
Alesya sungguh kehilangan kesabarannya dan menarik tangan Kenzo yang satunya.
“Aku mau bicara!!” Seru Alesya dan menarik Kenzo untuk ikut dengannya.
Dyana menatap marah pada Alesya, "Kenz!!" Tahan Dyana.
Kenzo menenangkan Dyana dengan tatapan lembutnya. "Sebentar saja. Kamu langsung ke kamar saja."
Alesya dapat melihat rasa tidak rela di wajah Dyna ketika Kenzo harus mengikuti nya.
"Aku tidak suka kau berlama-lama dengan wanita itu." Seru Dyana.
"Alesya! nama ku Alesya!!" ujar Alesya dengan wajah yang mulai tidak bersahabat.
Kenzo mengikuti Alesya ke taman di samping rumah.
"Siapa wanita itu?" Tanya Alesya, tidak suka.
"Bukankah aku sudah memperkenalkan dia pada mu?" Jawab Kenzo, datar. Seakan-akan tidak ada yang salah dengan perbuatannya.
"Laki-laki ini...!!" Geram Alesya dalam hati.
"Maksud ku., " Alesya berhenti sejenak dan memberanikan diri untuk bertanya. "Ada hubungan apa kau dan wanita itu? " Tanya Alesya yang suara yang semakin mengecil.
__ADS_1
"Aku dan dia hanya teman." Jawab Kenzo, jujur. "Apa ada hal yang mengganggu mu? Mungkin rasa cemburu?" ucap Kenzo.
"Cem-buru!! Untuk apa aku cemburu! Aku hanya tidak suka dengan wanita itu. Terlalu sombong!!" Alesya berusaha menutupi perasaannya.
"Baguslah kalau kau tidak cemburu dengan nya Sebab dia akan tinggal bersama kita untuk beberapa waktu." Terang Kenzo.
"Kau bilang dia hanya teman,. Teman apa yang tinggal di rumah temannya yang sudah beristri dan istri pun tinggal di rumah itu!!!" Protes Alesya. D
"Apa saat ini kau sudah menerima pernikahan kita? kalau benar aku akan dengan senang hati mengantarkan Dyana pulang ke Australia saat ini juga." Kenzo memegang kedua bahu Alesya. Dengan tatapan ala pangeran di dongeng seribu satu malam, Kenzo menghipnotis Alesya untuk tetap diam beberapa saat bersama nya. Untuk saling menelusuri isi hati masing-masing melalu jendela hati yakni mata.
"lepas kan!!" Alesya memberonta, berusaha keluar dari pegangan tangan Kenzo. "Aku hanya tidak ingin Skala melihat ada wanita lain selain mommy di rumah ini. Itu akan menorehkan trauma pada nya" Tegas Alesya.
"Cukup risaukan saja hati mu Alesya! Kau terlihat ingin menghabisi kami berdua!" Goda Kenzo.
"Mimpi..!!!" Alesya pun berencana meninggalkan Kenzo.
"Kalau ini mimpi maka aku putuskan untuk tidak terbangun selamanya." Kenzo terus menggoda Alesya.
"Lepaskan!!" Alesya berusaha lepas dari Kenzo. Tapi Kenzo tetap menahannya.
"Kenz!!!" Terdengar suara Dyana sedang memanggil Kenzo.
Kenzo segera melepaskan Alesya dan bersikap seakan-akan tidak ada apapun yang baru saja terjadi.
__ADS_1
"Kau sudah meletakan barang-barang mu?" Tanya Kenzo sambil meninggalkan Alesya dan datang ke Dyana.
"Sudah selesai bicaranya?" Selidik Dyana.
"Sudah." Jawab Kenzo.
"Kenz, aku sudah meletakan barang - barang ku di kamar mu. Tapi-" Dyana melihat Alesya dengan tatapan yang Seakan-akan Alesya adalah musuh bebuyutan nya dari kehidupan sebelumnya. "Tapi ada barang-barang wanita lain disana." kini Dyana merengek ala anak kecil pada Kenzo.
Kenzo melihat pada Alesya.
"Kenapa dia melihat ke arah ku! Apa dia berharap aku akan mengatakan aku bersedia keluar dari kamar itu dan kalian enak-enak di ranjang!! No way!!" Gumam Alesya dalam hati.
"Aku tidak akan kemana-mana! Jadi berhentilah menatap ku!!" ujar Alesya lalu berjalan melewati Kenzo dan Dyana.
"Kalau begitu, kau saja yang tidur di kamar ku!!"
"kalau kau ingin tidur bersama nya, maka tunggulah Setahun lagi. Setelah kami bercerai maka aku tidak akan tidak melarang kalian tidur bersama dimana pun!!"
"Aku tidak akan membiarkan kau dan wanita itu memberi dampak yang buruk pada putra ku!!" Ujar Alesya penuh tekad dalam hati dan meninggal kan taman yang tiba-tiba terasa panas
***
wah.. mulai panas! hehehe..
__ADS_1
hallo update tipis lagi ya..
kira-kira Alesya kenapa ya??