Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 5 #Kembali ke rumah lama #5


__ADS_3

Kenzo melirik Jack, Skala dan Alesya bergantian. "Semoga kalian semua bisa berakting sempurna di depan kakek ku ini." Gumam nya dalam hati.


"Siapa nama mu nak? Dan benarkah kau adalah putri tertua keluarga Diningrat?" Tanya Albert, lalu memindahkan Skala untuk duduk di samping nya.


"Benar kek. Nama ku adalah Alesya Diningrat, putri tuan Ronald Diningrat dari mendiang istri pertama nya." Jelas Alesya, sopan.


"Jadi tanah yang kami beli dari tuan Ronald adalah tanah mendiang ibu mu?" Albert manggut-manggut seakan-akan memikirkan sesuatu "Sungguh dunia ini hanya selebar daun kelor. Tak ku sangka cucu ku akan menikah dengan mu."


"Tapi kalian berdua tetap bersalah di mata ku." Ujar Albert memasang wajah sangar nya.


"Aku akui aku bersalah karena tidak menceritakan hal ini padamu, kek. Tapi aku pun tidak tahu kemana mencari Alesya saat itu. Aku bahkan tidak tahu kalau dia pergi dengan membawa anak ku. Sampai akhirnya aku bertemu Skala dan seperti yang kakek lihat, dia mirip sekali dengan ku kan?" Kenzo sungguh pengarang cerita yang handal. Andaikan ada orang lain di sana niscaya mereka pun akan percaya begitu saja dengan cerita Kenzo.


"Aku mirip dengan mu paman? Mata mu pasti bermasalah!!" Sungut Skala.


"Setelah aku mendesak Alesya baru dia mengakui kalau Skala adalah putra ku." Lanjut Kenzo menyelesaikan cerita karangannya.


Alesya melirik Kenzo dengan penuh tatapan tidak percaya. "Bisa-bisanya dia menjadikan ku tameng bagi diri nya di hadapan kakek nya. Awas saja kau nanti Kenzo Dayson!!" Gumam Alesya kesal.

__ADS_1


"Ada yang ingin kau katakan nak?" Tanya Albert dengan lembut pada Alesya.


"Saat itu aku pun tidak tahu kalau aku sedang hamil kek. Dan aku pun tidak tahu kemana mesti mencari Kenzo. Kami awal nya bertemu tidak sengaja dan akhirnya kami saling jatuh cinta. Saat itu kami masih sangat muda kek, yang ada dalam pikiran dan hati kami hanya cinta. Dan kami melupakan segala nya. Termasuk bertanya lebih dalam mengenai keluarga kami masing-masing. Di mata ku saat itu, Kenzo hanya seorang pemuda yang belum memiliki sebuah pekerjaan karena setiap kali aku ke taman dan bertemu dengan nya, dia pasti sedang duduk santai tanpa melakukan apapun." Alesya mulai mengarang cerita versi nya.


"what?!!! dia bilang aku pengangguran?" Seru Kenzo kaget, dalam hati.


Alesya menarik nafas dalam."seandainya pun saat itu aku tahu aku sedang hamil, aku pasti tetap tidak akan mencari Kenzo. Karena saat itu tidak ada apapun yang bisa aku harapkan darinya." Alesya memasang wajah sedih.


"Hidupku sungguh sulit saat itu. Hamil diusia muda tanpa seorang suami.Biarlah hanya diri ku seorang yang tahu betapa sulit bagi ku untuk bertahan hidup saat itu,walau hanya sekedar bernafas lega atau pun berjalan dengan kepala tegak tanpa hinaan orang-orang, hiks!!" Alesya mulai menangis.


"Pintar sekali wanita ini, dia membalikan keadaan!!." seru Kenzo dalam hati.


"Mommy... "Skala pun ikut ambil andil dalam sandiwara keluarga ini. " Kalau mommy tidak suka disini, sebaiknya kita kembali ke gubuk kita saja." Skala mencoba mengambil kesempatan ini untuk lepas dari Kenzo. Skala berpikir ini adalah kesempatan yang tepat untuk pergi dari kekacauan ini.


"Tidak!! Kalian tidak boleh kemana-mana!!!"Albert segera mengambil Skala dan memeluknya.


Raut wajah Skala berubah suram seketika. " Kenapa dia menggendong ku lagi?" Gumam Skala dalam hati, "habis sudah harga diri ku malam ini."

__ADS_1


"Kenzo Dayson! Jangan pernah kau biarkan mereka menderita sepertinya dulu. Atau akan ku hapus kau dari ahli waris ku." Ancam Albert.


Kenzo hanya bisa menghela nafas kasar mendengar statemen kakek nya. Tanpa harta dari keluarga Dayson pun, Kenzo sebenernya telah sangat kaya dari perusahaan nya yang dirintisnya sewaktu meninggalkan kota D dulu.


"Mengapa jadi runyam seperti ini?" Seru Jack yang bingung drama keluarga ini malah jadi merembet ke masalah warisan keluarga.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mereka kakek! Percaya lah pada ku." Ucap Kenzo yakin dan menatap lekat pada Alesya hingga membuat wanita itu merinding.


"Kenapa dia berkata begitu dengan ekspresi yang serius seperti itu!!" Pikir Alesya risih.


"Aku senang mendengarnya." ujar Albert. "Aku akan tidur disini malam ini." Seru Albert. Sontak semua orang jadi kaget.


"Tapi disini hanya ada dua kamar kek." Cegah Kenzo cepat.


"Jadi masalahnya apa? Kau tidur dengan istri mu dan aku akan tidur dengan cicit ku. Dan ingat, aku harap dalam beberapa bulan ke depan aku akan mendengar kabar baik dari kalian berdua!! Anggap saja itu sebagai ganti rugi dari kalian karena telah membuat aku kehilangan masa-masa ku bersama cicit ku yang tampan ini."


Kenzo dan Alesya hanya bisa saling tatap. Karena bagaimana caranya mereka dapat memberikan kabar baik ke Kakek Kenzo kalau pernikahan mereka hanya kontrak.

__ADS_1


Kini mereka benar-benar akan terjebak dalam permainan yang mereka buat sendiri.


**Bersambung..


__ADS_2