
“Bos, Ketua mengundangmu untuk mengikuti pesta di sebuah restoran miliknya malam ini,” ucap seorang pria.
“Siapa kalian?” tanya Aditya.
“Kami anggota geng Gagak, Ketua memberikan surat ini sebagai undangan darinya,” jawab pria lain sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Aditya.
‘Sudah lama aku merindukanmu tangan kananku, Hahaha. Sejauh ini kamu selalu menolak undanganku, tapi di pesta besok aku harap kamu mau datang. Aku tahu kemarin kamu membuat masalah dengan geng Serigala. Aku juga tahu kebenaran dibalik kecelakaan mobil di dekat sebuah apartment mewah kemarin. Hahaha aku harap kamu tidak salah mengambil keputusan’
Aditya mengepalkan tangannya karena geram. Dia tahu selicik apa Ketuanya, dari dulu memang tidak pernah berubah. Dia tidak punya pilihan lain selain menerima undangannya. Jika dia menolaknya mungkin orang-orang di dekatnya semakin dalam bahaya. Di surat itu juga tertulis lokasi restoran tempat pesta akan dilaksanakan.
“Bagaimana jawabanmu bos?”
“Bilang kepadanya aku akan datang.”
“Oke bos.”
“Kalian bukanlah anak buahku, aku juga bukan bos kalian! Hentikan memanggilku bos!” bentak Aditya.
“Ba baik,” jawab mereka bertiga serentak lalu pergi meninggalkan restoran itu.
“Siapa mereka Dit?”
Aditya hanya menghela nafas, dia bingung jika harus mengatakan semuanya kepada Sherly. Kesalahan terbesarnya adalah saat balapan besar waktu itu, jika saja dia tidak mengikutinya mungkin kehidupannya masih damai dan tenang. Tapi pada akhirnya memang dia harus segera menuntaskan masa kelamnya cepat atau lambat.
“Mereka anak buah teman-temanku,” jawab Aditya.
“Lalu kamu diundang oleh mereka untuk mengikuti pesta?”
“Ya, Ketua geng mereka mengundangku. Aku tidak punya pilihan lain.”
“Kalau begitu aku akan ikut.”
“Eh?”
“Aku akan ikut denganmu ke pesta itu malam ini.”
“Tapi di tempat seperti itu akan sangat berbahaya Sher, aku khawatir jik-“
“Tenang saja aku percaya kok kamu bisa menjagaku. Lagipula di sana mungkin banyak teman-temanmu jadi nggak aka nada yang macam-macam kepadaku.”
“Baiklah,” jawab Aditya pasrah, dia tidak punya pilihan lain lagi. Dia tidak mungkin menghalau rasa penasaran Sherly akan masa lalunya. Lagipula lambat laun Sherly pasti akan terus bertanya perihal kehidupannya setelah pindah sekolah. mereka kemudian kembali ke kantor setelah makan siang.
__ADS_1
Malam harinya Aditya bersiap hendak pergi ke lokasi pesta yang diadakan oleh Ketua geng Gagak. Frita sebenarnya ingin ikut dengannya namun Aditya mencegahnya. Jika Frita datang ke pesta seperti itu maka resikonya lebih besar terutama saat ini dia masih menjadi incaran salah satu geng Besar.
Aditya sengaja pergi menggunakan taxi menuju ke rumah Sherly. Dari sana dia mengemudikan mobil Sherly menuju lokasi pesta. Aditya juga mencegah Sherly agar jangan terlalu tampil mencolok, walaupun awalnya dia tidak mau menurutinya tapi setelah mendapat penjelasan dan sedikit bujukan akhirnya dia mengerti.
“Dit, sebenarnya apa yang terjadi semenjak kamu pindah dari sekolah?”
“Aku hanya menjalankan impian awalku menjadi seorang abdi Negara.”
“Lalu kenapa bisa kamu berteman dengan orang-orang seperti itu? Padahal dulu kamu bukanlah tipe orang yang nakal.”
“Ceritanya terlalu suram Sher, mungkin lain kali saja aku mengatakannya,” jawab Aditya dengan mata berkaca-kaca.
“Maaf aku hanya penasaran Dit, aku tidak memaksa kamu mengatakannya kok.”
“Tidak apa-apa Sher, aku juga berterimakasih karena kamu sudah mau menemaniku ke pesta itu.”
“Tidak masalah, lagipula..”
“Kenapa?”
“Nggak kok, aku cuma merasa bosan saja jika berada di rumah terus.”
