Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 25#Ketulusan#10


__ADS_3

“Kalau kau memaksa untuk membawakannya lagi, aku tidak keberatan untuk memakannya.” Jawab Frans masih mencoba menjaga gengsi nya. Dia sungguh tidak menyangka kalau bubur tersebut akan seenak ini.


“baik tuan. Saya akan membawakan satu mangkok lagi ke kamar tuan.”Ujar si pelayan.


“Tidak!! Baawkan setengah mangkok saja.” Perintah Frans.


“Baik tuan.” Si pelayan pun mengambil mangkok kosong yang ada ditangan Frans. Namun ketika si pelayan akan mengambil mangkok itu dari tangan Frans, Frans malah menahannya. Sambil tersenyum Frans berkata, “Bawakan sedikit lebih banyak dari yang kau bawakan tadi.”


Walaupun si pelayan merasa geli melihat tingkah tuan muda nya itu tapi dia mencoba untuk tidak memperlihatkan respon apapun. Dengan wajah datar si pelayan hanya mengangguk dan pergi dari kamar itu.


Beberapa menit kemudian si pelayan pun sampai kembali ke kamar Frans. Dengan sebuah senyum di wajahnya si pelayan menyerahkan bubur itu kepada Frans.


“ini tuan.”Ujar si pelayan.


Frans mengambil bubur itu dan meminta si pelayan untuk keluar dari kamar.


“Kau boleh pergi.” Ujar Frans.


“Baik tuan.” Jawab si pelayan.


Frans pun kembali menikmati bubur itu. “Apa aku sedang kelaparan? Atau apa memang bubur ini rasanya yang sangat enak?” Gumam Frans yang merasa heran mengapa ***** makannya malah meningkat setelah suapan pertama tadi.


Ketika Frans sedang asik menikmati bubur buatan Dyana, Marcus pun sedang asik berbincang-bincang dengan tuan Puji di kediaman tuan Puji dan Jasmin.

__ADS_1


“Terima kasih atas makan siang yang lezat ini tuan Puji.” Ungkap Marcus usai menyantap makan siang yang telah dibuat dengan sepenuh hati oleh Jasmin. “Makanan ini sangat lezat.” Lanjut Marcus, memuji kelezatan makanan tersebut.


“Ini semua adalah buatan istri ku tuan Marcus.” Jawab tuan Puji bangga.


Selama ini Jasmin memang selalu menjadi istri kebanggaan tuan Puji. Wanita itu cantik, pandai memasak, pintar bersosialisasi dan sangat supel sehingga kemana-kemana tuan Puji selalu membawa Jasmin.


“Benarkah? Wah aku sangat beruntung sekali dapat menikmati makanan yang super lezat ini. Sayangnya Dyana tidak dapat hadir bersama kita hari ini. Dia juga sangat suka memasak. Jika dia merasakan masakan yang dimasak oleh Nyonya Jasmin pasti dia akan minta diajari semua resep makanan yang ada di atas meja makan ini.” Ujar Marcus sambil tersenyum.


“Kalau begitu, kapan-kapan kau bisa membawa teman mu kemari tuan Marcus.” Timpal tuan Puji.


“Aku sangat senang jika ada orang yang berkunjung kemari.” Lanjut Tuan Puji.


“benar sekali tuan Marcus. Aku juga akan sangat senang jika Dyana dan kau mau main-main kemari. Kau bisa ngobrol tentang bisnis bersama suami ku. Sedang kan aku dan Dyana bisa menyalurkan hobi memasak kami bersama di dapur. Itu pasti sangat menyenangkan. Iya kan suami ku?” Jasmin langsung memeluk lengan tuan Puji.


“tentu saja. Tentu saja. Kalian bisa sering-sering bermain kemari.” Ungkap Tuan Puji. “Tapi ngomong-ngomong tuan Marcus, bisnis apa yang sedang kau jalan kan saat ini?” Tanya Tuan Puji. Dari penampilan Marcus, dia yakin Marcus bukanlah pria sembarangan.


“jangan-jangan kau adalah pemilik Golden hotel di area baru itu?” Tebak Tuan Puji.


“benar tuan.” Jawab Marcus sambil tersenyum.


“Kalau begitu kau adalah putra dari Albert Dayson dan paman dari Kenzo Dayson?” Tuan Puji sungguh terkejut begitu menyadari sosok pria yang ada dihadapan nya saat ini.


“Apakah kau mengenal ayah ku tuan Puji?” Tanya Marcus.

