Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44#Kabar Bahagia#1


__ADS_3

"Aku selalu menuduh mu sebagai orang yang menyebabkan kecelakaan itu...tapi ternyata aku sendiri lah yang menyebabkan kecelakaan hari itu." Ujar Kenzo, terbata antara Isak tangis nya.


"Jangan pernah menyalahkan diri mu .. Semua yang terjadi adalah takdir yang telah ditetapkan oleh tuhan. Itu semua adalah rencana tuhan. Kau hanya kebetulan ada disana saat semua itu terjadi Kenz. Jadi aku mohon jangan pernah berpikir kau lah penyebab kecelakaan itu." tegas Marcus sambil memegang kedua bahu Kenzo.


Kenzo menggeleng lemah...dalam pikirannya kini tetap terpatri, dia lah yang penyebab kecelakaan itu.


"Kenz! Dengar kan aku. Apakah bila kau tidak ada di sana saat itu, ayah dan ibu akan masih ada bersama kita saat ini?" tekan Marcus, menyadarkan Kenzo yang masih terlihat tertekan mengetahui dia lah yang menyebabkan orang tua nya meninggal.


"Tidak Kenz! takdir mereka akan tetap berjalan, ada ataupun tidak adanya kau disana..Jadi berhenti menyalahkan diri mu!!" Marcus harus bisa meyakinkan Kenzo, bahwa semua itu bukan lah kesalahan Kenzo.


"Aku tetap tidak bisa memaafkan diri ku sendiri paman."Ujar Kenzo, penuh sesal.


"Alesya.. sebaiknya kita ke dalam sekarang, Kenzo harus beristirahat..."Tukas Marcus dan memapah Kenzo ke dalam.


"Kalian duluan saja paman...aku ini mengambil jas dan dasi Kenzo terlebih dahulu." balas Alesya sambil berjalan ke arah Jas dan dasi yang dilempar oleh Kenzo tadi.


***


Setelah mengambil jas dan dasi Kenzo, Alesya pun segera menyusul Kenzo dan Marcus di dalam kamar Kenzo.


"Paman... "ucap Kenzo ketika Marcus membantu Kenzo berbaring di atas tempat tidur. "Tinggallah bersama ku dan Alesya..." pinta Kenzo, dengan suara lemahnya.


"Bukan aku menolak permintaan mu Kenzo, tapi untuk saat ini aku masih harus mengembangkan hotel ku. Aku tidak bisa meninggalkan hotel itu tanpa pengawasan." Jawab Marcus, menolak secara halus permintaan Kenzo. Bagaimana mungkin Marcus bisa tinggal dengan Kenzo dan Alesya sementara ada Agnes yang kita sudah menjadi tanggung jawabnya.

__ADS_1


"Jangan terburu-buru menjawab nya. Pikir-pikir kan saja dulu."Ucap Alesya yang baru saja tiba di kamar itu.


"Nanti kita bicara kan lagi. Lebih baik saat ini Kenzo beristirahat saja. Semua ini pasti membuatnya kelelahan..." Ujar Marcus sambil menyelimuti tubuh Kenzo dengan selimut di atas tempat tidur itu.


"Biar aku saja paman... "Alesya, tidak enak jika Marcus sampai harus mengerjakan hal-hal kecil seperti ini.


"Tidak apa-apa Alesya. Biar aku saja Alesya..." Ujar Marcus pada Alesya.


"Kau tahu Alesya!! Dulu ketika suami mu ini masih kecil.. aku lah yang selalu menyelimuti jika dia ingin tidur." Jawab Marcus, sambil memastikan selimut itu sudah menutupi seluruh tubuh Kenzo.


"Tapi aku sudah bukan anak kecil lagi paman..."Potong Kenzo, "Bahkan aku sudah punya jagoan ku sendiri." Ucap Kenzo sambil tersenyum.


"Apa kau sedang menyombongkan diri mu di hadapan ku kini Kenz?" Marcus mengerutkan keningnya seakan-akan dia tersinggung dengan ucapan Kenzo.


Kenzo tertawa kecil melihat ekspresi pamannya itu. Kini hati Kenzo terasa sangat hangat, rasa nya tidak akan ada hal yang lebih membahagiakan diri jua dari pada momen hari ini.


"Benar istirahatlah..." Timpal Alesya pada Kenzo.


"Kau mau kemana Alesya!!" Ujar Kenzo dan Marcus berbarengan.


Alesya melihat kedua laki-laki itu bergantian. "Baru saja berbaikan kalian sudah se - kompak ini." Celetuk Alesya...


"Aku akan tidur di kamar sebelah kamar ini bersama Skala." sambung Alesya. Ya, Alesya tidak ingin mengganggu istirahat Kenzo, jadi lebih baik dia tidur di sebelah.

__ADS_1


"Sebaiknya kau tidur sini saja Alesya!" ujar Marcus pada Alesya.


"Kau dengar itu Alesya!" sahut Kenzo cepat.


"Kondisi Kenzo belum terlalu baik... aku takut dia butuh sesuatu dimalam hari, sedangkan tidak ada satupun orang di kamar ini selain pasien VVIP ku ini." Seru Marcus.


"Aku rasa bahkan jika kau membawa Skala untuk tidur bersama kalian, ranjang ini masih akan cukup untuk menampung kalian bertiga." lanjut Marcus.


Alesya melihat Kenzo tersenyum sumringah. Dengan adanya Marcus, Kenzo terlihat bagaikan sudah terlengkapi. Karakter seorang Ayah .. karakter seorang saudara..dan karakter seorang sahabat yang selama ini di butuhkan oleh Kenzo, semua ada di diri Marcus.


"Kalau kalian sudah berdua seperti ini, aku yakin sebenarnya sudah tidak tersedia lagi pilihan jawaban lain yang dapat aku." Ujar Alesya sambil melipat tangannya.


Marcus dan Kenzo pun tertawa.Memori saat bahagia mereka dulu semua nya naik ke permukaan dan menutupi semua kenangan pahit yang terjadi.


"Sudah-sudah .. aku harus kembali ke kamar ku." Ucap Marcus, tidak ingin Kenzo semakin lama ngobrol dengan nya.


"Baiklah." jawab Kenzo, lemah.


Marcus sudah akan keluar dari kamar itu, tapi tiba-tiba Marcus mendengar Kenzo berkata, "Temani aku ke makam ayah dan ibu, besok."Ujar Kenzo.


"Aku akan menemanimu.. tapi tidak besok. Kalau kau sudah lebih baik, kita akan pergi." Jawab Marcus.


***bersambung...

__ADS_1


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.


__ADS_2