Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44#Ujian Cinta #38


__ADS_3

#Flash Back off...


"jadi kau sudah ketemu dengan pacar dari pasien mu itu?" Tanya Aldo pada Arya yang terlihat bete sambil memain-mainkan penanya.


"Nah itu masalah nya. Dia tidak ada di sekitar ruangan nya si Mai. Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tetap tidak jumpa." Jawab Arya sambil mengetuk-ngetuk meja lalu kembali meminum kopinya."Bahkan aku sengaja kemari."Tunjuk Arya dengan jarinya, "karena beberapa kali aku ada melihat si Kenzo-Kenzo itu di kantin ini bersama selingkuhan nya." Jawab Arya bete.


"Jadi dia membawa selingkuhannya kemari?" tanya Aldo yang jadi ikut-ikutan rumpi seperti ibu-ibu komplek. Suara Aldo pun terdengar persis seperti ibu-ibu rumpi yang selalu nangkring di abang-abang sayur.


"Sebenarnya aku sendiri tidak tahu persis wanita itu selingkuhan nya atau bukan, tapi yang pasti mereka mesra banget.. pakai cium- cium segala kayak gini depan umum!!" sebut Arya sambil menarik kepala Aldo dan mencoba memperagakan adegan yang dia lihat kemarin.


"iih.. apa- apaan sih !!"Aldo menangkis tangan Arya dan mendorong kepala Arya kebelakang yang nyelonong mencoba untuk menciumnya.


",Najis!!!!" Seru Aldo,sambil membersihkan bekas ciuman Arya di keningnya.


"Hahaha.. "Arya tertawa keras melihat reaksi dari Aldo.


"Ya biar kau tahu seperti apa kelakuan pria yang bernama Kenzo-Kenzo itu." ujar Arya masih sambil tertawa.


"Ya gak perlu kau peragakan juga kali Ar!! Dasar dokter gila!!" Maki Aldo.


"Eh bentar.. aku nelpon seseorang dulu!! " Seru Arya lalu mengeluarkan ponselnya.


"kau itu kemana tuan Dayson!! tiba-tiba pergi begitu saja!!!" ujar Arya sewot.


"Apa? kau masih di rumah sakit? Siapa yang sakit? bukannya tadi kau-" Arya ingat kalau tadi Marcus tiba-tiba pergi setelah melihat selingkuhan nya Kenzo.


"Ya udah... kau ada di ruangan berapa? akan aku susul ke sana." ujar Arya.


"Aku ke sana sekarang!!" Seru Arya dan mematikan telpon itu.


Arya memasukan kembali ponselnya ke sakunya. Lalu berdiri sambil meminum abis kopinya. "Bayarin ya!!" seru Arya dan langsung cus meninggalkan Aldo yang menatap Arya dengan bingung.

__ADS_1


"Dasar teman sableng!!!" semprot Aldo begitu sadar Arya benar-benar pergi begitu saja.


Arya pun masuk ke dalam lift dan menekan lantai 4 karena kamar yang dikatakan oleh Marcus tadi berada di lantai 4.


"Sore dok..." Seru para perawat ketika dokter Arya melewati mereka. Dokter Arya memang sangat populer di kalangan para perawat. Selain merupakan dokter yang pintar dan sangat nyetrik, paras nya yang tampan dan selera humor yang tinggi menjadi daya tarik utama dokter lajang ini


"Hai..pejuang tanpa pamrih!! masih semangat kan hari ini!!" Begitu lah kira-kira yang biasa Arya katakan setiap dia di sapa oleh para perawat.


"Mau kemana dok?" Tanya salah seorang perawat di meja perawat itu sebab dia tidak ada pasien dokter Arya yang di rawat di lantai itu.


"Mau jenguk teman!" Jawab Arya santai sambil terus berjalan.


Arya memperhatikan satu persatu nomor yang ada di setiap pintu kamar pasien..Dan ketika dia sampai di salah satu ruang perawatan pasien, wajah Arya berubah menjadi keras sebab rasa kesal yang datang tiba-tiba...


"tuan Kenzo?" panggil Arya, mencoba meredam rasa jengkelnya pada Kenzo yang sedang berdiri bersama Alesya di depan pintu kamar Dyana.


"ya.."Jawab Kenzo singkat. Dia melihat ke arah Arya sebentar lalu kembali mengalihkan pandangannya ke Alesya yang berdiri tepat dihadapan nya.


"Waah! sombong sekali laki-laki ini." Gumam Arya dalam hati.