__ADS_1


“Tidak. Aku tidak begitu mengenalnya. Tapi aku selalu mendengar nama besarnya selama ini. Dia pria sukses dengan banyak bisnis maju. Bahkan beberapa gedung mall di kota ini adalah miliknya. Keluarga kalian sangat terkenal di dunia bisnis properti dan industri.” Ungkap Tuan Puji penuh kekaguman.


Tuan Puji sekilas melihat pada Jasmin istrinya. Dia sangat senang Jasmin dapat mengenalkannya dengan Marcus. Ini bagaikan tangkapan ikan yang besar untuk tuan Puji. Walaupun tuan Puji sering menyebutkan dirinya sebagai seorang pedangan namun sebenarnya profesi tuan Puji ialah seorang investor. Sebagai seorang investor di berbagai bisnis di kota A tentu saja tuan Puji merasakan ini adalah sebuah peluang. Apalagi dia tahu, hotel yang disebutkan oleh Marcus tadi adalah hotel yang sedang popular di kota A.


“Wah, ternyata hari ini aku sedang berhadapan dengan seorang tokoh yang besar. Pantas saja dari tadi aura di rumah ini terasa berbeda.” Ujar Tuan Puji.


“Hahahaha.. kau bisa saja tuan Puji.” Ujar Frans. “aku yang seharusnya merasa senang dan bangga sebab mendapatkan kesempatan untuk bertemu bertemu langsung dengan penguasa bisnis kota A. Aku sudah lama mendengar tentang diri mu tuan Puji. Tapi sayang nya aku tidak begitu berani untuk datang menemui mu dengan selembar proposal kerja sama di tangan ku. Bisnis ku masih terlalu kecil untuk mengharapkan investasi dari mu. Masih butuh beberapa tahun bagi ku untuk datang kepada ku bersama proposal kerja sama ku.” Ujar Marcus, penuh basa basi.


“kau terlalu merendah tuan Marcus. Bahkan tanpa proposal kerja sama pun, hanya dengan mendengar tentang bisnis perhotelan mu langsung dari mulut mu saat ini pun aku yakin aku akan langsung berinvestasi pada bisnis mu.”


Jasmin merasa ini bagaikan berkat dari tuhan. Dia tidak perlu bersusah payah untuk mencari jalan agar suaminya dan Marcus dapat dekat. Ternyata tuhan sudah membukakan jalan untuk nya. Jasmin pun tidak menyia-nyiakan kesempatannya.


“Kalau begitu mengapa kalian berdua tidak pindah saja ke ruang kerja dan untuk membincangkan hal ini lebih lanjut. Biarkan aku membereskan semua ini. Setelah itu aku akan membawakan teh hangat dan cemilan ringan untuk kalian berdua.” Ujar Jasmin.


“Ide yang bagus!! Kau memang istri ku yang sangat pengertian.” Ungkap Tuan Puji dengan cepat menyetujui hal tersebut.


“Bagaimana tuan Marcus? Apakah mau sedikit lebih lama di rumah ku ini untuk bercerita sedikit banyak tentang hotel mu. Aku sudah mendengar tentang hotel itu tapi aku sungguh tidak menyangka kalau hotel itu dijalankan oleh seorang anak muda. Tapi jika melihat kembali ke rekam jejak keluarga mu dalam bidang properti maka ini sudah arena permainan milik kalian, hahahaha..” Ujar Tuan Puji.


“Aku sangat senang jika tuan memang ingin mendengar tentang hotel yang sedang ku rintis ini. Mana tahu, mulai dari obrolan ringan ini lah nanti kita dapat bekerjasama sebagai mitra yang solid.” Jawab Marcus sambil tersenyum.


“Kalau begitu tuan Marcus, mari kita pindah ke ruang kerja ku saja sambil menunggu istri ku membawakan kita secangkir teh dan cemilan.”


Marcus dan Tuan Puji pun pergi meninggalkan ruang makan itu. Kini di sana hanya ada Jasmin yang sedang menatap lurus punggung Marcus sambil tersenyum. “Kau pasti akan menjadi milik ku.” Gumam Jasmin pelan.

__ADS_1


Jasmin pun meminta beberapa pelayan untuk membereskan meja makan. Sedangkan dia sendiri langsung ke dapur untuk membuat beberapa cemilan lezat yang akan ia sajikan bersama secangkir teh hangat penuh cinta untuk Marcus.


**bersambung


__ADS_2