Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 19#Menjelang pulang Ke Mansion Rodio#1


__ADS_3

Kenzo memeluk istrinya dengan erat dan berkata,”aku sangat mencintai mu Alesya Dayson. Apa kau meragukan kesungguhan ku?” Kenzo mengerti kegundahan yang dirasakan oleh Alesya. Hubungan yang mendadak berubah diantara mereka tentu saja tidak akan begitu saja mendapatkan restu dari ayah Alesya.


“Kenz, apa yang harus aku lakukan jika ayah meminta ku memilih antara dia dan diri mu?”ujar Alesya lemah. Hatinya sangat takut jika ayahnya akan mengajukan pertanyaan itu padanya. Sebab ia takkan pernah bisa memilih satu diantara dua laki-laki yang sangat berarti di dalam hidupnya itu.


“aku tidak akan pernah membiarkan dia meminta mu untuk memilih antara diri ku dan dia. Percayalah pada ku sayang.” Jawab Kenzo yakin. Dan mencium pucuk kepala Alesya.


Alesya menarik nafas dalam. Digenggamnya erat tangan Kenzo seakan-akan ia takut kehilangan Kenzo.


“Alesya..”Bisik Kenzo di telinga Alesya.


“Ya... “jawab Alesya seadanya, memanda lurus ke depan dan benar-benar kosong sebab pikirannya entah berada dimana saat ini.


“Heeem.. aku tidak akan kemana-mana.” Seru Kenzo setengah berbisik di telinga Alesya.


“Heeeem...”Jawab Alesya yang masih termenung, masih belum fokus pada pertanyaan Kenzo.


“Aku katakan, aku tidak akan kemana-mana.” Ulang Kenzo sekali lagi.


“lalu..”Alesya menoleh pada Kenzo. Dikedipkannya matanya beberapa kali. Dia bingung dengan pertanyaan yang Kenzo ajukan.


“kau menggenggam tangan ku terlalu erat.” Ucap Kenzo pelan sambil menatap mata istrinya itu. Sontak hal itu membuat Alesya langsung melepaskan genggaman tangannya.


Kenzo tertawa melihat tingkah Alesya yang reflek melepaskan tangannya kemudian Kenzo meraih tangan mungil itu kembali dan langsung menggenggam nya erat. “apa aku meminta mu untuk melepaskan genggaman tangan ku?” Ujar Kenzo pada Alesya namun wanita itu hanya diam dan terus memperhatikan Kenzo bicara. Kemudian Kenzo mengulangi perkataannya lagi, “sayang, apa aku meminta mu untuk melepaskan genggaman tangan ku?” Alesya menggeleng. “Aku –“ Alesya ingin menjelaskan mengapa ia melepaskan tangan Kenzo namun dengan cepat Kenzo memotong pembicaraannya. Sambil tersenyum Kenzo berkata, “sesakit apapun kau menggenggam tangan ku, jangan pernah berpikir untuk melepaskannya.” Lalu Kenzo mengedipkan matanya menggoda Alesya.


“kau memang ahlinya dalam menggoda wanita tuan Dayson.” Ujar Alesya, tersenyum.


“aku senang akhirnya kau kembali tersenyum.” Kenzo mencium pipi Alesya. “Apa kita akan melakukannya disini atau di kamar kita?” Ucap Kenzo tanpa filter dan langsung mendapatkan hadiah cubitan dari Alesya di pinggangnya.


“Dasarr!!” Ujar Alesya sambil mencubit Kenzo.


“Owwgh!! Nyonya Dayson kau senang sekali bermain kasar akhir-akhir ini.”ujar kenzo dengan menyipitkan matanya. Kenzo selalu senang menggoda istrinya itu sebab percayalah hal itu selalu berhasil membuat wajah Alesya menjadi merah padam.


“Aku pasti sudah kehilangan akal ku hingga jatuh cinta pada buaya seperti mu tuan Dayson.” Alesya melepaskan tangan Kenzo yang memeluknya lalu berbalik dan mengaitkan lengannya di leher Kenzo.


