Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 19#Menjelang pulang Ke Mansion Rodio#3


__ADS_3

Alesya terus mengemudikan mobilnya menuju toko kue yang dimaksud. Dan tak lama ia pun sampai di toko kue itu.


Ketika Alesya ingin membuka pintu toko itu secara bersamaan sebuah tangan juga menyentuh ganggang yang sama yang sedang disentuh oleh Alesya.


“maaf..” ucap Alesya dan pria itu berbarengan.


“Kau-“ Alesya dan pria itu sama-sama terkejut ketika menyadari satu dan lainnya.


Alesya menghela nafas ketika melihat ternyata pagi ini dia mesti kembali berjumpa dengan Marcus.


“Nona Alesya?” Seru Marcus tak percaya akan berjumpa dengan Alesya kembali.


“Silahkan..” Alesya mempersilahkan Marcus untuk masuk terlebih dahulu ke dalam toko itu.


“No..lady first.” Ucap Marcus sambil membukakan pintu untuk Alesya.


“terserahlah.” Guma Alesya dalam hati.


“Wahh ternyata kita punya cita rasa yang sama ya nona Alesya?” Marcus mencoba untuk memulai pembicaraan tapi Alesya malah meninggalkannya dan langsung menuju salah seorang pelayan yang terlihat sibuk menyusun beberapa kue ke etalase.


“permisi...”sapa Alesya pada pelayan itu. “Apakah disini ada menjual kue bunga matahari?” lanjut Alesya bertanya.


“Kau juga mencari kue bunga matahari?” Marcus yang sedari tadi mengekori Alesya menyalip begitu saja pertanyaan Alesya. “Kau sudah berada di toko yang tepat nona Alesya sebab hanya di toko ini kau bisa menjumpai kue bunga matahari.” Lanjut Marcus meski ia tahu Alesya tidak menghiraukannya.


Alesya kembali menghela nafas. Dalam hatinya ia berpikir mengapa nasib nya selalu saja sial jika ia tidak berangkat bersama dengan Kenzo. Alesya melirik Marcus dari ujung matanya. Rasa tidak suka dan risih terlihat jelas dari cara ia melihat Marcus.


“Apakah sini ada menjual kue bunga matahari?” Alesya kembali bertanya pada si pelayan yang hanya bisa bengong melihat Alesya dan Marcus bergantian.


“Ada nona. Kau mau berapa kotak?” tanya si pelayan.


“Bisa kau ambil kan aku enam kotak?” Pinta Alesya.


“Baik nona. Yang cookies atau yang cake nona?” Pelayan tersebut ingin mengkonfirmasi kembali pesanan Alesya.


Alesya terdiam. Sebab ia tidak tahu kalau kue bunga matahari ini ada dua jenis. Tanpa sadar Alesya melirik ke arah Marcus yang sedari tadi sudah menahan untuk tidak tertawa. “Bagaimana bisa wanita ini memesan kue bunga matahari sebanyak enam kotak tanpa sebelumnya tau jenis kue bunga matahari yang akan di pesan.” Pikir Marcus dalam hati.


“bawakan saja masing-masing enam kotak.” Seru Marcus pada si pelayan.


“benar juga.” Pikir Alesya. “bagus juga ide laki-laki ini.” Lanjutnya dalam hati. Kemudian Alesya kembali memasang wajah cueknya.


“hei.. bukankah paling tidak kau harus mengatakan terima kasih pada ku? Sebab aku membantu mu mengambil sebuah keputusan yang cepat tadi?” laki-laki itu berdiri di hadapan Alesya sambil melipat tangannya.


“Kalau cuma hal sepele seperti itu, aku pun bisa memikirkannya.” Bantah Alesya.


“ya.. bagaimana pun fakta nya itu tetap lahir dari pemikiran ku yang cerdas ini.” Marcus benar-benar berupaya sangat keras untuk dapat membangun komunikasi dengan Alesya.


“tuan marcus..” Ujar Alesya sambil memperbaiki posisi berdirinya. “Bukankah kau datang ke toko ini untuk membeli sesuatu?” Tanya Alesya sambil melipat tangannya. Marcus menjawab pertanyaan Alesya dengan sebuah anggukan dengan sangat yakin.


“ lalu mengapa sedari tadi kau tidak pergi mencari kue yang ingin kau beli? Bahkan kalau aku boleh mengatakan, kau sedari tadi malah sibuk mengurusi sesuatu yang bukanlah urusan mu.” Ujar Alesya penuh penekanan di setiap kata nya.


