
"Mai kau kenapa nak!" Teriak Romano panik melihat tubuh Mai yang terjatuh lunglai begitu saja.
"Dokter!!! Dokter!! Tolong!!!" Teriak Romano memanggil - manggil dokter untuk segera menolong putrinya. Romano cemas penyakit Mai bertambah parah. Baru sehari Mai lepas pengobatan, tubuh nya sudah tidak dapat bertahan seperti ini. Tapi dasar anak ini adalah anak yang keras kepala. Dia sama sekali tidak menghiraukan apapun asalkan keinginan dirinya terpenuhi. Akhirnya, hal yang dicemaskan oleh Romano terjadi.
Kenzo dan Alesya yang duduk di depan Romano dan Mai spontan melihat ke arah Romano yang sedang berteriak sambil terus menggoyang-goyang kan tubuh Mai yang terlihat sudah tidak sadarkan diri itu.
"Kenz!!" seru Alesya yang langsung menarik tangan suaminya itu agar mendekat ke arah Romano dan Mai.
"Mai kenapa Kek??!!" Tanya Alesya yang ikut-ikutan panik melihat Mai yang sudah tergeletak tidak berdaya di atas lantai itu.
"Kenz..tolong angkat Mai. Kita harus segera membawanya Ke IGD.."pinta Alesya pada Kenzo.
Kenzo melirik Alesya sekilas lalu menggendong tubuh Mai yang sudah terasa sangat ringan itu."mengapa dia sangat ringan?" tanya Kenzo yang sangat merasakan perbedaan ketika dia menggendong Mai dan menggendong Alesya.
Kenzo pun berdiri sambil mengangkat tubuh Mai. Dan tiba-tiba wig yang Mai gunakan terjatuh ke lantai dan terlihatlah rambut Mai yang mulai menipis.
__ADS_1
Kenzo hanya melihat ke arah wig yang terjatuh itu lalu meneruskan langkahnya dengan cepat menuju ke IGD.
Romano mengikuti Kenzo dari belakang sedangkan Alesya mengambil wig milik Mai yang terjatuh itu dan meletakkannya ke dalam tas Mai yang ada di bangku tunggu. Lalu Alesya membawa serta tas Mai bersama nya menyusul Kenzo dan Romano yang sudah terlebih dahulu membawa Mai ke IGD "Semoga Mai baik-baik saja." Doa Alesya dalam hati.
Dengan cepat Alesya pun menyusul Kenzo.
Sesampainya Alesya di IGD terlihat sudah ada beberapa dokter yang sedang memeriksa Mai.
"Segera pindahkan dia ke ruang ICU." perintah salah seorang dokter senior yang kebetulan ada di ruang ICU itu untuk melihat dokter-dokter yang sedang berjaga di sana.
"Bagiamana kondisi Mai?" Alesya menarik tangan Kenzo dan bertanya dengan wajah panik.
"Dia akan di bawa ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan intensif." jawab Kenzo. Wajah Kenzo terlihat cukup khawatir. Belum selesai masalah Dyana dan Jack, sekarang tiba-tiba Mai pun harus masuk ke ruang IGD.
"Alesya, kembalilah ke ruang tunggu operasi Nya Dyana...Aku akan menemani paman untuk melihat kondisi Mai di ruang ICU." Perintah Kenzo pada istri nya itu.
__ADS_1
Alesya pun mengangguk. Di saat seperti ini mereka memang harus bisa saling berbagi peran dengan baik karena tidak hanya ada satu orang yang mesti mereka jaga saat ini. Ada tiga orang yang sama-sama membutuhkan perhatian dari mereka.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan kembali ke ruangan tadi. Ini.." ujar Alesya lalu menyerahkan tas Mai pada Kenzo.
Kenzo mengambil tas yang diserahkan oleh Alesya pada nya."Kau bisa sendirian di sana kan sayang?" Sebenarnya Kenzo tidak tega untuk meninggalkan istrinya seorang diri menunggu operasi Dyana selesai tapi melihat keadaan Romano yang sangat tertekan karena shock yang dirasakan melihat putri kesayangannya harus masuk ICU, Kenzo menjadi tidak tega untuk meninggalkan nya sendiri mengurusi Mai. Bagaimana pun mereka tetap adalah kakek dan bibi Kenzo dari pihak ibu.
"Kau tenang saja tuan Dayson. Aku bisa sendirian di sana. Jangan lupa kabari aku perkembangan Mai setelah kau sampai di ICU nanti." Ujar Alesya sambil tersenyum.
"Jangan lepas kan ini." Kenzo memperbaiki Jas milik nya yang dikenakan oleh Alesya."aku tidak ingin kau juga jatuh sakit karena kedinginan di sini." Seru Kenzo.
"Aku akan selalu memakai ini sebagai pengganti diri mu Kenz." sahut Alesya lalu pamit pada Kenzo untuk kembali ke ruangannya.
"Aku pergi ke ruangan tadi dulu. Sana kau segera susul kakek ke ruang ICU." Alesya pun pergi setelah mendorong tubuh Kenzo untuk segera berjalan menuju ruang ICU.
**bersambung...
__ADS_1