Mereka berdua di sebuah restoran besar di kota Bandung. Di halaman parkir terlihat ada beberapa mobil mewah salah satunya adalah mobil milik Ketua geng Gagak. Di pintu masuk terlihat ada beberapa preman yang berjaga agar tidak ada orang biasa masuk ke dalam. Aditya menunjukan surat dari Ketua geng Gagak lalu dipersilahkan masuk.
“Selamat datang kembali di geng Gagak, Aditya. Silahkan duduk,” Sapa seorang lelaki berumur yang duduk di kursi sambil menikmati wine.
“Drian aku titip dia denganmu,” ucap Aditya sambil duduk. Sherly di ajak berkeliling oleh Adrian. Arfa dan Egi juga disuruh untuk keluar oleh Ketua mereka.
“Apa kamu mulai tertarik bergabung lagi dengan kami?”
“Goni Petaka, sejak dulu kamu tidak pernah berubah.”
“Hahaha, aku bukanlah orang bermental lemah sepertimu Aditya! Aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan sekarang, yah tapi aku juga tidak memungkiri jika semua ini berkat usahamu dulu.”
“Aku peringatkan agar kamu tidak mengganggu kehidupan teman-temanku saat ini!”
“Itu tergantung dari jawabanmu.”
“Sayang sekali, aku tetap menolak keinginanmu itu.”
“Hahaha aku tidak menyangka jika kamu mengambil keputusan seceroboh itu.”
__ADS_1
“Aku tidak pernah takut menghadapi gertakanmu Goni, karena itulah aku datang kesini untuk memperingatkanmu. Aku mungkin satu-satunya orang yang tahu kelemahanmu,” ucap Aditya mengancam balik sambil bangkit.
“Satu hal yang pasti gue pastikan Aditya, bahwa suatu saat nanti lu akan bergabung kembali dengan geng Gagak,” kata Goni sambil tertawa.
Aditya keluar dari ruangan itu untuk menemui Sherly. Mereka bertemu di luar, Adrian terlihat begitu menghormati Sherly, mungkin dia menyangka jika Sherly adalah kekasih Aditya. Sherly dan Aditya kemudian menuju sebuah meja dan duduk di kursi.
“Teman-temanmu ramah banget loh,” ucap Sherly.
“Kamu tidak takut ada di tempat seperti ini? Padahal kebanyakan diantara mereka itu penjahat loh.”
“Mungkin jika tidak denganmu aku bahkan tidak akan berani lewat di depan restoran ini.”
“Hahaha, gimana kalau ternyata aku juga penjahat yang sengaja menjebakmu di sini?”
“Kalau aku tahu kamu penjahat, tidak mungkin aku mau dekat-dekat denganmu.”
“Kalau ternyata aku sengaja menipumu dengan berpura-pura jadi orang baik bagaimana?”
“Itu nggak mungkin terjadi Dit, jika memang seperti itu mungkin kamu sudah mencelakaiku sejak lama.”
Aditya hanya menghela nafas mendengarnya. Orang semakin banyak yang datang ke restoran itu. Beberapa orang diantaranya berasal dari geng Merak. Bima Anggara, Ratna Riani, Viktor, Brian dan beberapa orang lainnya masuk ke dalam restoran. Aditya mengernyitkan keningnya. Sebenarnya apa alasan Goni mengundang mereka juga.
Ratna langsung memisahkan diri dari rombongan dan menghampiri Aditya. Matanya menatap tajam Sherly. Ratna kemudian duduk di samping Aditya. Hal itu membuat Sherly terlihat kesal.
“Aku tidak menyangka jika kamu mau datang ke pesta ini,” ucap Ratna sambil tersenyum manis.
“Aku justru yang tidak menyangka jika geng Merak juga akan datang ke sini.”
“Oh, Ketua geng Gagak menantang kakek untuk main poker malam ini. Karena itulah kami datang ke sini sekalian untuk menikmati pesta bersama selagi masih damai.”
“Siapa dia Dit?” tanya Sherly dengan wajah muram.
“Di-“
“Oh ternyata wanita ini kenalanmu juga, aku kira dia cuma numpang duduk doang di sini,” kata Ratna memotong kata-kata Aditya.
“Apa? Aku ke sini memang bersama Aditya. Kamu sendiri kenapa tiba-tiba datang dan mengganggu pembicaraan kami?” tanya Sherly sambil berdiri.
“Kami berdua adalah teman lama, jadi wajar dong kalau aku langsung menyapa Aditya,” jawab Ratna sambil bangkit. Aditya hanya geleng-geleng kepala. Sherly malah tersenyum.
“Teman lama ya,” ujar Sherly sambil tertawa kecil.
__ADS_1
BERSAMBUNG…