“Kata siapa aku belum memesan kue yang aku ingin kan? Dan kata siapa aku sibuk mengurusi pesanan orang lain?” ujar Marcus sambil tersenyum dan berjalan menuju kasir.


“Dua juta delapan ratus ribu.” Ujar si kasir pada kami berdua.


“Ini.” Dengan cepat Marcus mengeluarkan kartu ajaibnya dan memberikannya pada kasir toko itu.


“Tuan Marcus!!!” Seru Alesya berang. “hah.. aku masih sanggup untuk membayar semua ini!!” Lanjut Alesya sambil memberikan kartunya pada kasir toko itu. Kini di tangan si kasir toko ada dua black card.


Karena bingung harus menggunakan yang mana si kasir akhir nya bertanya kepada dua pembeli di depannya.


“Maaf tuan dan nyonya. Sebenarnya enam kotak kue ini pesanan siapa?” tanya si kasir dengan hati-hati.


“Aku yang akan membayarnya.” Seru Marcus. “Kembali kartu milik nona ini pada nya.” Lanjut Marcus dengan tampang cool-nya.


“Tidak!! Aku yang akan membayarnya!!” ujar Alesya tidak mau kalah.


“Baiklah kalau begitu!!” Ucap Marcus sambil mengambil kembali kartu nya yang ada ditangan kasir toko itu.


Kasir itu pun segera memproses transaksi ke enam kue tadi. Setelah selesai ia memberikan kembali black card milik Alesya beserta struk belanjanya. “Ini nona.” Ujar si kasir.


“terima kasih.” Ucap Alesya sambil mengambil kartu miliknya dan memasukkannya ke dalam dompet. Ketika Alesya selesai memasukkan kartunya ke dalam dompet dan hendak mengambil bungkusan kue yang telah dibayarnya tadi dengan cepat Marcus menyerobot bungkusan-bungkusan kue itu dan berkata,”Terima kasih sudah membayar pesanan ku.”


Kontan Alesya terkejut mendengar perkataan Marcus. Bagaimana ceritanya kue yang ia pesan dan ia bayar bisa beralih tangan pada si pria resek ini.


“anda jangan mempermainkan aku tuan Marcus!!” Ucap Alesya dengan muka yang sudah sangat kehilangan kesabaran. Bagaimana tidak segala sesuatu yang berhubungan dengan pria ini akan selalu ribet dan menyebalkan.


“Aku tidak pernah bermaksud mempermainkan anda nona Alesya. Semua kue ini benar adalah pesanan ku. Dan aku sendiri sebenarnya juga bingung mengapa tadi ketika di kasir anda begitu ngotot untuk membayarkan semua pesanan ku ini. Tapi aku mencoba berpikir positif saja, mana tahu ini salah satu bentuk permintaan maaf anda telah membuat mobil aku masuk hospital.” Jelas Marcus seenak nya.


Alesya kembali menghela nafas mendengar kesimpulan sepihak dari Marcus. “laki-laki ini sungguh sangat menyebalkan!!” gumam Alesya dalam hati.


“Sepertinya anda sudah salah paham tuan Marcus, aku membayar kue ini kar-“


“karena anda merasa tidak enak kan dengan ku?” Marcus langsung memotong ucapan Alesya. ‘Sebenarnya aku yang merasa tidak enak nona Alesya. Apa anda tahu, anda adalah wanita pertama yang pernah mentraktir ku. Sebagai lelaki sebenarnya harga diri ku menolak ini semua. Namun bagaimana lagi. Tidak baik toh menolak rejeki.” Marcus membalikkan badan nya hendak meninggalkan Alesya. Namun dengan cepat Alesya menahan tangan Marcus.


“Tuan Marcus, tolong dengarkan penjelasan ku. Dan jangan mengambil kesimpulan apapun sebelum pembicaraan ku selesai.” Ucap Alesya sambil masih menahan tangan Marcus.


“Oke.. tapi bisakah nona Alesya melepaskan tangan ku?” Ujar Marcus sambil melihat ke arah tangan Alesya yang sedang menahan tangannya. “aku takut orang-orang akan mengira kita ini pasangan yang sedang bertengkar.” Bisiknya, membuat Alesya dengan cepat melepaskan pegangan tangannya.


“Nah begitu lebih baik.” Ucap Marcus.


