Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 50# menuju pernikahan#54


__ADS_3

Frans menarik nafas lega melihat pemandangan yang sangat indah itu dari salah satu sudut pintu keluar Gedung itu.


“Cinta memang tidak pernah salah mencari dermaga nya untuk berlabuh.” Gumam Frans pelan sambil melepaskan topengnya.


“Kau benar sekali tuan Aksena!” Ujar Stephanie yang entah bagaimana cara nya bisa berada di Gedung itu, dan bahkan lebih wow nya kini berada di sampingnya.


“Apa yang kau lakukan disini!!” Pekik Frans tidak percaya kalau dia harus bertemu lagi dengan wanita gila ini.


“Aku? Aku kesini tentu saja datang untuk menyelamatkan mu!” Tukas Stephanie yang membuat Frans bingung.


“Menyelamatkan ku? Menyelamatkan ku dari siapa??” Tanya Frans setengah berteriak. Frans yakin ini semua pasti lah hanya akal-akalannya Stephanie.


“Menyelematkan mu dari kakak ku!” Ujar Stephanie.

__ADS_1


Frans yang mendengar nama saudara kembar Stephani yang setengah sinting itu, yang kalau tidak suka main keluarkan senjata yang tersembunyi di belakangnya, sungguh merasa teramat sial hanya dengan mendengar nama pria itu disebut.


“memangnya apa salah ku??!” Seru Frans Kembali berteriak.


“Salah mu?? Heeeem.. aku tidak tahu apa salah mu!! Tapi yang pasti dia sedang mencari mu! Jadi sebaiknya kita kabur dari tempat ini Frans!!!” Ujar Stephanie, meyakinkan Frans untuk pergi. Jangan sampai Frans bertemu dengan saudara nya dan dipaksa untuk menikah dengannya.


“Aku tidak percaya kata-kata mu Stephanie!! Kau sangat ahli dalam berbohong!!!” Frans menepis tangan Stephanie yang memegangnya. Frans ingat bagaimana wanita ini dengan sangat meyakinkan berbohong di depan saudara kembarnya sendiri. Sungguh tidak ada celah, pikir Frans.


“Mending masuk dan bergabung merayakan pernikahan Dyana dan Marcus dari pada harus berduaan dengan wanita gila di luar hotel ini.” Batin Frans, dan berjalan lurus meninggalkan Stephanie yang terlihat cemas.


“Akting nya sungguh menunjukan banyak peningkatan sejak dia di rawat di rumah itu!” Gumam Frans pelan.


“Frans!! Kau harus percaya dengan kata-kata ku Frans!!!” Seru Stephanie sambil menarik tangan Frans hingga seluruh mata kini melihat ke arah mereka.

__ADS_1


“UPS! Sorry…” Ujar Stephanie tanpa melepaskan tangan Frans.


“kau gila Stephanie!! “ Seru Frans sambil menghempaskan kasar tangan Stephanie.


“Aku tidak peduli kau mengatai ku gila kah? Tidak waras kah?! Sungguh aku tidak peduli. Hanya satu yang saja pinta ku, ayo kita pergi dari Gedung ini karena pasti kakak ku sedang dalam perjalan ke mari Frans!!” mohon Stephanie sambil menarik-narik tangan Frans seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan oleh orang tua nya.


“Hentikan Stephanie!! Kau membuat ku malu!! Lihat lah semua orang kini menatap heran ke arah kita berdua!!!” Ujar Frans sambil berusaha melepaskan tangannya yang dipeluk erat oleh Stephanie.


Rasa takut Stephanie akan kakaknya yang datang untuk menikahkannya melebihi rasa malu nya di liatin oleh orang -orang di dalam aula itu.


“DIliatin oleh orang-orang tidak akan membunuhku! Tidak akan merusak masa depan ku!! Tapi kalau sampai kakak datang dan memaksa ku menikah dengan mu maka kalau tidak masa depan ku yang jadi rusak karena harus dihidup dengan mu, pilihannya yang tersisa lainnya adalah mati karena takut akan kemurkaan kakak ku!!!” Ucap Stephanie lancer jaya.


“Apa ?? kakak mu akan datang untuk menikahkan kita??? Mengapa kau tidak mengatakan dari tadi!!!!” Kini kepanikan Stephanie menular pada Frans.

__ADS_1


__ADS_2