Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 8#Rencana jahat Jenny dan Agnes#7


__ADS_3

"Kau dari mana saja." Ujar Alesya begitu Kenzo masuk.


"Aku ada urusan di bawah." Jawab Kenzo sambil melepaskan jam tangannya lalu membuka kemejanya.


"A-apa yang kau lakukan?" Tanya Alesya gugup.


"Aku mau mandi. Bukankah pestanya akan segera dimulai?" Jawab Kenzo tanpa menyadari Alesya sungguh tidak nyaman setiap kali Kenzo membuka pakaiannya dihadapan Alesya.


"Tuan Kenzo Dayson, sebaiknya kau membuka pakaian mu di kamar mandi saja. Sudah beberapa hari ini kau mencemari mata ku." Sungut Alesya.


"Mencemari?" Ucap Kenzo tak terima dengan istilah yang dipergunakan oleh Alesya.


"Ya mencemari. Mata ku yang suci dan bersih ini tercemari karena harus melihat tubuh mu setiap kali kau membuka pakaian mu dihadapan ku."


"wanita ini pasti sudah gila, cuma dia yang berani mengatakan tubuh ku mencemari matanya!!"


Batin Kenzo.


Kenzo segera masuk ke kamar mandi.


"tuhan sampai kapan aku harus bertahan dari cobaan mu ini!! takutnya iman ku goyah kalau setiap hari harus melihat roti sobek seperti itu!!" Teriak Alesya dalam hati sambil menggigit ujung bantal yang dipegangnya.


Alesya tidak ingin membuang waktu dengan menunggu Kenzo. Apalagi Alesya sudah bisa menebak Kenzo pasti akan seenaknya keluar dari kamar mandi tanpa memperdulikan keberadaan Alesya di kamar itu Jadi Alesya berpikir lebih baik dia mandi di kamar Skala sekaligus berpakaian di sana. Kalau Skala bertanya maka katakan saja dia tidak ingin terlambat menghadiri pesta.


###


Satu jam kemudian.


"dari mana saja kau Alesya?" tanya Kenzo.


"Aku dari kamar Skala. Aku sengaja mandi di sana supaya kita dapat turun lebih awal." Jawab Alesya.


Kenzo hanya melihat Alesya dari cermin yang ada di depannya.


"Wanita ini punya aura yang berbeda." Batin Kenzo.


"Kenz, Skala mengatakan dia tidak akan turun untuk berpesta. " Ungkap Alesya.


"Baiklah.Nanti akan ku minta pelayan mengantarkan makan malam untuk nya." Ucap Kenzo.


"Terima kasih Kenz."


"Kau sudah siap?" Tanya Kenzo pada Alesya yang sibuk mencoba mengaitkan pengait kalung nya.


"Ya.. tunggu sebentar." Gumam Alesya, masih mencoba untuk mengaitkan Pengait kalung itu.


Kenzo yang melihat Alesya kesulitan berjalan ke arah Alesya dan langung memindahkan rambut Alesya yang terurai ke bahu wanita itu.


"Tanda ini???" Kenzo kaget sekaligus bahagia melihat tanda bintang di punggung Alesya.


"Kenz.. apa yang kau lakukan??"Tanya Alesya kaget tiba-tiba saja Kenzo menyentuh rambutnya dan mengambil pengait kalung itu dari tangannya.


" Tuan Kenzo Dayson!!!" Seru Alesya setengah berteriak hingga menyadarkan Kenzo.


"Heem.. biar aku bantu memasangkannya." Jawab Kenzo sambil memasangkan pengait itu lalu merapikan kembali rambut Alesya ke belakang.

__ADS_1


"Aku rasa gaun mu terlalu terbuka. Sebaiknya kau memakai Syal atau scraft atau apapun itu namanya."Ujar Kenzo.


Kenzo tidak ingin ada orang lain yang melihat tubuh Alesya.


"Kau ini kenapa lagi tuan Dayson?" Tanya Alesya heran.