“Well, tuan Marcus yang terhormat. Pertama aku ingin mengatakan bahwa semua kotak yang berisi kue bunga matahari baik itu yang berupa cookies ataupun cake ditangan anda adalah pesanan ku. Sebab aku yang memesannya dan aku yang membayarnya.” Alesya terlihat sudah sangat kesal ketika menjelaskan poin pertama ini pada Marcus.


“Kedua, aku tidak pernah berniat untuk memberikan semua kue itu kepada anda dikarenakan aku merasa tidak enak dengan kejadian waktu itu. Aku sudah dengan sangat jelas mengatakan bahwa aku akan mengganti semua biaya yang anda keluarkan untuk perbaikan mobil anda. Jadi, aku anggap itu sudah punya solusinya. Aku tidak terhutang apapun pada anda yang mengharuskan ku memberikan semua pesanan ku yang berada ditangan anda saat ini kepada anda tuan Marcus!” Semua gigi Alesya terlihat rapat.


__ADS_1


Marcus tersenyum mendengar semua perkataan Alesya dan berkata. “Baiklah nona Alesya yang terhormat. Sepertinya anda sudah salah paham.”


“Pelayan!!” panggil Marcus pada pelayan toko yang tadi melayani Marcus dan Alesya ketika memesan kue bungan matahari.


“ Ya tuan.” Jawab si pelayan ketika ia sudah sampai di dekat marcus dan Alesya.


“nona kecil, dapatkah kau jawab pertanyaan ku ini?”tanya Marcus pada si pelayan.


“ya tuan. Akan aku coba jawab.”


“Siapakah diantara kami berdua yang bertanya tentang persediaan kue bunga matahari?” tanya Marcus pada si pelayan.


“Nona ini tuan.” Jawab si pelayan sopan.


“See...” Seru Alesya, bangga sebab ia yakin semua itu memang pesanannya.


Marcus tersenyum tipis pada Alesya seolah berkata, “jangan senang dulu nona Alesya.”


“lalu siapakah diantara kami berdua yang akhirnya memesan kue bunga matahari ini pada mu nona kecil?” Marcus melanjutkan pertanyaannya.


Dengan yakin si pelayan berkata, “anda tuan.”


Kini situasi berbalik, dan Marcus yang berkata, “ see..” Sambil tersenyum penuh kemenangan pada Alesya.


“terima kasih nona kecil kau boleh pergi,” perintah Marcus.


“kau mempermainkan ku tuan Marcus. Bukan kah tadi kau memesan itu untuk menolong ku memutuskan berapa banyak pesanan ku sebab aku bingung menentukan berapa banyak untuk setiap jenis kue bunga matahari.” Seru Alesya.


“Tapi apa kau lupa nona Alesya, kau juga tadi yang menolak untuk mengakui kejeniusan ku dalam berpikir kritis disaat-saat genting seperti tadi.” Bela Marcus tidak mau kalah.


“kau!!!” ujar Alesya menunjuk Marcus dengan telunjuknya lalu berpaling dari Marcus dan memanggil kembali pelayan tadi.


“Lebih baik aku rugi uang dari pada jadi gila karena berdebat dengan pria ini.” Pikir Alesya sebab ia sadar tidak ada gunanya memperdebatkan hal ini dengan si pria yang menyebalkan ini. Biarkan saja dia menghabiskan kedua belas kotak kue bungan matahari itu.


“tolong ambilkan aku masing-masing tiga kotak untuk setiap jenis kue bunga matahari.” Pinta Alesya pada si pelayan toko.


“maaf nona, semua pesanan tuan itu adalah stok kue bungan matahari untuk hari ini. Kami memang hanya membuatnya dalam jumlah terbatas.” Jelas si pelayan.


“Apa???? Kalian tidak mungkin hanya membuatnya segitu kan?” Alesya sungguh tidak percaya dengan takdir buruknya pagi ini. Dia memandangi Marcus dengan kesal. Seolah berkata mengapa harus ada marcus disini pagi ini!


“sayang nya memang demikian nona.” Jawab si pelayan toko. “jika tidak ada lagi yang bisa aku bantu, aku ke pembeli lain nona.” Si pelayan itu pun meninggalkan Alesya dan Marcus yang berdiri tak jauh dari pintu keluar.