“kau memandang ku sebagai buaya sebab kau adalah pawangnya para buaya. Lihat lah baru saja kau berhasil membuat seekor buaya pulang dengan hati remuk redam dari rumah ku.”Ujar Kenzo sambil memeluk pinggang mungil milik istrinya. “ Dan buaya lainnya sedang menunggu keputusan mu di luar sana.”


“Heeem.. tidak semua laki-laki di luar sana adalah buaya tuan Dayson. Tapi kau terlihat sangat asli.” Ejek Alesya.


“Aku hanya begini di depan mu sayang. Orang lain tidak akan pernah tau aku memiliki sifat dan sikap semanis ini.” Jawab Kenzo yakin. “ Dan kau adalah penyebab semua sifat dan sikap aneh ku ini!!!” Kenzo mengeratkan pelukannya membuat tubuh Alesya semakin mendekat pada nya.


“Heemm berani-berani nya tuan Dayosn menyalahkan ku atas semua sifat asli yang memang sejak dulu kau miliki!!!”


“kalau istri ku yang sangat aku cintai ini tidak percaya, apalah daya ku.” Ucap Kenzo seakan-akan bersedih.


“seharusnya kau tidak menjadi seorang pengusaha Kenzo Dayson!! Sebab akting mu sangat bagus!!” Seru Alesya.


“ benarkah? Aku saya aku lebih expert di hal yang lain misal di atas-“ Alesya buru-buru memijak kaki Kenzo sebab kalau tidak mulutnya yang tanpa filter itu akan berkata yang aneh-aneh lagi. Ada banyak pelayan di rumah ini. Dan mereka saat ini bukan nya berada di kamar mereka namun berada tempat umum yang pelayan bisa saja mondar -mandir tanpa mereka sadari .


“Auuugh!! Kau selalu menyakiti tubuh ku nyonya Dayson!!” ujar Kenzo pura-pura berang sebab Alesya memijak kaki nya.

__ADS_1


‘Dan kau selalu bicara seenak mu tanpa melihat situasi dan kondisi!!” Balas Alesya dengan wajah serius.


“kapan aku berkata begitu? Lagi pula ini adalah rumah ku. Dan pelayan disini di ajarkan untuk menjadi tuli, bisu dan buta. Jadi mereka tidak akan mendengar, tidak akan berani melihat kita dan tidak akan berani untuk bicara tentang kita.” Jelas Kenzo sambil memasang senyum terbaik yang ia miliki.


“Hudt!!” Alesya menghela nafas. “Aku tidak akan pernah menang beradu argumen dengan mu tuan Dayson.” Ujar Alesya sambil menyipitkan mata nya.


“Tapi aku telah lama kalah dan menjadi tawanan cinta mu nyonya Dayson.”ujar Kenzo manja. Sungguh aneh sejak bersama Alesya Kenzo terus saja mengeluarkan kata-kata ajaib yang entah dari mana muncul di kepalanya.


Kenzo mendekatkan wajahnya sebab ia sudah tidak tahan ingin mencium istrinya yang sedari tadi menarik ulur hasrat nya sebagai seorang lelaki. Namun ketika jarak diantara mereka hanya sebatas hembusan angin tiba-tiba..


“Apa kalian harus selalu melakukannya di tempat terbuka seperti ini?” Seru Dyana yang datang entah sejak kapan.


“Apa tidak ada ruangan lain yang bisa kau tuju bi’? Ujar Kenzo berang. “Ada begitu banyak ruangan di rumah ini tapi kau malah terdampar di ruangan ini?” sungut Kenzo sebab Dyana mengganggu ritualnya.


“hah? Kau malah menyalahkan ku?’ kini gantian Dyana yang bersungut. “Aku sungguh iri pada mu Alesya..” Ujarnya dan pergi begitu saja.


Kenzo melihat Dyana yang pergi kemudian kembali menarik pinggang istrinya. Dia ingin melanjutkan kegiatannya yang sempat terganggu dengan kedatangan Dyana tadi.


Kenzo kembali ingin mencium istrinya itu namun kali ini...


“Apa paman Steve sudah pulang?” Suara Skala langsung membuat dua insan itu kembali menjarak secara otomatis. Kedua nya jadi salah tingkah.


