Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 11#Dia putra ku#5


__ADS_3

"Karena istri mu telah menjelaskan semua pada ku alasan kenapa kalian tidak jadi mengunjungi ku maka aku memaafkan perbuatan mu kali ini." Seru Albert. "Tapi itu tidak berarti kalian tidak akan aku hukum." Ucap Albert sambil sebelah alisnya terangkat.


Kenzo tidak terlalu ambil pusing dengan perkataan kakek nya karena selama ini walaupun sang kakek selalu mengancam akan memberikan hukuman ini dan itu pada Kenzo, tidak ada satu pun yang terealisasi.


Sedangkan Alesya, dia jadi bingung kenapa dirinya juga harus ikut dihukum karena kesalahan Kenzo. Seharusnya cukup Kenzo saja yang mendapat hukuman dari kakek nya.


“aku akan membawa Skala bersama ku.” Ujar Albert, membuat Kenzo dan Alesya terkejut.


“Tidak!!” Seru mereka bersamaan.


Kenzo dan Alesya saling lihat.


“Aku tidak peduli apakah kalian setuju atau tidak. Aku akan tetap membawa cicit ku.”


“Kek, kau tidak bisa membawa Skala sekarang.” Ujar Kenzo, “Lihatlah kondisinya belum terlalu baik saat ini.” Lanjut Kenzo.


“Apa kau meragukan ku Kenzo? Kalau perlu rumah sakit ini yang akan aku pindahkan ke samping rumah ku.” Balas Albert, sombong.


"Memang nya dia jin nya Aladin?" Batin Alesya.


“Bukan itu permasalahannya kek.” Kenzo kembali mencoba mencari alasan yang tepat untuk membujuk sang kakek membatalkan niatnya.


“Lalu apa?”Tantang Albert. “kau takut aku tidak bisa merawat putra mu?”Dengus Albert sambil tersenyum sombong. “Apa kau lupa Kenzo siapa yang merawat mu semenjak kecil? Orang itu adalah aku Albert Dayson. Pria tua yang masih dapat berdiri gagah di depan mu ini !!”


Kenzo tidak kehabisan akal. Dia tidak bisa membiarkan Skala dibawa oleh kakeknya. Alesya pasti akan marah besar. Selain itu rencana Kenzo untuk mendekati Skala dan menjelaskan segalanya akan tertunda.


“Seharusnya aku menelponnya lebih awal tadi.” Rutuk Kenzo dalam hati.


“Skala tidak bisa jauh dari ku kek.” Kenzo menemukan sebuah alasan yang pas untuk menahan Skala agar tidak dibawa oleh sang kakek. “karena saat ini dia masih memerlukan darah ku.”


“Apa???!!!Skala juga memiliki golongan darah golden blood??” Albert terlihat sangat kaget.


Namun tidak lama dia malah tertawa keras. “Hahahahahahaa.. dia memang cicit ku!! Aku tahu dia memang keturunan keluarga Dayson. Kau tahu Kenzo di dalam keluarga kita dalam setiap generasi hanya ada satu orang laki-laki dan satu orang perempuan yang mewarisi golongan darah ini.” Ujar sang kakek bangga. “ ayah mu, kau .. dan kini cicit ku yang ganteng ini juga mewarisi darah langka keluarga Dayson.” Ujar nya sambil tertawa keras.


“Makanya kakek tidak bisa membawa Skala pergi jauh dari ku. Karena kalau sewaktu-waktu dia membutuhkan donor darah maka akan sulit untuk ku datang secepat itu ke tempat kakek.” Kilah Kenzo.


Alesya hanya terdiam mengamati pembicaraan antara Kenzo dan kakeknya. Perkataan kakek Kenzo tentang golongan darah istimewa keluarga Dayson, membuat Alesya bertanya-tanya dalam hati.


Kenzo melihat Alesya sekilas,”Apa dia menyadari sesuatu?” batin Kenzo.


“Aku lupa memberitahu mu sesuatu Kenzo. Bahwa ayah mu dan kau mendapatkan golongan darah istimewa itu dari pria tua ini.” Ujar Albert bangga walaupun sebenarnya memiliki golongan darah langka seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan mengingat akan sangat sulit untuk mendapatkan pendonor nya jika secara tiba – tiba membutuhkannya.


