya tadi.” Ujar si wanita hamil sambil mengelus-elus perutnya yang besar itu.
“kalian semua jangan tertipu dengan penampilan wanita ini. Dia ini adalah Jenny!! Orang yang sedari tadi kalian cari.” Tukas Monica yang merasa ketiga laki-laki di depannya ini sangat bodoh bisa-bisanya tertipu dengan penyamaran yang tidak sempurna itu.
“Tuan percaya lah!! Aku bukan orang yang wanita ini maksud kan!! Aduh!! Aduh perut ku terasa sangat sakit!!!” teriak wanita hamil itu dan terus memegangi perutnya.
“kau baik-baik saja nyonya?” Tanya kapten Dio yang ikuta-ikutan panik melihat si wanita hamil itu berteriak kesakitan. Seperti hal nya Jack, kapten Dio pun tidak percaya jika wanita hamil ini adalah Jenny.
__ADS_1
“ya! Aku baik-baik saja tuan. Mungkin ini hanya kontraksi palsu akibat shock yang aku rasakan tadi.” Tukas si wanita hamil ini sambil wajah yang meringis menahan rasa sakit di perutnya.
“apa aku boleh pergi tuan!! Aku rasa sebaiknya aku harus segera beristirahat di rumah ku.” Ujar si wanita hamil itu.
“kau tidak boleh kemana-mana hingga kami membuktikan bahwa kau bukan lah Jenny yang sedang menyamar!” Ujar Monica penuh penekanan.
“aaauuogh!! Sakit ! sakit sekali tuan!!!” rintih wanita hamil itu mendengar Monica yang berteriak di depannya.
“kau tidak lihat dia sangat kesakitan seperti itu!!” Seru Jack. “ lagi pula kau ini siapa?apa kau polisi?” Jack terus mempersulit monica.
“aku tidak peduli apa yang kalian katakan!! Akan aku bukti kalau wanita ini berbohong! Dan dia adalah Jenny yang sedang menyamar.” Monica sudah akan menyentuh perut wanita hamil itu untuk membuktikan bahwa perkataannya benar. Tapi ketika tangan Monica sudah akan mencapai perut wanita itu, tiba-tiba tangan Jack meraih tangan Monica dan menahannya.
“kau jangan bertindak tidak sopan nona!! Kami tidak tahu siapa diri mu sebenarnya! Jangan-jangan kau adalah orang suruhan Jenny untuk mengalihkan perhatian kami sehingga Jenny bisa kabur dengan leluasa dari tempat ini.” Tuding Jack pada Monica.
Monica yang mendengar tudingan dari Jack hanya bisa tersenyum seperti orang gila. Bisa-bisa nya dirinya malah dituduh menjadi kaki tangannya Jenny. Malang nian nasibnya.
“kami akan lebih menyesal jika membiarkan mu menyakiti wanita yang sedang hamil ini hanya untuk membiarkan Jenny lolos.” Ujar Jack yang tetap kekeuh pada pendapatnya. Dia benar-benar bertentangan dengan Monica.
“lepaskan tangan ku!!” Monica meronta meminta Jack untuk melepaskan tangannya. Dia tidak bisa membiarkan wanita hamil itu lolos begitu saja. Tapi Jack terus menahannya.
"Kapten Dio, cepat borgol wanita ini. Kita akan bawa dia ke kantor polisi. aku yakin dia pasti kaki tangan Jenny!" ujar Jack penuh keyakinan.
"kaki tangan kepala mu peyang!!! cepat lepaskan aku!! cepat lepaskan aku!!!" teriak Monica meronta-ronta.
__ADS_1
"Kapten Dio apalagi yang kau tunggu!! Cepat borgol dia!!" seru Jack sekali lagi.
Kapten Dio pun mengeluarkan borgolnya dan memasangkan borgol itu ke tangan Monica.
"kau bisa menjelaskan semuanya nanti di kantor polisi." ujar Kapten Dio, dengan tenang.
Jack yang sudah yakin tangan Monica terborgol dengan baik, lalu menoleh pada wanita hamil yang terlihat menahan rasa sakit itu.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini nyonya. Anda sudah boleh pergi sekarang.”Ujar Jack pada wanita hamil itu dengan sopan.
“terima kasih tuan. Aku dan calon anak ku sungguh sangat berterima kasih pada kalian bertiga.” Wanita hamil itu pun segera pergi dari sana sedangkan Monica kini tangannya malah diborgol oleh kapten Dio untuk di bawa ke kantor polisi.
"kalian semua akan menyesal membiarkan wanita itu lolos begitu saja!! kalian akan benar-benar menyesal!!" ujar Monica dengan kesal.
"bagaimana ini!! malah diri ku yang terborgol disini!" gumam Monica dalam hati sambil melihat ke arah ibu hamil yang memakai high heels layaknya model itu.
"aku pasti akan membuat perhitungan dengan mu!!!" ujar Monica dalam hati sambil menatap Jack dengan tatapan kesal sekesalnya.
**bersambung...
menurut kalian, antara Monica dan Jack, siapa yang benar nya? apakah wanita hamil itu benar adalah Jenny? atau Monica hanya terlalu menaruh curiga pada setiap orang?
ayooo tuliskan pendapat mu di kolom komentar... jangan lupa untuk like dan vote di karya otor ini...
__ADS_1
apalah otor tanpa diri mu... #asiiiiikkk...
kita up lagi atau kagak ye???? hehehe