"Aku dengar udara di daerah sini sangat dingin waktu malam hari." Kilah Kenzo dan pura-pura merapikan jasnya.


Mau tidak mau Alesya mengambil sesuatu untuk menutupi dirinya.


"apa seperti ini kau juga akan keberatan??" Tanya Alesya.


"Heem.. begitu lebih baik."


Kenzo dan Alesya keluar dari ruangan mereka. Hanya saja karena gugup Kenzo lupa membawa ponselnya.


###


Semetara Kenzo dan Alesya menuju ke ruang acara tempat pesta itu di adakan, di sebuah kamar terlihat Agnez dan ibunya sedang berbicara serius.


"Kau sudah memintanya untuk datang kan ibu?" Tanya Agnez pada Jenny.


"Tentu saja. Aku juga sudah menyiapkan kamar untuk mu dan Kenzo." Ujar Jenny sambil menggoda putrinya.


"Bagaimana dengan para wartawan apakah ibu juga sudah Menghubungi mereka?" Agnez kembali bertanya.


"Tenang saja. Aku sudah pernah melakukan ini sekali jadi aku tahu persis bagaimana untuk melakukan nya sekali lagi." Ungkap Jenny, tersenyum smirk.


"Malam ini kita buat Kenzo untuk meminum minuman yang telah kita beri obat itu dan Alesya akan kita buat meminum minuman yang sama seperti delapan tahun yang lalu."Lanjut Jenny lalu tertawa.


"Kemudian ibu akan akan membawa Kenzo ke kamar ku dan Alesya ke kamar bandot tua itu di sebelah kamar ku. Rencana mu sungguh luar biasa ibu!!"Sambung Agnez sambil memeluk ibunya.


Namun satu hal yang tidak disadari oleh Agnez dan Jenny, ternyata pembicaraan mereka telah disadap oleh Jack.


"Aku harus segera memperingati tuan Kenzo agar dia dan nyonya Alesya tidak meminum minuman yang ditawarkan pada mereka selama pesta ini.


Jack mencoba menelpon Kenzo berkali-kali, namun percuma Kenzo tidak menjawab satu pun panggilannya.


Jack keluar dari kamar nya dan masuk ke kamar sebelahnya. Di dalam kamar itu kini ada Skala yang sedang asik membaca berita di tablet nya.


"Tuan muda, aku harus pergi melihat tuan Kenzo dan nyonya Alesya di ruangan pesta apakah kau tidak keberatan kalau ditemani oleh pengawal-pengawal ini?" Tanya Jack pada Skala.


"Tentu saja tidak paman Jack. Pergi lah." Jawab Skala.


"Terima kasih tuan muda."


Jack bergegas ke ruangan pesta. Disana Jack dapat melihat tuan Ronald tengah memperkenalkan Alesya dan Kenzo kepada para tamu yang hadir.


"Dimana nona Agnez dan ibunya?" Jack melemparkan pandangan untuk menyapu seluruh bagian ruangan itu.


Setelah mencari sosok Agnez dan Jenny hampir sejam Jack akhirnya melihat kedua wanita ular itu berjalan ke arah Kenzo dan Alesya.


"Semua nya bersiaga!!" perintah Jack pada seluruh orang-orang nya yang sedang menyamar.


"Disini kalian rupanya." Seru Agnez sambil berjalan mendekati Kenzo dan Agnez.

__ADS_1


"Sekali lagi aku ucapkan selamat untuk mu Alesya. Kau berhasil mendapatkan Kenzo. Padahal aku sudah bertahun-tahun mengejarnya." Lanjut Agnez.


"Terima kasih Agnez." Jawab Alesya, seakan-akan dia tidak tahu kalau itu hanyalah basa basi Agnez belaka.


"Sebagai ucapan selamat dari ku mari kita bersulang!!" Ujar Jenny.


"Pelayan!!!" panggil Jenny pada seorang pelayan yang sedang membawa beberapa gelas minuman.


