
Tidak berselang lama sejak Aditya berangkat, Pandu sampai di rumahnya dengan taksi online. Frita dan Clarissa langsung menyambutnya dengan gembira. Setelah cukup beristirahat Pandu segera mengajak Frita berbincang perihal masalah di perusahaan. Frita menjelaskan semuanya dengan sedih.
“Kamu tidak perlu terbebani oleh masalah seperti itu Fri, lagipula pada akhirnya memang mayoritas para pemegang saham lah yang berhak untuk memilih seorang Presdir,” hibur Pandu.
“Iya yah, tapi aku benar-benar tidak habis pikir jika William akan berbuat seperti itu.”
“Ayah juga tidak pernah menduga hal seperti ini akan terjadi, yang penting sekarang kamu jalani aktivitasmu seperti biasanya jangan sampai masalah ini membuatmu kehilangan semangat.”
“Lalu apa yang akan ayah lakukan?”
“Ayah sebenarnya tidak masalah jika memang harus digantikan, toh memang sudah seharusnya perusahaan dijalankan oleh seseorang yang lebih bertenaga. Hanya saja ayah juga tidak setuju dengan beberapa kebijakan yang baru mereka ambil, karena itu ayah akan berusaha semampunya untuk bernegosiasi dengan para emegang saham.”
“Kalau mereka tetap menolak bagaimana?”
“Ya kalau begitu mau bagaimana lagi, toh kita juga sudah berusaha. Oh iya, Aditya kemana? Dari tadi dia tidak muncul-muncul.”
“Katanya dia sedang pergi menemui teman kerjanya.”
“Oh, padahal ayah juga ingin mengucapkan terimakasih langsung karena sudah membantumu menyelesaikan beberapa masalah perusahaan. Mungkin dia juga punya saran untuk mengatasi permasalahan saat ini.”
“Kalau menurutku sih saat ini kita benar-benar sudah buntu, tidak ada jalan lain selain bernegosiasi dengan para pemegang saham. Aditya memang cukup cerdas, tapi posisi dan kondisi saat ini tidak memungkinkan baginya untuk mengatasi masalah William.”
“Kamu benar, tapi jujur saja pemikirannya memang terkadang sulit ditebak. Bahkan disaat kita kebingungan karena banyak klien yang memutuskan kerjasama, langkahnya malah sudah ada di depan kita untuk mengatasi masalah itu.”
***
“Informasi apa yang berhasil kamu dapatkan?” tanya Aditya di telepon.
“Telepon dari siapa Dit?” tanya Dani.
“Oh ini temanku Dan, aku nanti akan meneleponmu lagi Put.”
“Oke bos.”
Panggilan berakhir, Dani kembali menanyakan siapa yang barusan menelepon karena dia melihat wajah Aditya begitu serius. Aditya hanya bilang jika itu temannya, Aditya kemudian pamit setelah dia mengembalikan golok milik Dani.
__ADS_1
Aditya memesan taxi online dengan tujuan tempat yang cukup aman untuk berbincang. Di tepi jalanan sepi dia berhenti hingga membuat sopir taxi keheranan. Dia kemudian kembali menghubungi Putra.
“Sudah aman bos?” sapa Putra.
“Sudah, informasi apa yang berhasil kamu dapatkan?”
“Pertama, sejak menerima perintah dari bos, aku beserta beberapa ank bauhku langsung berbagi tugas untuk melakukan pengintaian. Informasi pertama yang berhasil kami kumpulkan adalah mengenai Daniel, dia memang bisa dengan mudah dijumpai di pasar gelap. Akhir-akhir ini dia lebih sering datang ke pasar gelap untuk menghamburkan uangnya.”
“Apakah itu ada hubungannya dengan William?”
“Aku dengar beberapa kali mereka melakukan kontak di pasar gelap, aku dengar dari beberapa orang jika William baru pertamakali ini datang langsung ke pasar gelap hanya untuk bertemu dengan Daniel. Sejak itu juga Daniel jadi lebih sering menghamburkan uangnya.”
“Begitu ya, lalu?”
“Kedua, kami juga berhasil mengumpulkan beberapa informasi terkait Presdir Unesia Corp, Jaya Sebastian. Aku dengar dia baru saja memulai proyek besar di pasar gelap.”
“Proyek besar?”
“Ya, aku juga belum tahu lebih detail perihal proyek itu, hanya saja aku dengar jika proyek itu berhasil maka keuntungan yang akan dia dapatkan dari pasar gelap sangatlah banyak.”
