
#Flash back off
“Nek!! Tenang kan diri mu!” Ujar Kenzo sambil mendekat kearah sang nenek yang terlihat sangat marah.
Sesuai dengan rencana Kenzo dan ALesya, jika sang nenek mengamuk maka cucu kesayangan lah yang harus maju terlebih dahulu untuk menenangkannya.
“Ambilkan kursi!” Perintah Kenzo pada salah satu staff hotel yang stand by di ruangan itu.
Romano pun mendudukkan Mary yang terlihat sudah menangis sedih itu di kursi yang berikan oleh pelayan tadi.
Kenzo menyamakan tinggi posisinya dengan sang nenek yang duduk sambil bersujud di depan sang nenek.
“Nek.. apakah kau marah? Kalau kau marah maka marahi lah aku sebab semua ini adalah rencana ku nek! Aku lah yang mengatur pernikahan ini.” Ujar Kenzo sambil menggenggam tangan Mary yang gemetaran menahan emosi yang meluap-luap di hati nya saat ini.
“Nek.. kalau nenek ingin memukul seseorang untuk meluapkan perasaan Marah nenek, maka pukullah aku nek! Aku tidak keberatan nenek memukul ku!” Ujar Kenzo lagi sambil memukul-mukulkan tangan Mary ke dada nya.
__ADS_1
“Tapi setelah itu aku mohon, restui lah pernikahan paman dan bibi.” Ujar Kenzo sambil menghapus air mata di pipi sang nenek.
“Kenapa Kenzo!! Kenapa kau melakukan ini semua!!” Seru Mary berlinangan air mata.
“Tidak kah kau ingat bahwa laki-laki itu lah yang telah menyebabkan kematian kedua orang tua mu! Dia lah yang telah membunuh putri ku Jodytia!!!!” Teriak Mary sambil terisak-isak.
“Tidak nek!! Tidak!! Nenek salah!! Paman sama sekali tidak terlibat dalam kecelakaan yang merenggut nyawa ayah dan ibu ku nek! Tapi aku lah! Aku lah yang telah menyebabkan kecelakaan itu.” Tegas Kenzo.
“Apa maksud mu Kenz?!” Seru Mary yang tidak percaya dengan apa yang baru saja Kenzo katakana.
Alesya mendekat pada Kenzo dan menyerahkan kotak itu pada Kenzo.
Kenzo mengambil kotak tersebut lalu mengeluarkan isi kotak itu satu persatu.
“Nek. Apa kau tahu benda ap aini?” tanya Kenzo sambil memperlihatkan bola kaca pemberian sang ayah.
__ADS_1
“Itu adalah bola kaca yang berisi boneka salju pemberian Albert pada mu.” Ujar Mary yang sangat ingat dengan bola kesayangan Kenzo itu.
“Nenek benar. Ini adalah hadiah dari ayah ku dan sewaktu aku kecil ini adalah benda yang paling berharga dalam hidup ku nek.” Ujar Kenzo.
“Tapi tahu kah nenek, karena benda inilah akhirnya mobil kami mengalami kecelakaan waktu sebab bola kaca ini terjatuh dari tangan ku ke arah bawah kaki supir yang menyebab supir tidak focus dan menambrak pembatas jalan.” Terang Kenzo.
“Semua perkataan ku ini benar nek! LIhatlah aku bahkan punya rekaman cctv yang dapat membuktikan bahwa perkataan ku ini.” Tegas Kenzo.
“Tapi apakah nenek tahu, mengapa semua kekeliriun ini bersarang di kepala kita berdua selama ini, itu karena paman ku yang bodoh itu,” Tunjuk Kenzo pada Marcus yang masih berdiri tegar di samping Dyana, “lebih memilih menerima tuduhan yang diarahkan kepada nya dari pada membuat trauma ku pasca koma selama lima tahun ini membuat kesadaran ku Kembali hilang!” Teriak Kenzo.
“Dia.. laki-laki ini!! Menerima semua tuduhan yang diarahkan kepadanya dan menelan semua tuduhan itu mentah-mentah tanpa memperdulikan bagaimana tanggapan orang mengenai dirinya.” Tunjuk Kenzo pada Marcus dari tempatnya bersujud.
Mata Mary langsung terbelalak mendengar penjelasan Kenzo.
“Kalau nenek tidak percaya, aku sudah menyimpan video cctv yang ada di dalam plasdisk ini ke dalam ponsel ku! Nenek bisa melihat nya.” Kenzo meletakkan ponselnya di tangan Mary.
__ADS_1
“Tapi bagaimana itu bisa terjadi!! Aku -aku -aku sungguh tidak dapat mempercayai itu!!!” Mary menutup wajahnya dengan kedua tangannya.