
Marcus dan Frans saling menatap. Sorot rasa tidak suka saling terpancar di mata mereka.
“aku peringatkan kau tuan Aksena, menjauh lah dari Dyana. Sekali lagi kau membuat dia sedih kau akan berhadapan dengan ku.” Seru Marcus, dengan tatapan dingin lalu meninggalkan Frans yang belum sempat berkata apa-apa.
Frans melihat Marcus yang sudah masuk ke dalam mobil itu. "cih .. Memangnya siapa dia berani mengatur ku..!!!
kini Frans membalikan badan dan melihat ke arah pintu yang sudah ditutup oleh Dyana tadi.
“jadi benar dia sedih karena hal semalam?” Gumam Frans dalam hati. Dia sungguh merasa telah berbuat salah pada Dyana. Seharusnya dia tidak berbuat seperti itu. Toh Dyana datang dengan niat baik dan sudah banyak menolong nya di hari itu.
Frans melihat pintu rumah Kenzo yang sudah tertutup itu. Menurutnya percuma saja mencoba bertemu dengan Dyana saat ini. Sebaiknya biarkan wanita itu tenang terlebih dahulu baru bicarakan ini secara baik-baik dengan nya.
"aku akan kembali besok. Semoga amarah nya sudah mereda... " seru Frans pelan lalu Frans pun pergi meninggalkan rumah Kenzo.
Di dalam rumah Kenzo.
“kenz!!! Kau mau kemana?” Alesya menahan tangan suaminya itu.
“Aku harus bicara dengan bibi ku.” Jawab Kenzo singkat. Dari sorot matanya sangat terlihat dia akan menceramahi Dyana perihal kemunculan Marcus di rumah nya. Itu artinya Dyana masih berhubungan dengan Marcus walaupun jelas-jelas Kenzo tidak menyukai hal itu.
“apa ini tentang Marcus,Kenz?” Alesya menarik Kenzo agar duduk disebelahnya.
Kenzo pun terduduk di sebelah Alesyaa karena tarikan yang cukup kencang dari Alesya itu.
“Alesya, aku sudah pernah cerita tentang pria ini pada mu kan?" Ucap Kenzo sambil melihat wajah cantik istrinya itu.
"Aku tidak ingin orang-orang yang aku sayangi disakiti oleh nya. Dia manusia licik yang penuh dengan tipu daya.” Kenzo mengatakan pada Alesya semua yang ia pikirkan tentang pria itu.
__ADS_1
“kenz.. kita kan baru pulang." Alesya mencoba membujuk suaminya sebab Alesya tahu kalau sudah terkait dengan Marcus sifat Kenzo jadi sangat tidak menyenangkan.
"Dan aku lihat bibi juga dalam keadaan kesal. Bicara pada nya saat ini juga tidak akan membawa hal yang baik.”Lanjut Alesya, sebisa mungkin mencoba menahan suaminya agar tidak membahas soal Marcus yang Alesya tahu akan menghancurkan moodnya semalaman.
Alesya pun mengalungkan tangannya pada Marcus. Dalam pikiran Alesya kalau Kenzo tidak dapat dibujuk dengan kata-kata, mungkin dengan tindakan nyata daapt menahannya untuk tidak meninggalkan kamar itu.
“lebih awal lebih baik. Aku tahu bibi ku Dyana ada memendam rasa pada Marcus. Aku takut Marcus akan menggunakan hal itu untuk menjatuhkan kami semua.” Kenzo sadar kalau Alesya sedang merayu nya agar tetap berada di kamar tapi untuk saat ini Kenzo terpaksa melewatkan kesempatan ini karena sangat penting bagi Kenzo untuk bicara dengan Dyana malam ini.
Kenzo melepaskan kalungan tangan Alesya dengan Lembut.
"Aku tetap harus bicara dengan bibi malam ini sayang. Taktik mu kali ini tidak akan berhasil pada ku." Ujar Kenzo sambil tersenyum.
Tapi Aleysa tidak kehilangan cara, dia sengaja mendekati leher Kenzo, dan berbisik disana berlahan. "Benarkah? apakah apapun yang akan aku lakukan tidak akan bisa membuat mu tetap tinggal bersama ku malam ini di kamar tuan Dayson?"Goda Alesya. Dia tahu Kenzo pasti tidak akan bisa menahan godaan yang ia lancar kan itu.
Kenzo langsung memegang kedua bahu Alesya dan mendorongnya ke belakang hingga kini Alesya sudah berada dibawah tubuh Kenzo.
Kenzo memandang Alesya dengan penuh arti. lalu menahan tangan Alesya dengan kedua tangannya.