Alesya tersenyum sedangkan Kenzo meringis. Lalu Skala dengan wajah polos nya benar-benar tidak memahami makna wajah kedua orang tuanya yang kelihatan berbeda satu dengan lainnya itu.


Kenzo menarik nafas dalam dan membuangnya dengan pelan lalu menjawab pertanyaan Skala,“ya, dia sudah pulang.” Hasratnya kocar kacir sebab dua kali mendapat gangguan dari dua orang ini.


“Sebaiknya aku ke atas dulu.” Ujar Alesya pada Kenzo sambil tersenyum. “Skala, sampai jumpa di makan malam nanti ya.” Ucap Alesya pada Skala.


“Aku pun akan ke atas.” Ujar Kenzo, ingin cepat menyusul Alesya. Namun sayangnya, tangan Skala lebih cepat dari langkah kaki Kenzo. Skala pun menahan nya. “Kau sudah berjanji akan memperlihatkan RC legendaris mu pada ku daddy.” Seru Skala membuat rencana Kenzo berantakan padahal..


Dengan rasa sedikit terpaksa Kenzo membawa Skala ke ruangan koleksi mainannya. “ayo.” Ujar nya lemah. “Bocah ini memang tidak tahu atau dia sengaja mengerjai ku.” Gumam Kenzo dalam hati.


Setelah menemani Skala bermain dengan semua koleksi RC yang ia miliki, akhirnya Kenzo dapat terlepas dari bocah nakal itu. Ia pun kembali ke kamarnya. Sudah tidak mungkin untuk meneruskan hal yang tertunda tadi saat ini sebab sebentar lagi makan malam akan dihidangkan. Kenzo membuka pintu kamar berlahan. Begitu ia masuk ia tidak mendapati istrinya di dalam ruangan itu. “Apa dia di kamar mandi?” pikir Kenzo sambil berjalan ke arah kamar mandi. Namun sekilas Kenzo melihat pintu balkon kamar mereka terbuka dan terlihat Alesya sedang menelpon seseorang. “Dia sedang menelpon siapa?” Gumam Kenzo sambil berjalan berlahan. Dalam hati Kenzo ingin mengagetkan istrinya itu dengan cara tiba-tiba memeluk sang istri yang sedang asik menelpon. Hanya saja...


***sesaat sebelum Kenzo memasuki kamar*****


Alesya yang telah terlebih dahulu masuk ke kamar nya dan Kenzo menghabiskan waktunya dengan duduk cantik di balkon kamar sambil mengecek semua email masuk dari perusahaan milik ayahnya. Cukup lama Alesya membaca email-email tersebut dan membalas satu persatu email itu hingga sebuah email dari Jody masuk. Jody ialah salah seorang kaki tangan Alesya di kota A. Email yang dikirimkan oleh Jody itu membuat fokus Alesya teralihkan dan kini wajah nya terlihat sangat serius. Alesya menggenggam erat ponsel ditangannya seakan-akan ia mampu untuk meremukkan ponsel itu karena amarahnya. Namun Alesya segera tersadar sebab ponsel itu bergetar menunjukan ada sebuah panggilan masuk.


“DRrrrzttzzz....”


DRrzrrrrrrzrrttzzzz.....”


Alesya melihat ponsel yang bergetar di tangannya. Dengan aura kemarahan terpancar jelas di dirinya saat ini ia menekan tombol terima di ponselnya.


“Apa kau sudah menerima email dari Jody Alesya?” Tanya Monica yang juga mendapatkan email yang sama dengan Alesya.


“huh!!” dengus Alesya kasar, “Aneh!! Aku sudah menduga semuanya. Tapi hal ini tetap saja membuatkan terkejut.” Ujar Alesya. Suaranya terdengar sangat dingin. Perlakuan mereka dulu saja masih tidak bisa ia maaf kan. Kini mereka berani mencoba membunuh putra nya. Belas kasih Alesya benar-benar sudah menguap entah kemana saat ini.


