Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 12#Kau milik ku selamanya#2


__ADS_3

Tubuh Alesya kembali bergetar hebat. Kini bulu roma nya pun ikut naik. Alarm tanda bahaya sudah berbunyi dari tadi. Alesya harus segera mencari jalan keluar walaupun sedari tadi ia bahkan tidak bisa berpikir apapun. Kenzo benar-benar menguasai medan pertempuran ini.


"Deg.. "


"Deeg... "


"Deeeeg... "


Hanya debaran jantungnya yang dapat ia dengar saat ini.


Jujur, menikah dengan Kenzo memang tidak pernah Alesya rencana kan tapi keuntungan yang ia dapat dari pernikahan ini juga tidak Alesya pungkiri.


Alesya bingung mesti menjelaskan apa pada Kenzo yang sedari tadi mendesak nya untuk berkata jujur.


"Kau masih tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya pada ku Alesya?" Kenzo menghirup wangi tubuh Alesya yang keluar dari leher yang mulus itu.


"Wangi tubuh wanita ini benar-benar membuat ku candu." Batin Kenzo.


Kenzo menarik mundur kepala nya. Kini wajah nya kembali menatap wajah cantik wanita muda itu.


Pandangan Kenzo tidak bisa berhenti menatap wajah Alesya. Mata indahnya, hidung mancung nya, dan bibir sexy nya membuat Kenzo hampir saja kehilangan kendali atas diri nya sendiri.


"A-aku tidak pernah bermaksud seperti itu." Ucap Alesya, gugup.


"Benar kah?" Tatap Kenzo penuh selidik.


Alesya mengangguk cepat. " Benar. Percayalah pada ku." Alesya berusaha meyakinkan Kenzo.


Sayangnya Kenzo hanya tersenyum dan tetap tidak melepaskan Alesya.


Kenzo memejamkan matanya sesaat dan tak berkata apapun. Membuat Alesya menduga-duga apa yang sedang dipikirkan oleh pria ini.


"Apa yang sedang ia pikirkan??" Gumam Alesya dalam hati, Panik.


Alesya menggenggam erat gaunnya. Sambil berharap Kenzo segera melepasnya.


Kenzo membuka matanya dan berkata, "Kau benar-benar tidak menggunakan kesempatan yang telah aku berikan untuk berkata jujur Alesya. Mungkin aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu agar mulut mu bisa berkata jujur." Kenzo mendekatkan wajah nya pada Alesya, dan menc**m Alesya dengan lembut.


C**man itu sontak Alesya terkejut.Dia ingin menolak tubuh Kenzo menjauh darinya tapi entah mengapa semua tenaga nya mendadak hilang saat itu juga. Kini dia hanya bisa diam terpaku sambil menggenggam erat gaunnya.


Kenzo tersenyum dan melepas c**man nya.


"Kau menyukainya." Ujar Kenzo, membersihkan bibirnya dengan jempolnya.


Wajah Alesya memerah mendengar ucapan Kenzo yang tanpa filter ini. Dan ia memalingkan wajah nya.


"Apa kini kau masih tidak ingin berkata jujur pada ku?" Kenzo kembali bertanya.


Alesya kembali tidak menjawab. Dia menutup rapat mulut nya


"Sungguh wanita yang keras kepala." Ujar Kenzo dalam hati.


Kenzo menarik dagu Alesya dengan tangannya. "Haruskah aku menc**m mu sekali lagi agar kau bisa jujur pada ku?"Kenzo sengaja menatap bibir Alesya seakan ia ingin memberitahu Alesya bahwa dia siap untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar ciuman.


Alesya sadar kalau ia masih tetap diam maka ia tidak akan selamat malam ini. Jadi mau tidak mau Alesya memutuskan untuk berkata jujur pada Kenzo.


"Baiklah.Akan ku katakan." Alesya mencoba menyingkirkan tangan Kenzo. "Tapi bisa kah kita membicarakan nya di sofa itu?" tunjuk Alesya dengan lirikan matanya.


"Ternyata aku harus menc*um mu terlebih dahulu baru setelahnya kau akan mau bicara jujur pada ku." Sindir Kenzo. "Bukan cara yang buruk!" Ujar laki-laki tampan itu sambil mundur satu langkah ke belakang.


"Kau yakin ini membicarakan nya di sofa bukan di ranjang kita?" Ujar Kenzo sambil tersenyum nakal dan menunjuk tempat tidur mereka.


"Aku sama sekali tidak keberatan mendengar semua cerita mu di atas ranjang." Lanjut Kenzo sambil terus berjalan.


Tubuh Alesya langsung lemas begitu Kenzo melepaskan kungkungan tangannya. Bagaikan baru mendapatkan sejumlah oksigen, Alesya berkali-kali menarik nafas dalam.