Marcus yang mendengar penjelasan si pelayan merasa sedang mendapatkan kartu AS saat ini. Dengan wajah cool dan tanpa berkata apapun ia membalikan badan seakan-akan ingin meninggalkan Alesya.


“tunggu!!”tahan Alesya. Kali ini suaranya tidak seberang sebelumnya.


“kau lagi-lagi menyentuh ku nona Alesya.” Seru Marcus sambil tersenyum.


“maaf ..”Jawab Alesya pelan. Saat ini ia harus dapat bersikap baik pada Marcus sebab amunisi yang ia perlukan untuk di bawa pulang ke kota J berada di tangan Marcus.


“ya.. ada yang bisa aku bantu nona Alesya.” Ucap Marcus pura-pura tidak tahu maksud Alesya menahannya.


“Kenapa kau tidak meminta pada ku dengan cara baik-baik seperti ini sedari tadi. Tentu saja dengan senang hati aku akan memberikan kepada mu beberapa kotak kue milik ku ini. Baiklah kau mau berapa kotak? Satu ? dua ? Tiga? Atau bagaimana kalau kita bagi sama banyak. Kau dapat masing-masing tiga kotak dan aku juga dapat masing-masing tiga kotak. Bagaimana?” tawar Marcus.


“Terima kasih, kalau kau memang bersedia memberikan ku sebanyak itu.” Seru Alesya terpaksa.


“Tapi ada satu syarat!” Ujar Marcus.


“Seharusnya aku tidak boleh berharap lebih akan kebaikan hatinya tadi.” Gumam Alesya dalam hati.


“Syarat? Heem apa syaratnya tuan?” tanya Alesya.


“beri aku tumpangan ke perusahaan tempat kau bekerja. Kau tahukan kalau mobil ku ada di bengkel saat ini?” Marcus beralasan.


“memangnya kau tadi ke sini dengan menggunakan apa tuan Marcus?” Alesya heran dengan laki-laki, tidak mungkin mobil kemaren adalah satu-satunya mobil milik nya sementara ia belanja kue saja menggunakan black card. Ini pasti akal-akalanya saja untuk menyusahkan Alesya.


“Tidak penting bagaimana aku sampai disini tadi, yang penting bagaimana aku bisa sampai tepat waktu di perusahaan tempat mu bekerja sebentar lagi.” Marcus memaksa Alesya dengan kata-katanya.


Tidak ada cara lain, terpaksa Alesya harus kembali berangkat ke kantor bersama pria menyebalkan ini.


“Baiklah, tapi aku juga punya syarat.” Ungkap Alesya.


“Apa itu?” tanya Marcus.


“Aku tidak ingin menemani mu pergi ke tempat lain seperi sarapan atau sekedar untuk minum kopi atau teh. Sebab ada banyak hal yang harus aku lakukan seharian ini di kantor. “ Jelas Alesya.


“tentu saja nona Alesya. Hal itu dapat kita lakukan dilain hari ketika kau tidak sibuk tentunya.” Ucap Marcus seenaknya.


“Dia pikir aku masih mau pergi bersama nya.” Gumam Alesya dalam hati sembari berdoa agar dia tidak pernah lagi dipertemukan dengan pria ini selama nya. Andai Alesya tahu siapa Marcus sebenarnya...


“Itu mobil ku.” Alesya dan Marcus pun berjalan mendekati mobil Alesya. Dengan tenang Marcus membuka pintu sebelah penumpang. Sebagai seorang laki-laki sepertinya ia sama sekali tidak merasa risih disupiri oleh Alesya.


“Ya tuhan!! Cepatlah semua penderitaan ini berakhir!!!” Doa Alesya dalam hati.


###


Jika pagi Alesya dimulai dengan keribetan yang hakiki yang disebabkan oleh Marcus maka berbeda halnya dengan Kenzo. Pagi ini setelah ia mengantarkan Skala ke sekolah maka ia pun sampai ke kantor. Seharusnya pagi ini Kenzo memang ada rapat seperti yang dikatakan oleh Alesya namun karena ada sesuatu hal yang lebih penting dari pada rapat pagi ini, Kenzo pun menjadwal ulang kan rapat tersebut setelah ia pulang dari kota J kelak.


“ Jack lekas kemari.” Perintah Kenzo dari ponselnya.


Tidak butuh waktu lama, Jack pun bak om Jin sampai di ruangan Kenzo. Sebenarnya Jack sudah tahu alasan Kenzo memanggilnya. Itu pasti berkaitan dengan informasi yang ia kirim via email ke Kenzo semalam.


