Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 19#Menjelang pulang Ke Mansion Rodio#6


__ADS_3

“Kalau begitu aku akan ke kamar Skala dulu untuk melihat apa anak itu sudah membereskan baju nya atau belum. Nanti setelah itu aku akan membereskan pakaian yang akan kita bawa.”


Alesya pun turun ke bawah untuk melihat apakah Skala sudah selesai menyiapkan barang-barangnya atau tidak.


Sebenarnya Alesya masih penasaran dengan hubungan antara Kenzo dan Marcus. Apalagi Alesya yakin kalau kue-kue bunga matahari yang dimakan oleh Dyana dan Skala berasal dari Marcus.


Sambil menuruni tangga Alesya terus menoleh ke arah kamar nya dan Kenzo.


“Aku harus berbicara dengan bibi sebelum aku pergi.” Gumam Alesya dalam hari sambil mencari sosok Dyana di ruangan yang ia lalui.


“Ska, apakah kau sudah memasukkan baju yang akan kau bawa ke dalam koper?” tanya Alesya pada putranya yang kelihatan asik menonton TV sambil makan cookies bunga matahari.


“Aku sudah merapikannya mommy. Dan Kopernya sudah aku minta untuk dimasukan ke dalam mobil yang akan mengantarkan kita ke bandara.” Jawab Ska, sambil memasukan sebuah cookies ke mulutnya.


“kalau grandama mana Ska? Kenapa kau hanya sendirian?”

__ADS_1


“Grandma dia kembali ke kamar nya. Setelah marah-marah di telpon.”


“Marah-marah ditelpon? Memangnya siapa yang menelpon Dyana?” pikir Alesya.” Sudahlah sebaik aku langsung saja ke kamarnya sekarang.”


“Ska, kita akan berangkat satu jam lagi. Sebaiknya bersiap-siaplah. Jangan sampai daddy menunggu mu.” Perintah Alesya pada putranya itu.


“Ok, mom!” Skala pun mematikan TV dan segera menuju kamar nya untuk bersiap-siap.


“Lihatlah anak itu, tetap saja membawa toples yang berisi cookies itu. Dia tidak tahu kalau aku juga memiliki kue yang sama.” Alesya tersenyum melihat putranya yang seakan-akan takut kalau dia meninggalkan toples yang berisi cookies bunga matahari itu maka akan ada orang yang akan menghabiskannya.


“Sebaiknya aku harus segera ke kamar bibi.” Alesya pun juga meninggalkan ruangan itu menuju kamar Dyana.


“memangnya siapa dia!! Dari tadi kerja marah-marah saja!!!” sungut Frans pada asistennya.


Sang asisten yang tahu penyebab kekesalan majikannya hanya bisa diam sambil terpaksa mendengar segala ungkapan kekesalan dari tuannya itu.

__ADS_1


“Memangnya dia pikir dia siapa?”kayak paling cantik aja sedunia!!!” Frans terus mengomel tak karuan.


“Tuan, sebaiknya anda tenang dulu!” Ujar Aditya. “kalau memang nona Dyana tidak mau menerima pertemanan dari anda sebaiknya anda tidak usah saja menghubungi dia lagi.”


“Kau tahukan apa niat ku mendekati wanita itu? Itu semua hanya demi mendapatkan informasi mengenai Alesya. Aku sama sekali tidak peduli dengan wanita yang bernama Dyana itu.” Tukas Frans.


“Saya rasa dia menyadari niat terselubung tuan. Itulah mengapa dia tidak menerima pertemanan dari tuan.” Aditya mencoba menjelaskan hal ini dari sudut pandangnya.


“Aku juga berpendapat begitu. Hanya saja harga diri ku sebagai seorang pria tetap saja terluka. Selama ini tidak ada satu wanita pun yang menolak pertemanan dari ku. Bahkan wanita di kota ini antri untuk dapat menjadi teman ku. Lalu dia? Bisa-bisanya dia-“ Frans terlihat sangat kesal.


“kalau begitu bagaimana kalau kita minta tolong pada nyonya saja untuk mendekatkan anda dengan nona Dyana,tuan? Secara nyonya kan memang punya niat untuk menjodohkan kalian?” saran Aditya.


“Dit, pikiran mu sangat luar biasa!! Ide mu begitu cemerlang. Tapi sebaiknya kau juga harus segera memikirkan ide lain bagaimana cara nya supaya ibu ku tidak terlalu berharap dengan hubungan ku dan Dyana sebab yang aku ingin dari Dyana bukan lah kesediaan dia untuk menikah dengan ku. Melainkan informasi yang dia miliki tentang Alesya dan Kenzo. Does it.” Ujar Frans geram, bagaimana asisten nya bisa mendadak bodoh seperti ini.


“Aku kan hanya menyarankannya saja tuan.” Ujar Aditya sambil nyengir. “Sebab saya merasa hanya nyonya dapat membantu anda untuk mendatangkan nona Dyana kesini. "

__ADS_1


***bersambung..


jangan lupa.. like.. komen dan vote yo cinto...


__ADS_2