Setelah yakin dapat menguasai dirinya kembali, Alesya berjalan menuju sofa.


"Baiklah nona Alesya Diningrat. Aku sudah siap untuk mendengar semua penjelasan mu." Ujar Kenzo sambil menyilangkan kakinya.


Alesya menelan salivanya. Dengan seluruh keberanian nya yang tersisa dia memberanikan diri menatap Kenzo.


"Aku akui bahwa kepulangan ku ke kota A bukan lah untuk bereuni dengan keluarga ku." Alesya mulai menjelaskan alasan ia kembali ke kota ini.


"Aku kembali ke kota ini untuk merebutnya kembali semua yang menjadi hak ku." Lanjut Alesya dan menatap Kenzo dengan mata bulat nya nan indah.

__ADS_1


"Aku minta maaf karena melibatkan mu dalam masalah ku. Tapi sungguh tuan Dayson, aku tidak pernah berencana untuk itu."Alesya berusaha meyakinkan Kenzo.


Kini Alesya sadari bahwa berada bersebrangan dengan Kenzo bukan lah hal yang baik bagi nya.


Peringatan yang diberikan Kenzo barusan cukup membuat seluruh tulang-tulang Alesya menyublin.


"Kalau kau memiliki ingatan yang baik maka kau pasti ingat, kaulah yang meminta ku untuk menikah dengan mu." Ucapnya pelan. "Aku bahkan sudah menolak ketika itu." Lanjut Alesya.


"Tapi fakta bahwa kau datang ke perusahaan ku membuktikan kau sudah dari awal mengincar ku. Apa aku benar nona Alesya."Mata Elang Kenzo seakan mencoba mencari kebenaran dalam bola mata Alesya.


Alesya menelan saliva nya. Dia yakin Kenzo pasti sudah menyelidiki tentang diri nya. Berbohong saat ini sama saja seperti menggali kuburan sendiri. Apalagi saat ini ia tengah berada di rumah Kenzo, dan lebih parahnya di kamar pribadi pria itu dengan status sebagai istri pria itu. Memangnya siapa yang akan menolong nya jika tiba-tiba Kenzo menerkamnya. Bukankah saat ini Kenzo adalah suami sah nya.


"Aku harus berkata jujur." Batin Alesya.


"Aku tidak akan memungkiri hal itu tuan Dayson. Tidak hanya diri mu, semua hal yang berkaitan dengan Agnez dan keluarga Diningrat tidak ada yang luput dari pantauan ku. Tapi aku tegaskan sekali lagi, aku tidak pernah ingin mengikat mu dalam sebuah pernikahan dan menggunakan pernikahan itu untuk membalas dendam ku. Aku bukanlah tipe wanita yang sebrengsek itu yang tidak menghargai sebuah pernikahan."


"Lalu kenapa kau bersedia menikah dengan ku?" Tanya Kenzo.


"Karena kau dulu pernah menyelamatkan ku. Kalau bukan karena mu, aku tidak akan bisa bertemu dengan ayah kandung ku dan melahirkan Skala. Aku pasti sudah terkurung bersama pria tua yang bernama Puji itu." Jelas Alesya.


"Heeem.. jadi kau menikah dengan ku karena kau merasa berhutang budi pada ku?"


"Terserah kau mau percaya atau tidak. Tapi hanya itu alasan yang ku miliki." Tegas Alesya.


"Benarkah kau tidak pernah bermaksud untuk menggunakan pernikahan kita sebagai alat balas dendam mu?"


Alesya mengangguk dengan yakin. "Berapa kali harus aku katakan, tidak. Aku tidak pernah berpikir seperti itu."


"Lalu apa arti pernikahan bagi mu?" Kenzo menatap Alesya dalam.


"Bagi ku pernikahan itu sakral. Dan harus dilandasi dengan cinta." Jawab Alesya spontan. Sebenarnya ia tidak tahu harus menjawab apa. Karena ia sendiri selama ini tidak pernah memikirkan hal itu. Menikah pun sepertinya tidak pernah ada dalam kamus hidupnya. Bagi Alesya, pria dalam hidupnya hanya ada satu yakni ayah Skala. Walaupun ia tidak tahu siapa pria itu sebab saat itu Alesya tidak sempat melihat dengan jelas wajah pria itu. Tapi dari samping terlihat ia masih muda dan sangat tampan.


Kenzo berdiri dan berjalan menuju meja di sudut kamar itu. Di bukanya salah satu laci di meja itu dan diambil nya sebuah map yang berisi dua lembar kertas.


Kenzo membawa kertas-kertas itu ke hadapan Alesya. Dan merobek kertas-kertas tersebut.


Alesya bingung melihat perbuatan kenzo.


