Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 48# kabar Gembira#4


__ADS_3

"Frans, bisa kah kita bicara sebentar?" Ujar Dyana ketika Frans mendorong kursi rodanya ke arah taman yang ada di rumah Frans.


"Apa kau ingin membicarakan tentang Marcus?" Tebak Frans sambil mengaktifkan penahan kursi roda Dyana.


"Kau semakin ahli menebak isi kepala ku." Balas Dyana mencoba membawa suasana ini sesantai mungkin.


"Kau saja yang tidak pernah mengizinkan diri mu untuk menebak isi hati dan pikiran ku. Atau mungkin saja kau sudah tahu isi hati dan pikiran ku tapi kau memilih untuk pura-pura tidak tahu Dyana." Ungkap Frans sambil menarik kursi untuk dapat duduk berhadapan dengan Dyana.


"Frans-" Ucap Dyana dengan perasaan tidak enak..


Selama ini Frans lebih banyak mendampingi nya dibandingkan dengan Marcus yang acap kali hilang bahkan disaat-saat Dyana membutuhkan nya. Tapi hal yang akan mereka diskusikan ini tidak hanya merupakan berdasarkan kebersamaan mereka beberapa hari ini, melainkan lebih kepada siapa hati ini memilih.


"Katakanlah...aku akan mendengar semua yang kau katakan." Ucap Frans sambil menatap intens mata Dyana.


Dyana merasa tidak nyaman melihat' Frans menatap nya lekat seperti itu. Dyana pun mengalihkan pandangannya.


"Jangan alihkan pandangan mu dari lawan bicara mu Dyana. Itu tidaklah sopan." ujar Frans penuh kelembutan dan menarik dagu Dyana agar melihat kembali padanya.


"Katakan lah. Sepahit apapun itu aku akan mendengarkan mu." Tekan Frans.


Frans memang sudah menyiapkan hati ini untuk ini. "Ini bukan pertama kali nya Frans. Persiapkan mental mu ..." Frans menyemangati diri yang sendiri.

__ADS_1


"Frans.."Dyana akan memulai perkataan nya


"Ya .."Jawab Frans dengan tersenyum.


Dyana melihat wajah Frans dengan seksama. Kalau dipikir-pikir laki-laki yang ada dihadapannya saat ini sangat lah tampan. Sama sekali tidak kalah tampan dengan Marcus atau pun Kenzo tapi bagaimana bisa, hatinya harus patah dua kali seperti ini.


"Maafkan aku Frans!!" Gumam Dyana sebelum melanjutkan kata-kata yang akan dia ucapkan pada Frans.


"Kau tahu kan bahwa kedatangan ibu ku ke kota ini adalah untuk menikah kan kita?" Ujar Dyana pada Frans. Lalu Dyana berhenti dan menunggu respon yang diberikan oleh Frans.


"Ehmm.. aku tahu." Jawab pria itu singkat. Kemudian tidak mengatakan apapun lagi.


"Lalu apa?" tanya Frans, pura-pura tidak paham arah pertanyaan Dyana.


"Frans come on!" rengek Dyana yang tahu kalau Frans hanya sedang pura-pura tidak tahu.


Frans tersenyum..."Kau ingin tahu respon ku atas perjodohan kita? Ehm...Aku tidak keberatan sama sekali dengan semua itu sebab aku memang mencintai mu Dyana." jawab Frans sangat terus terang.


Hanya saja respon yang didapat Frans setelah mengungkapkan perasaannya pada Dyana itu tidak seindah seperti muda mudi di luar sana. Dan Frans sudah memperkirakan nya.


"Maaf kan aku Frans..." isak Dyana yabg sungguh sangat tidak tega pada Frans. Paling tidak setelah beberapa kali bersama dan sing membantu di saat susah, Dyana sudah menganggap Frans sebagai teman yang selalu ada di sisi nya. Membuat hati Frans terluka karena penolakan yang akan dia katakan, juga membuat Dyana merasa terluka. Tapi menerima Frans untuk menjadi suaminya, Dyana pun tidak bisa.

__ADS_1


"Maaf karena kau tidak mencintai ku atau maaf karena kau lebih memilih Marcus dari pada diri ku?" tanya Frans sambil mengangkat dagu Dyana yang kembali tertunduk itu.


"Hei... wajah mu terlalu cantik untuk kau sembunyikan Dyana." Ucap Frans pada Dyana.. "Jangan pernah sembunyikan wajah cantik mu itu."


"Cantik dari Hongkong!" sela Dyana yang ingat banyak bekas luka di wajah nya saat ini.


"Bekas luka ini bahkan tidak sanggup menyembunyikan cantik mu Dyana." Frans terbawa suasana dan mengusap wajah Dyana dengan lembut.


"Frans..." Seru Dyana yang mengembalikan kesadaran Frans.


"Maaf...aku jadi tidak fokus karena tersihir kecantikan mu." Gombal Frans yang tak pantang menyerahnya untuk mendapatkan Dyana.


"Dyana kau belum menjawab pertanyaan ku,


kau itu minta maaf karena kau tidak mencintai ku atau maaf karena kau lebih memilih Marcus dari pada diri ku? atau jangan-jangan ke dua- duanya?" ujar Frans sambil tertawa miris. APA TUHAN MEMANG LUPA MENCIPTAKAN HAWA UNTUK DIRI KU? Pikir Frans yang kadang merasa takdir hidupnya sangat lucu.


**bersambung.


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.

__ADS_1


__ADS_2