“Apakah Jody sudah mengecek semua nya?” Tanya Alesya dengan nada datar. “ Sindikat itu siapa yang mendalangi nya?” Lanjut Alesya bertanya. “ Minta Jody mengirimkan semua informasi yang ia peroleh dalam penyelidikannya. Kalau bisa kirim kan pada ku malam ini juga Monica. Aku akan memperlihatkan seperti apa neraka itu pada mereka berdua.” Seru Alesya.

__ADS_1


Kini di mata Alesya hanya terlihat kemarahan. Dia akan menunjukan dirinya yang sebenarnya pada orang yang telah berani melukai putranya.


“Baiklah.” Jawab Monica, terdengar sedikit cemas. “Alesya berjanjilah, kau harus mendiskusikan pada ku terlebih dahulu tentang rencana mu.” Ujar Monica. “Kau jangan menjadi bodoh sebab kemarahan yang menutupi mata mu saat ini ingat jika mereka bisa memiliki akses dengan sindikat itu maka mereka bukanlah musuh yang mudah untuk kau hadapi.” Monica mengingatkan Alesya. Ia khawatir Alesya akan mengambil langkah ceroboh.


“aku juga bukan lawan yang dapat mereka pandang sebelah mata.” Balas Alesya dengan yakin. Awalnya aku ingin melihat sedikit demi sedikit kehancuran mereka tapi kini aku ingin mereka hancur tak tersisa dalam hitungan detik.” Tegas Alesya dengan nada dingin seakan-akan ingin melenyapkan Jenny dan Agnez dari dunia ini. “Monica untuk langkah awal, minta Jody untuk menyabotase sistem keuangan di perusahan itu lalu buat seolah-olah itu adalah ulah Jenny dan Agnes. Aku ingin Jody membuat seakan-akan mereka lah yang bertanggung jawab untuk semua permasalahan keuangan ini. Aku ingin mereka di depak dari rumah itu secepatnya. Ronald pasti tidak akan tinggal diam setelah mengetahui kedua wanita itu menyebabkan perusahaan jatuh dalam kondisi krisis seperti itu.”


Kenzo yang tidak sengaja mendengar percakapan Alesya hanya berdiri mematung. Pikiran Kenzo kini tengah sibuk mencerna maksud percakapan Alesya. “Apa mungkin-“ kenzo terlihat berpikir dalam. Wajah Kenzo pun menjadi serius. Kemudian Kenzo mengetikan beberapa kalimat di ponselnya dan mengirimkannya ke Jack. usai itu Kenzo berjalan berlahan ke arah pintu. Dia tidak ingin Alesya tahu dia sudah mendengarkan percakapan Alesya.


“Sayang?” terdengar suara Kenzo memanggil Alesya.


“Aku akan menelpon mu lagi nanti monica.” Alesya mematikan sambungan telponnya dan Monica.


“Aku disini Kenz.” Alesya pun masuk ke kamar mereka dan menutup pintu kaca balkon itu.


“kau sedang apa?” tanya Kenzo sambil memeluk istrinya.


“Tidak ada. Aku hanya sedang menikmati sore ku yang tenang dari balkon kamar kita.” Jawab Alesya, berbohong. Alesya tidak ingin Kenzo tahu apa yang ia ketahui tentang penculikan Skala dan rencana pembalasan yang sudah tersusun di kepalanya.


“Baiklah kalau begitu. Aku naik ke atas sebab aku ingin mandi. Skala membuatku sangat berkeringat karena berlari mengejarnya yang asik bermain dengan RC ku. Akhirnya aku menyerahkan RC ku pada pemilik baru nya yang aku yakin akan benar-benar bisa menjaga nya.” Ucap Kenzo sambil melepaskan tangan nya dari pinggang Alesya dan berjalan menuju ke kamar mandi.


“Syukurlah dia tidak mendengar apapun.” Gumam Alesya dalam hati.


Kenzo menutup pintu kamar dan berdiri di depan cermin yang ada di dalam kamar mandi tersebut. “Apa yang sebenarnya kau rencanakan Alesya? Ada yang sedang kau selidiki?” kenzo kembali teringat mengenai semua hal yang ia dengarkan tadi. “aku tidak akan pernah membiarkan mu meletakan kaki dalam bahaya, Alesya.” Tukas Kenzo sambil melihat dirinya sendiri dengan tatapan yang mengerikan.