"Kenz... ayo minggir. Mungkin dokter ini ingin ke dalam." Ujar Alesya sambil menarik tangan Kenzo untuk menepi sebab Kenzo dan Alesya saat ini tepat berdiri di depan pintu kamar Alesya.


Arya melihat Alesya dengan tatapan jijik, "dasar wanita tidak tahu malu." seru Arya dalam hati melihat Alesya yang tanpa rasa malu menarik tangan Kenzo, yang menurut Arya merupakan pacar nya Mai.


"Apa kau ingin masuk dok?" Tanya Kenzo berbasa basi sebab dia tahu Arya bukan lah dokter spesialis orthopedi, mata atau pun kulit. Jadi ada urusan apa Arya ke kamar Dyana.


"Aku tidak ingin masuk. Tapi aku ada urusan dengan mu tuan Kenzo." Ujar Arya yang masih mencoba untuk bersabar.


"urusan dengan ku? memang nya ada apa?" Tanya Kenzo tapi masih tidak terlalu memperdulikan Arya.


"Mai sudah sadar." Ucap Arya, Berharap Kenzo akan beraksi atas ucapannya.

__ADS_1


"Bagus lah kalau begitu." jawab Kenzo datar.


",hah? respon nya hanya itu?" seri Arya kaget dalam hati mendapati Kenzo hanya berkata seperti itu. Seakan-akan Mai bukanlah siapa-siapa nya Kenzo.


"Dia ingin bertemu dengan mu tuan Kenz!!" ujar Arya yang sudah sulit untuk menyembunyikan rasa kesalnya.


"aku akan kesana nanti." Jawab Kenzo tetap terdengar acuh.


"Wah !! wah!! laki-laki ini sungguh keterlaluan!!" Batin Arya. Dan emosinya pun meluap.


"hei!! kau pikir apa bagusnya diri mu hah!! hingga kau bisa mempermainkan wanita seperti itu!!!!" Tangan Arya tiba-tiba sudah ada di kerah kemeja yang Kenzo pakai. Suara Arya yang terdengar sangat emosional membuat Alesya yang berdiri di samping Kenzo sangat terkejut.


Berbeda dengan Alesya, Kenzo hanya menatap Arya tajam dengan tatapan seperti ingin membunuh.


"Pacar mu yang baru saja keluar dari masa kritis nya terus menerus memanggil nama mu dan kau-!!" seru Arya sambil menunjuk wajah Kenzo dengan tangannya yang satu lagi, "Kau malah dengan santai nya bersama selingkuhan mu di sini!! Dasar laki-laki bajing*an!! maki Arya dan melayangkan tinjunya ke arah Kenzo.


Arya tidak menyangka kalau diri nya akan kembali terjatuh pada permasalahan yang sama sekali lagi. Seakan tidak jera dengan hukuman yang pernah di berikan oleh ayahnya beberapa waktu lalu karena ikut campur dalam masalah pribadi pasien, Arya kembali mengulang kesalahan yang sama hari ini.


Kenzo yang melihat Arya melayang tinju pada dirinya dengan sigap menangkap tangan Arya sebelum tinju itu sempat mendarat di wajah tampan Kenzo.Dan membalikan keadaan. kini Kenzo sudah mengunci tangan Arya dan mendorong tubuh Arya dengan kasar hingga menghadap pintu yang tadinya menjadi tempat Kenzo bersandar.


"Apa semua dokter di rumah sakit ini seperti diri mu dokter?" ujar Kenzo, dengan suara beratnya.


"terlalu ingin ikut campur urusan pasien dan juga sangat emosional! kau sungguh bukan seorang dokter yang profesional!!!" Seru sambil menekan tangan Arya yang di kunci Kenzo di belakang punggung Arya.


"Aku bisa melaporkan mu ke pihak rumah sakit!!"ancam Kenzo.


"Kenzo!! Sudah!! seperti nya ini hanya sebuah salah paham!!" seru Alesya mencegah agar keadaan ini tidak jadi perhatian orang lain.


"Diam lah Alesya!! Aku sudah perhatikan dari semalam!! dokter ini selalu memperhatikan apa yang kita lakukan!!" Ujar Kenzo yang memang beberapa kali menangkap Arya sedang memperhatikan dirinya dan Alesya.


"Aku tidak takut dengan ancaman mu!!!" teriak Arya dengan suara yang tertahan.

__ADS_1


***bersambung...


*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.


__ADS_2