" Ayo kita bersulang." Ujar Jenny sambil mengangkat gelasnya.


Jenny dan Agnez sengaja membawa minuman ketika mereka akan menghampiri Kenzo dan Alesya sehingga Kenzo maupun Alesya tidak akan curiga kalau mereka tidak mengambil minuman yang sama dengan Kenzo dan Alesya.


Kenzo melihat sebuah senyum yang tersembunyi disudut bibir Agnez.


"Apa ada sesuatu di dalam minuman Alesya?" Pikir Kenzo curiga.


Alesya juga merasakan hal yang sama sehingga dia tidak langsung meminum minuman itu."Apa kalian kira aku bodoh akan jatuh ke jebakan yang sama seperti yang kalian lakukan pada ku delapan tahun silam."


"Ada apa Kenzo? Alesya? Apakah kalian tidak ingin berbagi kebahagian kalian bersama ku?" Jenny mencoba memprovokasi Kenzo dan Alesya.


Kenzo yang takut Alesya akan termakan pancingan Jenny segera meminum habis minuman di tangannya lalu dengan cepat ia juga meminum minuman yang ada di tangan Alesya.


"Alesya tidak suka minum. Biar aku yang menggantikan meminum ini untuk menghormati mu."ujar Kenzo.


" Apa yang kau lakukan tuan??" Gumam Jack dalam hati melihat tuannya meminum kedua minuman yang telah diberikan obat itu. "Kau tidak akan bisa selamat malam ini!!"


Kenzo mulai merasakan panas disekujur tubuhnya. "ternyata firasat ku benar." Gumam Kenzo dalam hati.


Kenzo mulai terlihat gusar. Keringat mulai bermunculan di wajah tampannya.


"Kau kenapa Kenz?" Tanya Alesya Khawatir. Dia curiga jangan-jangan minuman nya yang diminum oleh Kenzo benar-benar ada sesuatu di dalamnya.


"Seperti Kenzo sedang tidak enak badan." Seru Jenny pura-pura tidak tahu.


"Tidak buruk juga." Seru Jenny dalam hati. "Walaupun tidak dapat menjebak keduanya, paling tidak berhasil menjebak Kenzo juga adalah sebuah tangkapan yang besar. " pikir nya.


"Ayo aku antar ke kamar Kenz." Alesya mencoba memapah Kenzo.


"Alesya tunggu." Cegat Jenny cepat "Biar Agnez saja yang membawa Kenzo. Kalau kalian berdua menghilang sekaligus dari pesta ini pasti orang-orang akan bertanya-tanya dimana keberadaan kalian berdua secara pesta ini diadakan untuk kalian."Bujuk Jenny.


"Aku akan kembali ke ruangan ini setelah mengantarkan Kenzo." tolak Alesya.


"Tidak Alesya, biar Agnez saja yang mengantar ku. Kau tetap saja disini." Ujar Kenzo. Dia tidak ingin Alesya berada disekitarnya dalam kondisi nya yang seperti saat ini. Dia tidak ingin melakukan hal buruk itu sekali lagi pada Alesya.


"Tapi Kenz.. kau-" Ucapan Alesya terputus ketika melihat Kenzo memberi isyarat diam untuknya.


"Baiklah." ujar Alesya, pasrah.


"Kenzo pasti tidak tahu kalau dia jatuh ke jebakan Agnez dan Jenny. Aku akan mencari cara untuk dapat menyusul Kenzo ke kamar." Gumam Alesya dalam hati. Dia merasa tidak enak kalau Kenzo sampai kenapa-napa karena bagaimana pun seharusnya dialah yang meminum minuman itu.


Agnez pun menarik lengan Kenzo dan memapahnya.


"Kau akan jadi milik ku malam ini Kenzo Dayson." Gumam Agnez dalam hati.


####

__ADS_1


hohoo.. masih mau up lagi gak ya?? Yang masih ingin up lagi silahkan like dan komen ya... 😌😌😌


__ADS_2