“Kemungkinan besar, karena kabarnya proyek itu akan dimulai dengan dibuatnya gudang besar di pasar gelap yang didanai anak perusahaan Jaya. Kabar tentang proyek itu muncul tepat beberapa hari sebelum bos menyuruhku untuk menyelidikinya.” jawab Putra.
“Ketiga, aku juga berhasil mendapat beberapa informasi terkait William. Selain dia memang baru pertamakalinya menunjukan diri di pasar gelap ternyata sebenarnya dia juga bermusuhan dengan Daniel,” jelas Putra.
“Apa? Bagaimana bisa?”
“Aku juga masih belum tahu secara rinci. Tapi katanya ketika mereka bertemu baru-baru ini mereka juga sempat bercekcok panjang walau tidak berakhir dengan keributan. Selain itu, aku dengar William juga melakukan kontak dengan orang dari pasar gelap luar negeri, tapi kabar itu masih simpang siur.”
“Ho, menarik juga. Kenapa kamu tidak meminta bantuan Dark Hunter untuk menyadap informasi dari ketiga orang itu?”
“Aku sudah memerintahkannya. Tapi dia bilang jika mereka bertiga benar-benar waspada dalam masalah komunikasi sehingga sampai saat ini dia belum mendapatkan informasi berguna dari ketiga orang itu, ya selain hobi mereka yang sama-sama suka main perempuan,” jawab Putra sambil tertawa.
“Begitu rupanya. Kemungkinan mereka semakin waspada dalam berkomunikasi karena takut aku yang ada di kubu Frita akan berhasil mengetahui secara rinci rencana busuk mereka, mereka mungkin takut setelah mengetahui kemampuan hacking palsuku,” gumam Aditya.
“Apa ada hal lain lagi yang kamu dapatkan?” tanya Aditya.
__ADS_1
“Ada, menurutku saat ini diantara mereka bertiga yang paling mencurigakan adalah William. Aku dengar William juga menyewa beberapa anggota geng besar dalam jumlah banyak untuk dipekerjakan malam ini.”
“Malam ini? Lalu apa ada anggota gengmu yang ikut dipekerjakan?”
“Sayangnya tidak ada. Aku dengar hanya geng Serigala saja yang terlibat dalam masalah ini. Sebenarnya yang menawarkan pekerjaan ini juga anak buahnya bukan William langsung, kemungkinan dia memang kekurangan orang.”
“Apa kamu tahu pekerjaan apa yang ditawarkan oleh William kepada mereka?”
“Yang aku dengar dia menawarkan pekerjaan untuk mengawal beberapa kendaraan perusahaan yang mengangkut bahan baku peralatan kosmetik yang nantinya akan diproduksi di perusahaan Glow & Shine co.”
“Lalu selain itu apa ada informasi lainnya?”
“Tidak ada bos, baru segitu saja yang berhasil aku dapatkan.”
“Kalau begitu aku akan meminta bantuanmu lagi saat ini.”
“Bantuan seperti apa?”
“Aku ingin kamu menempelkan alat pelacak micro kepada beberapa anggota geng Serigala yang akan dipekerjakan William malam ini. Aku juga memerlukan satu unit mobil sport sekalian satu pistol dengan peredam suara.”
“Wow, baiklah aku akan segera mengurusnya. Apa tidak sekalian menanamkan penyadap suara?”
“Jangan, aku yakin mereka akan dengan mudah mengetahuinya. Selain itu aku yakin anggota elit pasar gelap juga akan terlibat dalam masalah ini,” jawab Aditya dengan mata penuh emosi.
“Apa? Maksud bos, Black Mafia?”
“Ya, asumsiku sejauh ini setelah mendengar beberapa informasi darimu adalah keterlibatan mereka.”
“Aku sebenarnya belum siap berurusan dengan mereka, tapi aku yakin bos tahu resiko apa saja yang akan diterima jika berurusan dengan mereka.”
“Aku juga tahu, tapi mau bagaimana lagi. Pada akhirnya aku tetap harus menuntaskan semuanya,” gumam Aditya pelan.
Panggilan telepon diakhiri oleh Aditya, dia segera berjalan ke tempat dimana dia akan menunggu Putra membawakan sebuah mobil. Raut wajahnya terliha begitu serius. Aditya kemudian mengirim pesan kepada Frita bahwa dia kemungkinan tidak akan pulang malam ini.
“Aku tidak menyangka jika pada akhirnya harus berurusan dengan mereka kembali,” gumam Aditya sambil berjalan.
__ADS_1
BERSAMBUNG…