Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 41#Dasar Wanita Ular #8


__ADS_3

Kapten Dio menghela nafas panjang lalu...


”dari siapa anda mendengar hal itu nyonya Dayson?” tanya kapten Dio penuh selidik. “Bahkan para wartawan yang selalu stand by di kantor polisi itu pun belum mendengarkan tentang kematian tuan Ronald.” Dio kini malah menatap Alesya penuh curiga. Dalam Pikiran Dio, kalau sampai Alesya tahu tentang hal ini maka hanya ada dua hal yang mungkin terjadi yakni yang pertama Alesya adalah orang yang merencanakan pembunuhan tuan Ronald atau yang kedua bisa jadi ada orang-orang dari timnya yang menjual informasi kantor ke pihak luar alias informan.


Alesya dan Monica saling pandang. Alesya benar- benar merasa sudah salah dan bersikap kali ini. “mengapa aku bisa seceroboh ini??” Rutuk Alesya dalam hati karena telah datang begitu saja ke kantor polisi dan langsung bertanya tentang keadaaan ayahnya padahal Monia sudah mengingatkannya untuk tidak melakukan hal ini


Alesya benar-benar kehabisan akal. Ucapan yang sudah keluar dari mulutnya tidak mungkin dapat ia tarik kembali. ”mati lah aku kali ini,” seru Alesya dalam hati.


“tuan Kenzo yang mengabari kami kalau tua Ronald meninggal.” Ucapa itu keluar begitu saja dari mulut Alesya. “kau benar-benar tidak kreatif dalam berbohong Alesya.” Batin Alesya.


Tatapan curiga yang tadi nya terpancar dari mata Dio serta merta hilang usai mendengar penjelasan yang Alesya.


“tuan Kenzo rupanya.” Ujar kapten Dio.

__ADS_1


“Alesya mengangguk cepat.”


“nyonya Alesya, ayo ikuti saya ke-“


Ketika kapten Dio akan mengajak Alesya menuju ruangan nya untuk menyerahkan surat keterangan kematian Ronald, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel milik kapten Dio dari Jack.


“jenny?”gumam kapten Dio sangat pelan, lalu berhenti. “maaf nyonya Alesya, ada hal penting yang harus saya lakukan. Saya akan meminta anak buah saya untuk mengantarkan ke jenazah ayah anda.” Kapten Dio oun pergi begitu saja.


“apa kau tadi juga mendengar bahwa kapten Dio menyebutkan nama Jenny?” Tanya Alesya pada Monica.


Monica mengangguk yakin dan berkata, “ benar aku mendengar hal itu dengan sangat jelas. Pasti ada informasi tentang Jenny yang mereka peroleh. Kalua begitu bagaimana sekarang? Kita tetap menuju ke jenazah Ronald atau kita mengikuti kapten Dio secara diam-diam? Monica meminta pendapat Alesya apa yang seharusnya mereka lakukan, kedua hal ini sangat penting.


“Kau ikuti kapten Dio diam-diam sedang kan aku akan menyelidiki apa yang terjadi disini. Lagipula aku tadi ketika aku mengatakan kalau aku mendapat informasi ini dari Kenzo, kapten Dio langsung membuang kecurigaannya pada diri ku. Itu artinya Kenzo pasti sudah mendapatkan kabar ini dan dia pasti dalam perjalanan kemari. Aku perlu untuk bertemu dengan Kenzo juga untuk menanyakan mengapa dia menyembunyikan hal ini dari ku.” Jelas Alesya panjang kali lebar.

__ADS_1


“baiklah jika itu yang katakan Alesya.” Ujar Monica. “ aku akan mengikuti polisi diam-diam.”


“Hati-hati Monica!! Jangan sampai polisi tahu kalau kita ada maksud tersendiri untuk hal ini. Kalau kau perlu beberapa orang untuk bersama mu, kau bisa menggunakan orang-orang keluarga Rodio.” Tekan Alesya. Dia tidak ingin polisi tahu kalau dia juga mengincar Jeny untuk alasan nya sendiri.


“tentu saja Alesya. Tapi aku rasa untuk saat ini aku tidak memerlukan orang-orang itu. Aku hanya ingin tahu dimana tepat jenny bersembunyi saat ini. Untuk aksi berikutnya akan aku minta kau untuk memutuskan apa yang seharusnya kita lakukan.” Tukas Monica.


“Baiklah. Kalau begitu segera ikuti kapten Dio.”perintah Alesya.


Monica pun pergi meninggalkan ruang itu.


Tepat setelah Monica pergi meninggalkan Alesya, Kenzo sampai di kantor polisi itu setelah seharian berkendara di tengah macetnya kota....


***bersambung

__ADS_1


__ADS_2