Kenzo melihat ponselnya namun belum ada balasan dari jack. Kenzo yang sudah tidak sabaran langsung menelpon asistennya itu.


“kau lama sekali membalas pesan ku Jack!!” Sungut Kenzo begitu panggilan itu tersambung.


Baru akan Jack menjelaskan alasanya mengapa ia belum membalas pesan tuannya, Kenzo sudah keburu melanjutkan bicaranya. “Jack...tolong kau lacak panggilan telpon Alesya. Aku ingi tahu dengan siapa saja di berkomunikasi selama ini. Dan apa saja isi percakapannya. Berikan laporannya dalam sejam.” Kenzo langsung menutup telponnya dan meletakan ponselnya di atas rak kaca yang ada depannya.


“Aku tidak akan membiarkan mu dalam bahaya Alesya.” Kenzo pun menghidupkan shower dan mulai membasahi rambutnya dengan guyuran air yang keluar dari shower itu.


“Kau sudah siap?”tanya Alesya ketika melihat Kenzo keluar dari kamar mandi hanya dengan sebuah handuk yang melilit di pinggangnya.


Kenzo berjalan menuju nakas yang ada di samping tempat tidurnya. Di atas nakas itu Kenzo melihat ponsel Alesya. Tiba-tiba Kenzo langsung kepikiran untuk melihat dengan siapa Alesya berbicara tadi di Balkon kamar. Tapi tentu saja akan terasa aneh jika ia tiba-tiba membuka ponsel Alesya begitu saja.


Kenzo pun pura-pura meletakan ponsel nya di sebelah ponsel Alesya. Ia berencana untuk mengambil ponsel Alesya ketika ada kesempatan dan jika itu ketahuan oleh Alesya maka Kenzo bisa berkilah dengan mengatakan ia salah ambil ponsel.


Dengan berusaha bersikap sewajar mungkin Kenzo meletakan ponselnya. Lalu dia berjalan ke arah Alesya. Dan dengan sengaja memeluk istrinya itu. Dia tahu Alesya pasti akan segera kabur karena perlakuannya. “aku harus bisa membuat Alesya meninggalkan kamar ini atau aku suruh saja dia untuk mandi. Apakah itu akan terasa janggal jika tiba-tiba aku memintanya untuk melakukannya?”tanya Kenzo pada diri nya sendiri.


“sayang, “ ucap Kenzo sambil memeluk Alesya. “kenapa ya tubuh mu selalu wangi seperti ini? Apa kau punya sabun khusus? Sebab aku sangat suka mencium bau tubuh mu.” Kenzo memulai rencananya. Kini ia memeluk Alesya.


Alesya kontan kaget. Kenapa tiba-tiba kenzo yang baru saja siap mandi mendekatinya. Mana Kenzo masih memakai handuk yang ia lilitkan di pinggangnya.


“Aku rasa aku akaan segera mandi!!!” Alesya langsung melepaskan tangan Kenzo yang memeluknya. Tidak seperti biasanya kali ini Kenzo tidak menahan Alesya sama sekali. Dia hanya tersenyum melihat Alesya yang ngacir ke kamar mandi tersebut. Kenzo senang sebab rencana nya berhasil.


Kenzo membalikan tubuhnya dan mengambil ponsel Alesya yang ada disebelah ponsel nya. Kenzo memegang ponsel itu sambil sesekali melihat ke arah kamar mandi. Takut jika Alesya tiba-tiba keluar dan memergokinya sedang mencoba membuka ponsel milikinya. “Ssshhhhhhhii**T kenapa dia mengunci ponselnya!” Kenzo kembali meletakan ponsel itu. Kini ada yang ia bisa di perbuat selain menunggu informasi dari Jack. Entah mengapa feeling nya mengatakan Alesya akan melakukan hal yang berbahaya.


***bersambung

__ADS_1


......................hai..hai..hai.. Miss you all guys!! Maaf keun otor mu ini ye.. tapi trust me, I also miss to write for you.... hehehe..................................


So seperti biasa, jangan lupa dukungannya dengan cara like, komen dan paling penting VOTE...


__ADS_2