“tuan mencari saya?” Ucap Jack begitu masuk ke ruangan Kenzo.


“bagaimana mungkin kau jejak percakapan di ponsel Alesya tidak dapat diretas oleh orang kita Jack?” kali ini Kenzo benar-benar kecewa akan hasil kerja asistennya ini.

__ADS_1


“Sepertinya nyonya memiliki seorang hacker yang melindungi rekam jejak di ponselnya sehingga orang kita tidak dapat menemukan informasi apapun dari ponsel nyonya baik itu skrip percakapan, pesan biasa, pesan line, pesan whatssapp ataupun jejak email nya. Semua nya bagai kan terhapus atau tidak ada aktivitas sama sekali. Benar-benar bersih tuan.” Jelas Jack.


Kepala Kenzo jadi berdenyut mendengar hal ini. Jika Alesya benar memiliki seorang hacker yang handal seperti ini maka Alesya pasti sedang terlibat sesuatu yang besar dan berbahaya saat ini.


“Apa yang mesti kita lakukan tuan?” Tanya Jack. Dia tahu saat ini tuannya pasti sangat mengkhawatirkan nyonya Alesya.


“Sepertinya aku sendiri yang harus turun tangan untuk membobol shield yang dipasang oleh hackernya Alesya. Kau paham maksud ku kan Jack?”


“saya paham tuan.”


“oo iya jika nanti jika Alesya datang katakan saja aku sedang ada meeting dengan perusahaan di luar hingga makan siang. Katakan pada nya untuk tidak menunggu ku makan siang sebab aku baru akan kembali setelah jam makan siang. Aku rasa aku akan memerlukan waktu yang lama untuk membaca semua pesan-pesan yang ada di dalam ponselnya serta mendengarkan semua percakapan yang ia lakukan. Aku harus membereskan semua hal ini sebelum kami berangkat ke kota J sore nanti.”


“anda tenang saja tuan. Saya akan mengatur semua hal ini dengan baik. “ balas Jack.


“ Jangan lupa untuk menjemput Skala dan mengantarkannya ke rumah. Aku ingin dia beristirahat untuk perjalanan yang cukup panjang nantinya.”


“baiklah tuan.”


Kenzo dan Jack pun meninggalkan ruang kerja Kenzo dan menuju ke sebuah ruangan rahasia di kantor itu.


Kenzo membuka pintu tersebut dan terlihat ada banyak sekali komputer dan beberapa alat yang sulit untuk dijelaskan fungsi satu persatu. Namun satu hal yang pasti bahwa semua itu adalah perlengkapan yang Kenzo perlukan untuk membobol pertahanan ponsel Alesya alias Kenzo berusaha untuk masuk ke dalam ponsel istrinya sendiri dengan cara yang ilegal.


“Kau boleh pergi Jack.” Pinta Kenzo.


Jack pun keluar dan menutup pintu agar Kenzo dapat dengan tenang menyelesaikan hal ini.


Kenzo memang bukan sekedar seorang pengusaha biasa. Dia adalah seorang pria yang jenius. Namun tidak banyak orang yang mengetahui hal itu. Selama ini Kenzo hanya memperlihatkan kepada khalayak umum sisi nya sebagai seorang pengusaha yang handal yang sukses dalam bisnis. Mungkin hanya Jack seorang yang tahu jika Kenzo juga merupakan seorang hacker.


“saya keluar dulu, tuan.” Jack pun menutup pintu ruangan itu.


“Setelah sekian lama tidak melihat tuan Kenzo melakukan hal ini, dia masuk dan duduk di ruangan itu membuatku cukup merinding. Bahkan ketika kejadian di hotel delapan tahun lalu saja dia tidak mau mencoba untuk membobol sistem di hotel itu untuk mendapatkan rekaman wajah nyonya Alesya. Namun kali ini dia bahkan rela untuk melanggar janji untuk tidak terlibat lagi dalam duni cyber ini. Nyonya Alesya kau sangat beruntung mendapatkan tuan Kenzo!” Gumam Jack pelan sambil berjalan kembali ke ruangannya.


########


“Terima kasih atas tumpangan mu nona cantik. Aku sangat senang dapat berjumpa dengan mu hari ini.” Ucap Marcus sambil mengangkat bungkusan yang berisi beberapa kotak kue matahari seakan-akan mengucapkan terima kasih karena Alesya telah berbaik hati membelikannya semua kue itu dan mengantarkannya pula hingga ke tempat yang ia tuju.