“Jadi kau tidak perlu khawatir, seperti diri mu aku juga juga rutin menyimpan darah ku di bank darah. Takut-takut entah kau ataupun aku membutuhkannya suatu saat.”Tukas Albert mematahkan alasan Kenzo.


“Jadi tidak ada masalah lagi kan?” Albert melihat Kenzo dan Alesya bergantian. Dia dapat melihat rasa tidak ikhlas di wajah Kenzo dan Alesya ketika ia ingin membawa Skala. Tapi Albert harus melakukan hal ini karena ia ingin memberikan waktu bagi Kenzo dan Alesya untuk berduaan lebih lama.


Sebenarnya, sepulang dari rumah kenzo waktu itu Albert memerintahkan orang kepercayaannya untuk menyelidiki latar belakang Alesya. Karena Albert penasaran, cucunya yang selama ini hampir saja dia kira adalah seorang homo tiba-tiba menikah dan mengakui punya seorang anak.


Andaikan wajah anak itu tidak mirip dengan Kenzo sewaktu masih kecil maka mudah bagi Albert untuk langsung membongkar kebohongan Kenzo. Namun wajah anak itu sangat mirip dengan Kenzo, membuat Albert semakin penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Albert mulai menyelidiki Alesya dan Skala. Walaupun tidak banyak informasi yang bisa ia dapatkan tentang mereka tapi paling tidak ia tahu bahwa Alesya adalah anak dari Ronald Diningrat, partner bisnisnya yang kini lebih tepat bila dikatakan partner bisnis Kenzo sebab sejak kedatangan Kenzo delapan tahun yang lalu ke kota A, Ronald Diningrat lebih banyak berbisnis dengan Kenzo ketimbang dengan Albert. ‘


Apa sebenarnya tujuan Kenzo menikahi Alesya? Apakah karena ingin memperkokoh perusahaannya? Kalau begitu kenapa dia tidak menikah dengan Agnez saja, toh Agnes sudah lama menginginkan Kenzo. Kenapa harus Alesya, gadis yang setelah Albert selidiki baru kembali dari pelarian delapan tahun yang lalu. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu berputar-putar di dalam pikiran Albert. Apalagi Alesya punya seorang anak dan Kenzo bersedia mengakui anak itu di depan umum sebagai anak nya. Seingat Albert, Kenzo cucunya tidaklah semurah hati itu pada orang lain. Anak itu selalu bersikap dingin dan sinis. Tidak mungkin ia melakukan sesuatu secara percuma.


Dari sana terlalu banyak kecurigaan yang muncul.

__ADS_1


Albert terlalu tua untuk percaya semua perkataan Kenzo yang sangat bertolak belakang dengan fakta yang ia temukan.


Setelah memaksa Jack untuk bicara akhirnya Albert tahu kalau Kenzo dan Alesya sebenarnya hanya melakukan pernikahan kontrak. Kalau mereka hanya menikah kontrak bagaimana bisa Skala memiliki wajah yang sangat mirip dengan Kenzo. Apakah itu hanya kebetulan belaka? Itu juga sempat menjadi tanda tanya besar dalam kepala pria yang sudah tidak muda lagi itu.


Namun setelah Kenzo mengatakan bahwa Skala memiliki golongan darah golden blood maka Albert sangat terkejut sekaligus yakin bahwa Skala pasti adalah anak Kenzo sebab hanya Kenzo dan dirinya yang punya golongan darah ini saat ini selain kakak Albert dan beberapa anak perempuan,cucu dan cicitnnya yang tinggal di Australia. Dari garis keturunan saudari perempuan Albert, tidak ada satu pun yang memiliki putra. Golongan darah ini hanya turun pada keturunannya yang perempuan. Dan Alesya pasti bukan lah anak atau pun cucu dari saudari perempuan Albert. Jadi darah ini pasti Skala dapat dari Kenzo.


Golongan darah ini menjadi istimewa karena ia sangat langka dan satu hal yang selama ini tidak diketahui oleh publik tentang golongan darah ini ialah golongan darah ini hanya dimiliki oleh keluarga Dayson.


Semua nya kini menjadi sangat jelas bagi Albert. Dan ia semakin yakin untuk mempersatukan Kenzo dan Alesya.


“kakek..?” terdengar suara Skala yang memanggil Albert pelan.


“ kau kah itu kek?” Tanya Skala sekali lagi.


Semua orang di ruangan itu melihat ke arah Skala.


Albert yang dipanggil oleh Skala, berjalan mendekati Skala.


