
“apa yang kalian lakukan di rumah ku...” Seru Kenzo dengan suara dingin melihat dua orang laki-laki yang tidak dia sukai terlihat akan adu jotos di depan pintu rumahnya.
Alesya melihat Marcus dan Frans bergantian. “apa mereka saling kenal?” Gumam Alesya dalam hati. Dia sungguh tidak menyangka akan bertemu hal seperti ini ketika ia sampai ke rumahnya.
“Aleysa?” Gumam Marcus yang terkejut Kenzo berpegangan tangan dengan Alesya. “apa sebenarnya hubungan Kenzo dan Alesya?” pikir Marcus dalam hati sambil menebak-nebak ada hubungan apa Kenzo dengan Alesya, wanita yang beberapa kali Marcus jumpai karena ketidaksengajaan.
Kenzo menatap dingin pada kedua orang itu.”kalau tidak ada diantara kalian yang akan menjawab pertanyaan ku maka aku minta kalian pergi dari rumah ini. Terutama kau Marcus, kau tidak pernah diterima di rumah ini.” Ujar Kenzo sambil berjalan masuk ke dalam rumah nya.
Baru saja Kenzo dan Alesya masuk ke rumah itu, Dyana muncul di hadapan mereka. “setelah kau mengusir dua orang itu aku ingin bicara empat mata dengan mu di ruang kerja ku bibi.” Ucap Kenzo dengan pandangan dingin pada Dyana.
Dyana merasa akan mendapatkan wejangan yang panjang dari Kenzo hanya bisa menatap Kenzo dengan tatapan pasrahnya.
Kenzo dan Alesya pun meninggalkan Dyana yang masih berdiri mematung di tempat ia disapa oleh Kenzo tadi.
“Ken!” panggil Alesya pada Kenzo sambil menaiki tangga. “kenapa wajah mu kusut seperti ini!!” Goda Alesya sambil mencubit pipi suaminya itu.
Sebenarnya Alesya tahu mengapa wajah Kenzo seperti itu, Marcus pastilah penyebab utamanya.
__ADS_1
“hei!! Apa kau akan masuk ke kamar bersama ku dengan wajah seperti itu.” Kini Alesya berhenti berjalan sehingga langkah kaki Kenzo pun terpaksa ikut berhenti.
Kenzo memandang wajah istrinya itu,”kau pasti tahu kenapa mood ku langsung berubah kan?” Ujar Kenzo pada Alesya.
“heei...!! aku tau, tapi aku tetap tidak suka melihat wajah suami ku berubah jadi Hulk begini.”canda Alesya.
“ayo kita ke kamar, aku capek.” Ujar Kenzo sambil menarik tangan Alesya untuk kembali berjalan ke kamar.
Namun Alesya menggelengkan kepalanya,”kalau wajah mu masih seperti itu maka aku tidak ingin masuk ke kamar bersama mu tuan Dayson!”
“heeem.. ini lebih baik dari pada wajah kusut tadi.” Alesya pun melanjutkan langkah kaki nya menuju kamar dirinya dan Kenzo.
Sementara itu Dyana juga sudah berada di depan Marcus dan Frans yang rupa nya masih berdiri di depan intu rumah Kenzo walaupun Kenzo sudah mengusir mereka berdua.
“apa yang kalian lakukan disini!!” Ujar Dyana dengan wajah betenya.
Dyana memandang kedua laki-laki itu bergantian. Dalam pikiran Dyana kedua laki-laki ini adalah dua sosok yang sangat menyebalkan. Yang satu menyebalkan karena suka mengatur ini dan itu. Sedangkan yang satu lagi menyebalkan karena tidak punya rasa terima kasih.
__ADS_1
Kalau bisa Dyana tidak ingin bertemu dengan mereke atau bahkan salah seorang dari mereka saat ini. Tapi entah mengapa malaikat malah menggerakkan kaki kedua laki-laki itu bersamaan ke rumah ini. Hingga Dyana menjadi tambah kesal setelah melihat wajah itu muncul bersamaan di depan pintu rumahnya.
“ada yang ingin aku bicara kan dengan mu Dyana!” ujar Marcus.
“tapi aku yang terlebih dahulu datang ke rumah ini. Jadi aku yang lebih berhak untuk bicara dengan Dyana terlebih dahulu. Kau pulang saja dan kembali besok pagi jika ingin berbicara dengan Dyana. Aaa... aku lupa, Kenzo sudah melarang mu untuk datang ke rumahnya. Jadi sebaiknya kau tidak perlu datang-datang lagi ke rumah ini.” Ungkap Frans dengan wajahnya yang menyebalkan.
“kau kira siapa diri mu sehingga aku berhak melarang ku datang menemui Dyana.” Seru Marcus.
“aku tidak melarang mu! Aku hanya menyampaikan pesan Kenzo tadi. Mana tahu kau tidak mendengarkan dengan baik apa yang baru saja Kenzo katakan!” ucap Frans, sambil menatap Frans dari atas ke bawah lalu ke bawah lagi.
“cukup!! Cukup!!!” ujar Dyana sambil setengah berteriak.
“aku ingin kalian berdua pergi dari sini dan jangan pernah datang ke rumah ini tanpa izin ku!!!” Dyana pun menutup pintu, membuat Frans dan Marcus terkejut.
***bersambung
otor mah tetap ama babang Kenzo aja deh... hehehe
__ADS_1