"Apa maksudnya ini tuan Dayson?" Tanya Alesya.


"Milik ku? ta-tapi bagaimana bisa ada di laci meja mu? Dan mengapa kau merobek kontrak pernikahan kita? "


"Aku yang menyuruh Jack untuk memindahkannya ke laci ku ketika kau asik bersandiwara di kediaman Diningrat tadi." Jelas Kenzo.


"Lalu kenapa kau merobek kertas-kertas itu?" Tanya Alesya tidak paham alasan Kenzo merobek kertas-kertas itu. Apakah pria ini marah karena ia merasa Alesya mempermainkan nya dan ingin memutuskan kontrak pernikahan mereka? Kalau begitu Alesya akan merasa sangat bahagia. Tapi bagaimana kalau bukan itu alasan pria ini merobek kertas-kertas itu? Mendadak rasa bahagia tadi lenyap. Alesya benar-benar dibuat bingung.


"Karena kita sudah tidak memerlukan kontrak itu lagi." Ujar Kenzo dengan suara beratnya.


Alesya kembali merasa senang berpikir Kenzo akan menceraikannya. Tapi kesenangan itu hanya dapat Alesya rasakan sepersekian detik saja sebab perkataan Kenzo selanjutnya membuat Alesya tak bisa berkata apa-apa.


"Bukan kah kau tadi mengatakan bahwa kau menikah dengan ku karena kau ingin membalas budi pada ku? Maka lakukan lah hal itu dengan benar mulai dari sekarang." Ujar Kenzo membuat Alesya bingun. "Dan kau juga mengatakan bahwa bagi mu pernikahan adalah sebuah hal yang sakral dan harus dilandasi cinta, kalau begitu mulai dari sekarang kau harus belajar untuk mencintai ku." Tukas Kenzo.


"Kenz..!! Seperti nya ada yang salah." Ucap Alesya dengan wajah yang masih penuh dengan kebingungan.


"Benar aku menikah dengan mu karena ingin membalas budi kau telah membantu ku. Tapi aku tidak pernah mengatakan akan menikah dengan mu untuk selama nya. Lalu kenapa aku harus belajar untuk mencintai mu?


" Bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau pernikahan harus dilandasi dengan cinta, itu lah sebabnya kau harus belajar untuk mencintai ku." Jawab Kenzo seenaknya.


"Tapi bukan itu maksud ku Ken!!" ujar Alesya mulai cemas.


"Lalu apa maksud mu? Kau hanya ingin menikah dengan ku selama setahun dan menggunakan ku sebagai alat balas dendam mu?" Kenzo mulai memojokan Alesya.


"Tidak!! Aku tidak pernah bermaksud begitu!!" sahut Alesya membela dirinya.


"Kalau begitu kau bisa mulai belajar mencintai ku." Ungkap Kenzo, tidak mau kalah.


"Aku tidak bisa!!!" Ujar Alesya tiba-tiba.


"Kenapa! Kenapa kau tidak bisa!" Hati Kenzo tiba-tiba sakit mendengar penolakan Alesya. Dia tidak menyangka Alesya akan berkata demikian. Paling tidak setelah malam yang mereka habiskan bersama ketika di resort, Kenzo yakin Alesya memiliki perasaan untuk nya. Tidak mungkin wanita itu mau menyelamatkan hanya karena balas budi semata.


"Karena hanya ada satu laki-laki dalam hidup ku Kenz." Jawab Alesya sambil memejamkan mata. Ia tidak tahu apakah jawaban nya ini akan menolongnya atau akan mendorongnya lebih dalam dalam kemarahan Kenzo.


"Kau sudah memiliki seseorang di hati mu?" Tanya Kenzo, terluka.


Kenzo merasa ada yang sakit didada nya mengetahui ada laki-laki lain di hati Alesya.

__ADS_1


Alesya menelan saliva nya. Dan mengangguk


"Aku tidak akan membiarkan mu bersama nya Alesya!! Kau adalah wanita ku, istri ku bahkan ibu dari putra ku. Aku tidak akan membiarkan mu bersama orang lain." Tekad Kenzo dalam hati.


"Aku akan membuat mu tetap ada disisi ku selama nya!!" Kenzo mulai menjadi terbakar amarah membayangkan Alesya menyukai pria lain.


"Jadi berapa lama!! Berapa lama kau ingin menjadi istri ku? Setahun?" Kenzo menarik pinggang Alesya hingga tubuhnya dan tubuh Alesya menjadi sangat dekat.


"Lepas kan aku Kenz!!!" Alesya berusaha untuk lepas dari pelukan Kenzo.


"Jawab aku Alesya! Apa kau hanya ingin menjadi istri ku selama setahun???"


