Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44 #Ujian Cinta #34


__ADS_3

"Kenz!!!! mata ku.. mata ku kenapa?" teriak Dyana sambil meraba matanya dengan tangan kiri nya sebab tangan kanan nya patah.


"Kenz!! kau dimana?" Terdengar suara Dyana kini seperti terisak.


"Aku ada disini bi..." jawab Kenzo. Kenzo yang jarang-jarang memanggil Dyana dengan sebutan bibi bila bicara langsung dengan Dyana, saat ini automatis memanggil Dyan dengan sebutan itu.


"Kenz..." Panggil Dyana, menggerak-gerakkan tangan nya mencari keberadaan Kenzo.


"Aku di sini bi..aku ada di dekat mu." ujar Kenzo, dan meraih tangan Dyana itu.


"Kenzo Dayson...apa yang terjadi pada mata ku? lalu kenapa tangan kanan ku serta kaki kanan ku tidak bisa di gerakan Kenz?" Dyana kembali bertanya. Dia sudah tidak berteriak seperti orang gila lagi, tapi suaranya terdengar menggigil penuh kecemasan.


Alesya yang mendengarkan itu semua dari belakang Kenzo, bahkan tidak bisa berkata apa-apa saking haru nya melihat hal yang sangat menyedihkan ini.


"Kau akan baik-baik saja bi. Percaya lah pada ku." Ujar Kenzo Dengan lembut, membelai kepala Dyana.


"Kau pembohong yang ulung Kenz. Tangan mu terasa dingin saat ini." suara Dyana terdengar kembali bergetar.


Alesya berjalan ke depan, ke arah kepala ranjang Dyana. Di pegang nya tangan Kenzo dari belakang untuk memberikan suami nya itu kekuatan.


Kenzo pun menoleh ke belakang untuk melihat Alesya yang dia kira baru saja datang. Tapi alangkah terkejutnya Kenzo ketika dia juga melihat Marcus ada disana.


Kenzo hanya menatap lurus ke arah Marcus. Pandangan nya benar-benar kosong. Bukan seperti tatapan kebencian yang biasanya dia tuju kan ke Marcus. Andaikan tidak ada permasalahan itu diantara mereka, mungkin saat ini Kenzo sudah menumpahkan segala kesedihan yang dia rasakan pada Marcus. Bisa untuk sesaat berhenti mengambil peran sebagai laki-laki yang kuat, yang bisa menjadi tempat semua orang bersandar. Sayang, Kenzo tidak dapat melakukan Itu semua. Hanya sebuah tatapan kosong yang dapat dia berikan saat ini.


Alesya yang melihat suami nya terdiam terpaku memandang ke arah belakang dirinya pun langsung menoleh ke belakang. "Paman..."seru Alesya dalam hati. "Kenapa dia bisa berada disini?"


"Kenz!!" Panggil Alesya untuk menyadarkan suaminya.

__ADS_1


Kenzo pun langsung menoleh pada Alesya dan seketika itu juga Kenzo kembali mendengar Dyana yang dari tadi memanggil-manggil nama nya.


"Bibi.. tenanglah.. semua pasti akan baik-baik saja. Bibi percaya pada ku kan?" sebut Kenzo untuk menenangkan kembali Dyana.


"Hiks..hiks..." terdengar suara isakan tangis Dyana.


",Bibi... kalau kau menangis maka itu tidak akan baik untuk mata mu. Bukankah kau ingin mata mu kembali sembuh? maka jangan menangis bi." Bujuk Alesya.


"Maaafkan aku Alesya.. aku...aku ...aku takut!" Kali ini suara tangis Dyana semakin kuat dari yang tadi.


"Jangan takut Dyana. Aku ada disini bersama mu." ujar Marcus sambil memegang kaki Dyana .


Kenzo hanya terdiam mendengar Marcus yang berani untuk mengumumkan kehadiran nya pada Dyana meski tahu bahwa Kenzo tidak menyukai dirinya.