Bukannya takut, Alesya malah menatap Kenzo kembali. Lalu ia pun ikut tersenyum. "apa cara ku ini akan berhasil pada mu tuan Dayson?"
Kenzo mendekatkan wajahnya ke wajah Alesya, lalu mencium istrinya itu dengan sangat lembut. Kemudian dia bangkit dan menjauh dari Alesya.
"aku akui aku hampir saja tertahan oleh taktik nakal mu itu... "Ujar Kenzo sambil merapikan bajunya.
Alesya menghela nafas nya begitu menyadari kalau taktiknya gagal. " maafkan aku bibi, aku sudah mencoba sebisa ku.. tapi memang takdir sudah menuliskan kalau malam ini kau akan mendapatkan SKS tambahan dari Kenzo."gumam Alesya dalam hati.
Alesya segera menyandarkan punggung nya ke sandaran tempat tidur. Lalu merapikan pakaiannya yang juga kusut karen Kenzo menindihnya.
__ADS_1
“Apa kau yakin paman mu Marcus adalah orang yang seperti itu Kenz? Apa kau pernah menyelidiki hal ini lebih detail atau lebih spesifik??” Alesya yang sedikit banyak sudah tahu konflik antara Marcus dan suami nya lalu bagaimana background hubungan mereka sebelumnya, merasa masih ada yang janggal dalam hal ini.
“tidak ada lagi yang harus diselidiki. Aleysa, kau jangan lupa, hal yang terjadi sembilan tahun lalu antara kau dan aku juga merupakan perbuatan Marcus. Kau jangan tertipu dengan wajah nya yang tampan ataupun sikap nya yang ramah.” Seru Kenzo.
"Bukankah kalau benar begitu kita seharusnya berterima kasih pada paman mu?" canda Alesya, "sebab karena dia kita bisa bersatu saat ini."
"Alesya, please.. " Seru Kenzo yang tidak ingin ini malah menjadi perdebatan antara diri nya dan Alesya malam ini.
“Aku hanya tidak ingin kau salah membenci orang Kenz. Terkadang rasa benci menutup kebenaran dari mata kita.” Lanjutnya.
Kenzo menarik nafas panjang.”apapun itu, aku tetap tidak suka baik bibi ku, kau atau siapapun berdekatan dengan Marcus.”
“baiklah tuan Dayson yang maha benar!" ujar Alesya, yang mau tidak mau terpaksa membiarkan Kenzo dengan pemikiran nya sendiri saat ini.
“sayang, please pahami aku satu kali ini saja." ujar Kenzo dengan tatapan lembut. Lalu pergi meninggalkan kamar.
“heem.. sepertinya aku perlu mencari tahu tentang kecelakaan ayah dan ibu Kenzo. Aku tidak merasa kalau Marcus adalah pria yang berbahaya kecuali sikap nya yang terlalu ramah pada wanita itu.” Gumam Alesya pelan.
“kira-kira siapa yang harus aku tanyai lebih dahulu? Marcus? Dyana? Atau kakek Albert?” Ide gila mulai merasuki pikiran Alesya. Meski dia sadar hal yang akan ia lakukan akan menyebabkan hubungannya dengan Kenzo bermasalah tapi melihat Kenzo membenci pamannya sendiri juga bukanlah hal yang benar. Apalagi selain itu, Kenzo juga dengan sengaja berdiri sebagai dinding penghalang untuk cinta Dyana dan Marcus yang terpancar jelas.
Alesya tidak bisa tinggal diam. Dia harus melakukan sesuatu.
“tuan Dayson, aku mohon jangan marah akan tindakan ku ini.” Alesya pun men-dial nomor kakek Albert, menurut Alesya kakek Albert adalah kunci yang bisa membuka tabir kebenaran dari semua hal ini. Kalau benar Marcus adalah pembunuh ayah dan ibu Kenzo yang notabene adalah anak dan menantu dari kakek Albert pasti kakek Albert adalah orang pertama yang akan membuat perhitungan dengan Marcus. Tapi ternyata Marcus masih baik-baik saja. Alesya menyadari ada sesuatu yang besar yang coba kakek Albert sembunyikan dari Kenzo.
****bersambung
Ini kali ya .. yang nama nya cinta, ihhihihih..
__ADS_1
Si suami sibuk menyelesaikan masalah istri, sedangkan istri juga tidak bisa tinggal diam atas masalah yang dimiliki suami. Saling membantu di balik layar..
Ssemoga berhasil Alesya, otor selalu mendukung mu .. hehehe