“Skala...” Panggil Albert sambil mengelus kening anak itu. “bagaimana keadaan mu?” tanya Albert dan duduk di samping Skala.


“Seperti yang kau lihat kek,aku sudah sehat. Aku bahkan bisa pacu lari dengan mu.” Guyon Skala.


“Benarkah?? Kalau begitu buktikan dengan ikut dengan ku pulang ke rumah ku. Kau tidak lupa kan kalau kau berjanji akan bermain di rumah ku akhir pekan ini? Dan lihat lah, hari ini bukanlah hari yang kau janjikan lagi.” Albert pura-pura merajuk untuk mendapatkan kaya iya dari sang cicit.


“maafkan aku kek.” Jawab Skala, “aku pasti akan kesana.” Sambung Skala.


“Mommy .. aku boleh kan ikut ke rumah kakek?” Skala bertanya pada Alesya yang sebenarnya masih bingung soal golongan darah istimewa keluarga Dayson ini.


“Apa ? kau mengatakan apa Skala?” Tanya Alesya sekali lagi.


Alesya tidak tahu harus menjawab apa. Melarang Skala pergi sama hal nya tidak menghargai kakeknya Kenzo. Tapi membiarkan Skala pergi sama, hati Alesya tidak rela. Dia takut terjadi sesuatu yang buruk dengan putranya.


“Kalau kau ragu, sebaiknya kau dan Kenzo juga ikut pulang bersama ku.” Tawar Albert pada Alesya.


Alesya melirik pada Kenzo, berharap Kenzo mengatakan sesuatu yang bisa menahan Skala untuk tetap tinggal.


“Baiklah kalau itu adalah keinginan mu Skala.”Ujar Kenzo dan membuat Alesya kaget.


“Apa dia sadar apa yang barusan ia katakan?” Alesya membelalakkan matanya pada Kenzo.


Namun Kenzo sebenarnya punya pemikiran lain. Setelah Kenzo pikir-pikir tidak ada salahnya Skala ikut dengan kakeknya kerumah kakeknya sebab rumah itu penuh dengan semua hal yang berhubungan dengan Kenzo. Paling tidak, Skala bisa belajar memahami tentang Kenzo disana.


Selain itu, Kenzo pikir ada bagusnya juga jika ia hanya berduaan saja denan Alesya untuk dapat membuat wanita itu jatuh hati pada nya. Jadi menyetujui hal ini akhirnya Kenzo pikir juga tidak ada buruk nya.


“Baiklah kalau begitu aku akan mempersiapkan segala hal keperluan Skala di sana.” Albert kini menyuruh Alesya dan Kenzo dengan isyarat tangannya.


Kenzo dan Alesya keluar dari ruangan Skala.


“Kenz!! Kenapa kau tidak melarang Skala untuk pergi!!” Seru Alesya begitu pintu kamar itu tertutup.


“ memangnya apa yang bisa aku lakukan jika Skala sendiri yang ingin pergi ke rumah kakek.” Bela Kenzo.


“Tapi Kenz-“ Ujar Alesya panik. “Ini pertama kali ia akan berpisah dengan putranya. Dan ini juga pertama kali bagi Skala untuk ikut bersama orang asing.”


“tenanglah Alesya, Semua akan baik-baik saja.” Kenzo mencoba menenangkan Alesya.

__ADS_1


“Kenzo, maaf aku tidak bermaksud menyinggung mu atau pun menyakiti perasaan mu tapi kakek Albert tetaplah adalah orang asing bagi Skala dan aku merasa tidak yakin menyerahkan putra ku pada orang yang masih asing bagi nya.” Ucap Alesya dengan rasa serba salah.



“Kakek ku bukan orang asing bagi Skala. Percaya lah itu. “ Kenzo menatap Alesya.


“Seperti yang kakek katakan kalau kau ragu kau bisa ikut dengan kakek dan merawat Skala disana.” Kenzo yakin Alesya pasti akan menolak hal ini sebab tujuan utama Alesya kembali ke kota ini belum berhasil ia capai.


“Bagaimana ini? Aku tidak bisa pergi dari kota B untuk saat ini. Apalagi setelah berbicara dengan Monica hari ini membuat ku sangat tidak mungkin untuk pergi. “ Alesya jadi sangat bingung.


Tidak ada jalan lain, Alesya harus ikhlas untuk berpisah dengan Skala untuk beberapa waktu.


