Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 29#Ska? hiks...#1


__ADS_3

“besok pagi?Jody terlihat terkejut. “Memangnya ayah membiarkan mu pulang secepat itu kak?’ Jody sungguh tidak yakin tuan Aldion yang sudah dianggapnya sebagai ayah akan membiarkan Alesya pergi secepat itu.


“ya!!bahkan ayah yang meminta ku untuk segera pulang ke kota.” Jawab Alesya singkat.


“jangan katakan kalau ayah.....???”Jody hening, dan tidak melanjutkan kata-katanya.


“ayah tidak apa-apa. Dia sudah menerima hubungan kami.”


“huft syukurlah.”Ucap Jody lega.


“kalau urusan di kota A selesai, aku harap kau kembali ke kota J untuk menemani ayah Jody.” Ujar Alesya pada pemuda yang sudah dianggapnya sebagai adik nya sendiri itu.


“tenang saja kak. Aku pasti akan pulang.” ungkap Jody. Jody pun tahu kalau kelak Alesya pasti akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan Kenzo dan keluarga kecil mereka.


“Baiklah Jody. Aku tidak bisa menelpon mu berlama-lama. Dan jangan lupa kau dan Monica mencari tahu dimana keberadaan Agnez saat ini. Karena rencana ini jadi kurang lengkap kalau dia menghilang.” Ucap Alesya, dingin.


“Aku dan Monica masih melacak keberadaan Agnez. Kakak tenang saja kita pasti akan menemukan dimana keberadaannya.” Jody yakin Agnez tidak berada di tempat yang jauh sebab di keluarga tuan Puji kelihatan masih tenang -tenang saja.


“Apakah Monica masih menepatkan orang-orang kita untuk memata-matai rumah keluarga tuan Puji dan keluarga Diningrat?” Tanya Alesya.


“masih kak. Tapi sama seperti biasanya tidak ada hal yang mencurigakan.” Ungkap Jody.


“baiklah. Kita bicara lagi ketika aku sudah kembali ke kota A. See you.” Alesya pun menutup panggilan itu. Alesya ingat tadi ia ingin ke kamar ayahnya untuk memberitahukan bahwa mereka akan kembali ke kota A besok pagi jadi Alesya memutuskan ke kamar ayahnya terlebih dahulu. Jika ayahnya setuju maka ia harus memberitahukan Skala untuk bersiap-siap pulang besok pagi. Semoga saja bocah itu belum tidur.


Di kamar, kenzo kembali melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai tadi. Kini dia sengaja membawa laptop itu ke atas tempat tidur dan menghadap ke arah pintu masuk kamar. Dia tidak ingin kejadian tadi kembali terulang.


“akhirnya selesai!!” seru Kenzo puas setelah menekan tombol enter di laptopnya itu. “Aku sungguh tidak sabar untuk kembali ke kota A dan melihat wajah Ronald.” Kenzo tersenyum smirk membayangkan betapa paniknya Ronald kalau uang perusahaannya raib dan pelakunya adalah anak dan istrinya. “ada bagusnya juga Agnez menghilang, paling tidak Ronald akan lebih menaruh curiga pada anak dan istrinya. Heh, ini lah balasannya atas apa yang telah kalian lakukan pada putra ku, istri ku serta ayah dan ibu mertua ku.” Gumam Kenzo dalam hati dan menutup laptopnya.


Ketika Kenzo sedang asik menyelesaikan pekerjaan sampingannya, Alesya pun sudah selesai menyampaikan kepada ayahnya, Aldion bahwa mereka akan kembali ke kota A besok pagi.

__ADS_1


Tidak mengejutkan sama sekali bagi Aldion mendengar hal ini dari putri nya malam ini. Dalam hati Aldion mengatakan pada dirinya sendiri bahwa hari ini esok atau pun lusa, semua ini hanyalah masalah waktu saja sebab faktanya mereka semua pasti akan segera kembali ke rumah mereka yang sebenarnya di kota A. Aldion sungguh sudah menyiapkan hati untuk hal ini.


“kala begitu aku akan ke kamar Skala ayah.” Ujar Alesya, lalu bangkit dari ranjang ayahnya itu.


“ya, katakan pada bocah itu untuk tidur lebih awal sebab besok dia akan melakukan perjalanan panjang untuk kembali ke kota A.” Pesan Aldion pada putrinya.


“Kau tenang saja ayah. Aku pasti akan meminta nya untuk tidur lebih awal.” Balas Alesya.