Alesya sama sekali tidak memperdulikan Marcus. Bertemu dengan pria itu benar-benar selalu membawa kesialan bagi Alesya.


Alesya melajukan mobilnya menuju parkiran di lantai bawah. Dia turun dari mobil dan langsung menelpon supir untuk menjemput mobil itu untuk di bawa pulang sebab seperti yang sudah ia rencana pagi tadi, sore ini dia akan pulang bersama Kenzo. Jadi sebaiknya supir menjemput mobil ini sekarang sekaligus bisa mengeluarkan kue-kue ini dari mobil supaya tidak lumer.


Setelah menelpon Alesya segera ke atas. Dia sengaja menggunakan lift khusus direktur sebab ia tidak mau bertemu dengan Marcus lagi. Hari nya pasti akan bertambah sial jika ia sampai bertemu Marcus lagi.


Alesya masuk ke dalam lift dan langsung menuju lantai paling atas.


“Jack?” Sapa Alesya ketika melihat Jack duduk di kursinya.


“hai nyonya Alesya.” Sapa Jack.


“Sudah berapa kali ku katakan Jack. Kau cukup memanggil ku Alesya saja ketika kita berada di kantor. Lagi pula posisi ku di kantor ini hanya seorang sekretaris. Aneh rasanya jika seorang asisten bos memanggil nyonya pada seorang sekretaris.” Sungut Alesya sambil meletakan tasnya.


“Mana bagaimana lagi nyonya Alesya, sudah fakta nya anda adalah istri tuan Kenzo. Saya hanya berani memanggil nama anda ketika ada tamu di luar perusahaan. Selebihnya saya tidak berani nyonya. Lagipula bukankah sudah terlalu lama anda bermain-main di perusahaan tuan Kenzo. Saya pikir sudah waktunya anda untuk mengundurkan diri.”ungkap Jack jujur.


“tenang saja Jack. Aku akan segera mengundurkan diri. Tapi nanti.” Jawab Alesya. “ oo iya, apa Kenzo masih rapat?”Tanya Alesya sambil melihat jam di tangannya. Sebab kalau tidak salah seharusnya saat ini Kenzo sudah selesai rapat dengan dewan direksi.


“Tuan Kenzo tidak jadi rapat dengan dewan direksi pagi ini nyonya.” Jawab Jack.


“Benarkah? Ada apa?” Alesya penasaran mengapa tiba-tiba jadwal Kenzo bisa berubah.


“Tuan Kenzo tiba-tiba mendapat undangan untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan pihak perusahaan asing. Beliau berpesan pada saya mungkin hal ini akan cukup lama sehingga meminta saya untuk menyampaikan kepada nyonya bahwa mungkin siang ini nyonya terpaksa untuk makan siang tanpa dirinya. Dan jangan khawatir nyonya, tuan muda saya sendiri yang akan menjemput nya jika waktu pulang sekolah sudah dekat.” Terang Jack.


“Heeem baiklah kalau begitu. Kalau sampai ia berpesan seperti itu pada mu maka pasti pertemuan ini sangat penting jika tidak ia pasti akan menyampaikan nya langsung pada ku via telpon. Baiklah Jack aku paham dan terima kasih telah menunggu ku untuk menyampaikan hal itu.” Kini Alesya tahu mengapa begitu ia sampai di perusahaan, Jack sudah stand by di meja nya.


“Oo iya Jack... Apa kau mengenal Marcus?” tanya Alesya tiba-tiba. Dia rasa dia butuh mengetahui ada perlu apa Marcus bertemu dengan suaminya. Awalnya dia tidak ingin terlalu menghiraukan laki-laki ini. Namun setelah bertemu laki-laki ini tadi pagi dan ternyata laki-laki minta diantarkan ke kantornya Kenzo membuat Alesya merasa perlu untuk tahu ada urusan apa sebenarnya suaminya dengan laki-laki yang annoying itu..


“Marcus?” jack terkejut mendengar Alesya menyebutkan nama laki-laki yang merupakan musuh utama tuan Kenzo itu. “Maaf nyonya, Marcus siapa maksud anda?” Tanya Jack.