"ya!! Ya!! Aku hanya ingin menjadi istri mu selama setahun!!" Jawab Alesya masih mencoba untuk keluar dari pelukan Kenzo.


"Baiklah!! Kalau begitu mulailah untuk menjalankan kewajiban mu sebagai seorang istri mulai dari malam ini ingga 364 malam ke depan nya."


Kenzo menggendong Alesya dengan paksa. Dan melemparkan tubuh mungil itu ke tempat tidur.


"Apa yang kau lakukan Kenz!! Kau jangan gila Kenzo!!!" Teriak Alesya ketakutan.


"Bukan kah sebagai seorang istri sudah kewajiban mu untuk melayani suami mu Alesya!!" Kenzo mulai membuka jas yang dipakainya dan melemparkan jas itu sembarangan.


"Kenz!! Kau tenang dulu. Aku -aku- tidak bermaksud seperti itu." Ujar Alesya panik karena Kenzo mulai melepaskan satu persatu kancing kemeja nya.


"Berhentilah bertele-tele dengan ku Alesya." Ujar Kenzo sambil terus membuka kancing kemeja.


"Cepat kenakan kembali baju mu Kenz!!?" Jerit Alesya ketakutan.


"Kenapa kau mesti ketakutan Alesya. Ini bukan pertama kali bagi kita menghabiskan malam bersama kan?" Kenzo melepas kemeja nya.


Alesya terus mundur ke belakang hingga tubuh nya sudah tidak dapat mundur lagi sebab sudah menyentuh bagian kepala tempat tidur.


"Aku harus memberi mu pelajaran, Alesya." Batin Kenzo.


"Kenzo aku mohon!!" Jerit Alesya.


Kenzo membuka ikat pinggangnya.


"Ya tuhan!! Apa yang akan dia lakukan??" Jerit Alesya dalam hati.


Kenzo menarik kaki Alesya tapi Alesya terus menendang tangan Kenzo sekuat tenaga.


"Jangan membuat ku berbuat kasar pada mu Alesya." Kenzo mulai naik ke atas tempat tidur.


Dengan sebuah senyuman predator di wajah nya Kenzo terus maju dan mendekat ke arah Alesya.


"Kenz!! Aku mohon!!!" Alesya meringkuk memegangi kedua lututnya.


Ketika Kenzo hampir sampai dihadapannya, Alesya menangis dengan membenamkan wajah nya diantara kedua kaki nya.


Walaupun kecewa dengan jawaban yang diberikan Alesya, tapi Kenzo sebenarnya tidak bermaksud memaksa Alesya melayani nya malam ini. Ia hanya ingin memberi pelajaran wanita itu.


"Apa dia bodoh!!!" Tukas Kenzo dalam hati. "apa yang dia pikirkan? Celana ini saja belum aku buka. "


Kenzo membelai lembut kepala Alesya. "Kau mau tidur dengan posisi seperti itu?" ujar Kenzo lembut. "Berbaringlah disamping ku. Bukankah setiap malam kita tidur bersama. Mengapa malam ini kau sangat ketakutan?Aku tidak akan memakan mu."


"Tenanglah Alesya, aku tidak akan memaksa mu untuk melayani ku malam ini. Tapi bukan berarti kau tidak menjalankan tugas mu sebagai seorang istri. Jangan pernah tanyakan lagi tentang kontrak itu. Anggap menjalankan pernikahan dengan ku adalah kompensasi yang kau berikan karena telah melibatkan ku sejauh ini." Gumam Kenzo dalam hati.


Kenzo mencium kepala Alesya dan berbaring dengan tenang di samping Alesya yang masih dalam posisi meringkuk.


Alesya yang merasakan tangan Kenzo membelai kepalanya sempat sangat ketakutan tapi begitu ia mendengar semua perkataan Kenzo berlahan rasa takut nya menghilang. Sekarang ia malah merasa bodoh sendiri. Untuk apa tadi ia berteriak-teriak seperti orang gila.


Setelah merasa Kenzo tertidur Alesya mengangkat wajah nya.


Dilihatnya laki-laki yang tertidur dengan celana panjang dan tanpa atasan di sampingnya.


Berlahan Alesya membaringkan dirinya. Sebenarnya masih ada rasa takut yang tersisa membayangkan Kenzo menggendong nya dan melemparkan nya ke atas tempat tidur. Tapi dia yakin, Kenzo adalah pria yang akan memegang perkataannya.


###


Hai.. hai.. hai...


cerita sedikit dong. kamu-kamu tahu novel "Perjuangan cinta mr.. arrogant ini dari mana? Tulis di kolom komentar ya...? Soal nya otor penasaran... hehehe..


Oo.. iya.. jangan lupa untuk like, komen dan vote ya... 🥰

__ADS_1


__ADS_2