Aldion hanya tersenyum mendengar perkataan putrinya itu.


“baiklah ayah. Good nite.” Ucap Alesya dan keluar dari kamar itu.


Alesya pun langsung menuju kamar skala, dilihatnya jam tangannya dan ini masih terlalu dini untuk tidur. “apa dia mau aku suruh tidur jam segini?”


“kau sudah tidur Ska?” Tanya Alesya sembari membuka pintu kamar itu.


Terlihat Skala yang sedang asik bermain dengan tabletnya. “hai mom.” Sapa Skala melihat kedatangan mommy nya.


Alesya melangkah mendekat ke arah Skala. Sambil berjalan, Alesya merasa ada sesuatu yang aneh di kamar anak nya ini.


Alesya terus memperhatikan kamar Skala dengan seksama.”ada apa mom?” tanya Skala begitu Alesya sudah ada di dekatnya.


“Ska, ..”Ujar Alesya lalu diam sesaat, dia masih terpikir apa yang aneh dari kamar Skala.


“Ya...”Jawab Skala yang kini sudah meletakkan tabletnya ke samping.


“Heem..kita besok kembali ke kota A. Jadi sebaiknya kau tidur saja lebih awal malam ini. Biar mommy saja yang membereskan barang-barang mu.” Ujar Alesya sambil membelai kepala putranya itu.


Raut wajah Skala terlihat kaku ketika Aleysa mengatakan itu, membuat Alesya merasa ada sesuatu hal yang janggal.

__ADS_1


“Ada apa Ska?” Tanya Alesya pada putranya itu.


Skala mengambil telapak tangan Alesya yang sedang menyentuh kepalanya, dan membawa telapak tangan itu diatas paha nya.”Mommy, aku rasa aku ingin tinggal bersama kakek di kota ini.”Ujar Skala, kontan membuat Alesya terkejut.


“Kau ingin tinggal disini? Untuk berapa hari Ska?” tanya Alesya yang belum sepenuhnya paham akan maksud perkataan putranya.


“bukan untuk berapa hari mommy, tapi untuk sepanjang umur kakek.” Jawab Skala yakin.


“apa maksud mu Ska?” tanya Alesya dengan raut wajah bingung.


“mommy, aku tidak bisa meninggalkan kakek sendirian disini.” Ungkap Skala.


“kakek tidak sendirian nak. Ada kakek Damian dan nenek Rose yang akan menemani nya. Paman Steve dan paman Jody juga akan segera kembali ke kota J, jadi kau tidak perlu sekhawatir itu Ska.” Ungkap Alesya sambil mengeratkan pegangan tangannya pada tangan Skala.


“ne, mommy. Aku tetap ingin menemani kakek di sini. Please.. biarkan aku disini.” Tekad Skala sudah bulat. Dia memang tidak tega meninggalkan kakek nya kesepian di rumah ini. Memang ada banyak orang lain di rumah ini tapi di hati kakek akan tetap terasa kosong. Skala tahu benar akan hal itu.


Alesya masih terdiam. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya jika tidak ada Skala. Tapi Skala benar, ayahnya memang membutuhkan keberadaan Skala disini apalagi disaat-saat seperti sekarang ini.


“Ska, ..” Ujar Alesya, “aku tidak bisa memutuskan hal ini sendirian mesti aku memahami alasan mu untuk memilih tinggal bersama kakek mu di kota J, sebab hal ini juga harus mendapatkan izin dari daddy mu. Apakah kau sudah berbicara dengan daddy mu tentang planning mu ini?” Aleysa menatap putranya sendu, sebab kalau sampai Kenzo setuju maka itu artinya ia dan Skala akan hidup terpisah untuk jangka waktu yang lama. Dan Aleysa belum menyiapkan hati untuk hal sebesar ini.


“belum mommy.” Jawab Skala singkat.


“Kalau begitu sebaiknya kau temui daddy dan ceritakan rencana mu ini pada nya. Kalau daddy mu mengizinkan kau untuk tinggal bersama kakek mu maka aku pun akan merelakan hal itu.” Ujar Alesya pada putranya.


“Kenapa kau harus sedewasa ini Ska?” Ujar Alesya sambil memeluk putranya dengan segala perasaan yang campur aduk saat ini.


“kita ke kamar daddy?” ajak Skala masih dalam dekapan Alesya.


“Baiklah, kita ke kamar ku sekarang...”...................

__ADS_1


***bersambung..


Hayoo kira-kira kenzo izinin gak ya??????


__ADS_2