“Mungkin yang ia maksudkan adalah diri ku.” Tiba terdengar suara pria yang sedang dibicarakan itu. Kontan Alesya dan Jack langsung menoleh pada pria itu. “sejak kapan dia ada di sana?”pikir Alesya dan Jack bersamaan.


“Tuan Marcus?”sapa Jack pada laki-laki yang berdiri tegap dihadapannya.


“Kenapa kau tidak menjawab pertanyaannya Jack?” Ucap Marcus sambil melihat Jack dengan tatapan dinginnya.


“Ada keperluan apa anda datang hari ini ke kantor tuan?” Tanya Jack, mengacuhkan perkataan Marcus sebelumnya.


“Kau sama saja dengan tuan mu. Lain ditanya, lain yang dijawab. Well, aku ingin bertemu dengan Kenzo.” Ujar Marcus.


“Tuan Kenz sedang tidak ada di perusahaan saat ini tuan. Beliau sedang ada pertemuan dengan klien di luar dan sepertinya tidak akan kembali hingga setelah jam makan siang atau bahkan tidak akan kembali hingga jam kerja usai.” Jawab Jack.


Marcus melihat Jack lalu ia melihat ke arah Alesya. “apa hubungan sebenarnya wanita ini dengan Kenzo? Kalau Jack tadi memanggil ia dengan sebutan nyonya apa jangan-jangan Alesya adalah istri Kenzo? Tapi mengapa dia bekerja di perusahaan ini sebagai seorang sekretaris? Lagi pula setiap kali berjumpa dengan wanita ini ia selalu mengendarai mobilnya sendiri. Paling tidak jika mereka benar adalah sepasang suami istri, pasti mereka akan berangkat ke kantor bersamaan dari rumah. Heem.. terlalu banyak faktor X untuk menyimpulkan bahwa wanita ini adalah istri Kenzo.” Pikir Marcus dalam hati. “Akan aku selidiki apa sebenarnya hubungan antara Kenzo dan Alesya.”


“Baiklah kalau begitu.Aku akan kembali besok.” Ujar Marcus.


Namun dengan cepat Alesya berkata, “ maaf tuan Marcus, besok hingga beberapa hari ke depan tuan Kenzo tidak ada di tempat. Beliau baru akan masuk kantor di hari senin minggu depan. Jika anda ingin bertemu dengan tuan Kenzo sebaiknya anda membuat janji terlebih dahulu agar kedatangan anda tidak sia-sia seperti hari ini.” Jelas Alesya.


“Sejak kapan aku butuh janji untuk bertemu dengan keponakan ku sendiri.” Ujar Marcus lalu pergi begitu saja.


Jawaban dari Marcus membuat Alesya terbengong. Kalau beberapa waktu lalu, tiba-tiba bibi nya yang muncul. Dan saat ini muncul lagi seorang laki-laki yang mengaku sebagai pamannya. Alesya benar-benar merasa menyesal memulai hubungan ini dengan cara pernikahan kontrak dengan Kenzo sebab karena hal itu, dia tidak punya kesempatan untuk mengenal anggota keluarga Kenzo satu persatu. Setiap kali kedatangan atau kemunculan keluarga Kenzo selalu membuat Alesya terkejut.


“Inilah mengapa seorang wanita dan pria harus menikah secara baik-baik Jack!” Gumam Alesya tidak jelas pada Jack. “ Ingat untuk memperkenalkan setiap anggota keluarga mu kelak pada calon istrimu.” Ucap nya sambil menghela nafas.


Jack yang tidak ingin ditanyai lebih banyak mengenai Marcus hanya bisa tersenyum dan memutuskan untuk kembali ke ruangannya. “Nyonya kalau tidak ada hal lain saya ingin kembali ke ruangan saya.”


“Ya kau boleh pergi Jack.” jawab Alesya sambil tersandar lemah di kursinya. “Apa yang sudah ku lakukan? Aku sudah membangun hubungan yang buruk dengan paman dari suami ku!!!” racaunya dalam hati.


“Alesya, Alesya mengapa kau tidak menyadari kemiripan laki-laki itu dengan Kenzo! Sudah jelas mereka berdua sama-sama annoying!! Mengapa kau bisa tidak menyadari nya!” Rutuk Alesya dalam hati.

__ADS_1


***bersambung


hei.. hei.. jangan lupa untuk selalu dukung otor ya.. dengan cara komen, like dan vote. Hanya dengan dukungan mu karya ini akan tetap hidup.. makasih zeyeng....


__ADS_2