Albert Dayson akhirnya membawa Skala pulang ke kediaman nya hari itu juga menggunakan pesawat jet pribadainya.


Kenzo dan Alesya pun bersiap pulang ke kota A. Namun sebelum pulang ke rumah mereka, Alesya minta diantarkan ke rumah keluarga Diningrat.


Tidak sah bagi Alesya jika melewatkan begitu saja hasil kerja keras Monica. Dia harus melihat dengan mata kepala nya sendiri bagaiman Agnez dan Jenny melewati hal ini.


“Uang mu tidak akan mampu melawan hacker ku!!” Gumam Alesya dalam hati.


Alesya teringat ketika ia menelpon Monica tadi pagi, Monica mengatakan bahwa untuk melancarkan rencana ini dia meminta Jody, anak tunawisma yang ditolong oleh Alesya dan disekolah oleh Alesya untuk memastikan video itu tetap ada disana paling tidak sekitar empat hari.


Jody adalah mahasiswa jurusan komputer disalah satu universitas ternama di kota A. Saat ini Jody adalah salah satu hacker terkenal di kota A. Walaupun orang hanya mengenal nama samarannya saja.


Begitu sampai di rumah keluarga Dinigrat, Kenzo dan Alesya cukup terkejut sebab sepertinya keluarga itu sedang mengadakan rapat anggota keluarga.


Disana juga ada tuan Puji. “Apa sejak kejadian malam itu tuan Puji langsung menjadi anggota keluarga Diningrat?” ejek Alesya dalam hati.


“Apa kami mengganggu?” Seru Kenzo dengan suara beratnya membuat setiap orang di ruangan itu melihat ke arah Kenzo dan Alesya.


“Sepertinya kita datang tidak disaat yang tepat Kenz.” Ujar Alesya. “Mereka sedang rapat keluarga!” Lanjut Alesya dan menarik tangan Kenzo untuk pergi.


“Rapat keluarga? Kalau begitu kenapa mereka tidak ada menghubungi kita?” Kenzo sengaja melihat tuan Ronald dengan tatapan dinginnya. “Bukankah baru beberapa hari lalu mereka baru saja mengadakan pesta untuk kita? Apa itu tidak menandakan kita adalah keluarga mereka?” Kenzo terus berbicara sambil menyindir keluarga Diningrat yang tidak mengabari Alesya kalau mereka akan mengadakan rapat keluarga.


“ Kenzo, Alesya kemarilah.” Panggil Ronald.


“Duduklah disini.” Ronald mempersilahkan Kenzo dan Alesya untuk duduk dan bergabung dalam rapat keluarga Diningrat.


Seumur hidup ini baru pertama kalinya Alesya ikut bergabung dalam rapat di keluarga nya sendiri. Dia benar-benar tidak pernah dianggap sebagai anggota keluarga sejak dulu. Alesya merasa miris bila mengingat hal ini.


Suasana di ruangan itu cukup lama hening hingga Agnez dan jenny masuk ke ruangan itu.


Alesya tersenyum menyambut kedatangan Agnez dan ibunya Jenny.


Alesya tiba-tiba teringat dengan dirinya delapan tahun yang lalu. Dia ia pernah berada dalam situasi saat ini. Situasi dimana ia masuk ke dalam ruangan dan ternyata sudah ada banyak orang disana yang berkumpul untuk menghakiminya.


Kenangan delapan tahun yang lalu. Siapa sangka Alesya dan Agnez akan akan bertukar nasib. Roda kehidupan kini telah berputar. Hari ini Alesya bertukar tempat dengan Agnez.


Walau tidak dapat langsung mempermalukan Agnez di depan semua anggota keluarga seperti yang dahulu Agnez dan ibunya Jenny lakukan pada ALesya, paling tidak Alesya bisa menonton pertunjukan ini sambil sedikit menaburkan garam di luka Agnez. Itu cukup menyenangkan, pikir Alesya. Bukan kah sebelum hidangan utama kita selalu membutuhkan hidangan pembuka? Dan rasa sakit Agnez hari ini dapat menjadi hidangan pembuka untuk balas dendam Alesya.


######


OTOR AKAN SELALU BERUSAHA UNTUK UP SETIAP HARI YA CINTO,,,^_^


Jadi jangan lupa dukungannya untuk otor.. dengan cara like,komen dan vote.

__ADS_1


See you in the next chapter..byee....


__ADS_2