"Kenz.. sebaiknya kita keluar." ajak Alesya, yang ingin memberikan kesempatan bagi Marcus dan Dyana berdua di ruangan ini. Alesya tahu hanya Marcus lah saat ini yang dapat membantu Dyana melewati masa-masa shock pasca kecelakaan ini.


Ketika hendak keluar, Kenzo berpapasan dengan Marcus. Lalu dengan tatapan sedingin es Marcus berkata pada Kenzo, "tunggu aku di luar." suara itu terdengar pelan tapi diucapkan dengan suara yang berat.


Kenzo pun melanjutkan langkah kakinya tanpa memberikan respon apapun.


"klek.. "terdengar pintu kamar itu kembali terkunci.


"Marcus?????" Panggil Dyana dan menggunakan tangan yang hanya sebelah itu untuk mencari -cari keberadaan Marcus.


"Aku disni .."jawab Marcus sambil menghapus air mata yang keluar setelah Kenzo keluar dari kamar itu.


"Marcus. . mata ku . mata ku tidak bisa melihat lagi." rintih Dyana. "apa aku akan jadi orang buta selamanya?" tanya Dyana.

__ADS_1


Marcus yang baru saja dapat melihat Dyana dengan jelas karena saat ini tepat berada di samping Dyana, langsung meraba wajah wanita yang dicintainya itu. Wajah itu kini dipenuhi oleh luka pecahan kaca. Sungguh menyedihkan sekali melihat wanita yang di cintai mengalami hal seburuk ini.


Dyana yang merasakan Marcus meraba wajah nya sedikit merasa aneh.,"ada apa?" Tanya Dyana sambil masih terisak.


"aooww!!" pekik Dyana merasa pedih saat tanpa sengaja Marcus menyentuh luka yang ada di wajahnya.


"Apa wajah ku penuh dengan luka Marcus?" Tanya Dyana yang mulai menyadari kalau wajahnya memang terasa sedikit aneh. Terasa ada bagian muka yang tegang dan pula yang terasa pedih.


"ya . "jawab Marcus yang tidak pernah bisa berbohong pada Dyana.


"hahaha .." Dyana tertawa kecil. Tawa nya itu terdengar sangat memilukan hati..sebuah tawa miris yang penuh nuansa mengejek pada takdir yang sedang membercandai diri.


"aku benar-benar sudah menjadi wanita yang tidak berguna!! mata ku buta!! tangan dan kaki ku patah! dan wajah ku hancur!! " ucap Dyan yang entah mengapa terdengar sangat tegar. Lalu Dyana tersenyum. Senyum yang apabila dilihat oleh orang lain maka akan ikut merasa duka hati milik si empunya senyuman itu.


"pergi lah Marcus!! Aku tidak ingin kau ada disini!!!" tiba-tiba Dyana menyuruh Marcus untuk keluar dari kamar nya. Dyana sengaja menoleh kan wajahnya ke arah lain.


"kenapa kau mengusir ku Dyana?" tanya Marcus sambil menarik lembut wajah Dyana untuk kembali mengarah pada nya.


"Apa kau takut karena wajah mu penuh luka lalu aku berhenti mencintaimu?" ucap Marcus sambil mencium bibir Dyana dengan lembut. "tidak akan ada yang dapat membuat ku berhenti mencintaimu bahkan diri mu sendiri .." lanjut Marcus, setelah selesai mencium Dyana.


Dyana yang mendengar pengakuan cinta dari Marcus hanya terdiam. Apalagi Marcus sampai mencium nya.


.", benarkah dia mencintai ku? atau jangan-jangan dia hanya merasa kasihan pada ku?"tiba-tiba segurat keraguan muncul di dalam hati Dyana. Dia yang sangat mencintai Marcus tentu sangat bahagia jika memang Marcus juga mencintai dirinya, tapi saat ini...mungkin kah yang dikatakan oleh Marcus itu adalah benar cinta atau ternyata itu hanya lah sebuah rasa iba?


**bersambung...


##Mowning cito...jangan lupa kirimkan sarapan pagi untuk otor ya....😎😎😎😎

__ADS_1


__ADS_2