
“Ada apa Put?” tanya Aditya.
“Aku baru saja mendapatkan kabar penting dari anak buahku,” jawab Putra.
“Apa?”
“Aku dengar geng Serigala malam ini mengundang semua geng yang ada di Bandung untuk berkumpul di markas besar mereka.”
“Apa tujuan mereka?”
“Aku tidak tahu bos. Yang jelas ini pertama kalinya Jaja mengundang semua geng yang ada di Bandung untuk datang langsung ke villa pribadi miliknya. Sayangnya hanya geng Kujang saja yang tidak diundang.”
“Apa? Kalian tidak diundang?”
”Ya, aku juga masih tidak mengerti tapi yang terlintas di pikiranku saat ini adalah Black Mafia.”
“Begitu ya, aku juga khawatir jika Black Mafia menjadikan geng Serigala sebagai salah satu bidaknya untuk menangkap kita. Apa geng Merak juga diundang?”
“Mereka juga diundang. Oh iya kami juga mendapat surat dari Hans. Aku bingung sebenarnya dia berada di pihak mana sih bos?”
“Aku juga tidak tahu, yang jelas dia kemungkinan besar bukanlah musuh kita. Apa pesan darinya?”
“Dia bilang aka menunggu bos di suatu tempat. Untuk lebih jelasnya akan aku kirimkan pesan darinya.”
“Baiklah, kemungkinan dia ingin mengatakan sesuatu kepadaku.”
“Itu yang ingin aku sampaikan. Saat ini aku dan beberapa anak buahku sedang mencari info lain tentang identitas para anggota Black Mafia.”
“Terima Kasih Put. Berhati-hatilah,” ucap Aditya mengakhiri telepon. Foto pesan Hans juga sudah dikirimkan ke ponselnya.
Pukul enam pagi, Aditya pamit kembali kepada Pandu untuk pergi. Dengan khawatir Pandu mengizinkannya untuk pergi. Aditya kemudian menemui Frita untuk berpamitan, Frita sangat terkejut karena Aditya baru saja semalam kembali ke rumahnya.
“Maafkan aku Fri, hanya saja semua ini juga aku lakukan untuk masa depan kita. Jika aku orang yang ingin mencelakaimu tidak segera tertangkap maka hidup kita tidak akan pernah tenang,” ucap Aditya sambil mengelus pipi Frita.
“Tapi aku takut kamu tidak akan kembali lagi Dit,” kata Frita sambil memegang erat tangan Aditya, matanya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
“Aku pasti menepati janji kita kok,” jawab Aditya sambil tersenyum.
“Aku pasti akan menunggumu,” jawab Frita. Aditya kemudian melangkah pergi, airmata Frita keluar tanpa dia sadari, entah kenapa hatinya begitu gelisah ketika melihat punggung Aditya dari kejauhan.
“Maafkan aku Frita. Aku sendiri tidak tahu apakah nantinya aku bisa kembali dengan selamat atau tidak. Aku juga merasakan firasat buruk kali ini. Tapi setidaknya jika aku tidak kembali pun aku akan pastikan orang yang ingin mencelakaimu juga akan binasa,” gumam Aditya sambil melangkah naik ke taksi yang dia pesan.
Setelah beberapa menit akhirnya dia sampai di sebuah tempat yang tertulis di pesan. Aditya turun dari mobilnya sambil menatap kebun teh yang terhampar luas di hadapannya, Dari kejauhan dia melihat seorang pria sedang duduk di mobilnya sambil menikmati cerutu. Aditya kemudian menghampirinya sedangkan taksi yang dia naiki menunggunya di tepi jalan.
“Apa maksudmu memanggilku kemari?” tanya Aditya dengan waspada.
“Kamu tidak perlu khawatir. Aku hanya ingin bermain catur denganmu sebentar,” jawab Hans sambil mengeluarkan ipad miliknya.
“Jika hanya itu saja sebaiknya aku pergi karena ada hal yang harus aku lakukan,” ujar Aditya sambil berbalik.
“Bagaimana jika kamu bisa mengalahkanku maka akan kuberitahu satu hal yang kuketahui tentang Ketua organisasi Black Mafia,” ucap Hans. Aditya berdiri termenung mendengarnya.
“Apa yang kamu ketahui?”
“Kalahkan dulu diriku, baru akan aku jawab.”
Aditya hanya mengepalkan tinjunya karena kesal. Dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan Hans. Permainan catur dimulai dengan cukup seimbang, namun pada akhirnya Aditya mengalami kekalahan. Hans tertawa puas melihatnya.
“Cih, buang-buang waktu saja,” ujar Aditya bangkit hendak pergi.
“Selama aku bergabung dengan Black Mafia memang belum pernah melihat Ketuaku secara langsung hanya saja aku pernah melihat punggungnya sekali,” ujar Hans dengan wajah serius.
“Dia memiliki tato ular di punggungnya,” tambah Hans.
“Kenapa kamu memberitahuku?” tanya Aditya.
“Entahlah, mungkin ini sebagai ucapan terimakasih karena kamu mau main catur denganku,” ujar Hans sambil masuk ke dalam mobilnya.
Aditya kemudian kembali naik ke taksi untuk pergi menuju kediaman Bima. Sepanjang jalan dia terus memegang kalung pengenal militer di lehernya. Entah dia harus percaya dengan kata-kata Hans atau tidak. Tapi dia merasa kalau Hans terlihat tulus saat memberitahukan hal itu kepadanya.
Taksi yang ditumpangi Aditya berhenti di depan kediaman Bima. Tampak di halaman rumah itu sangat ramai dengan anggota geng Merak. Aditya masuk ke halaman rumah sambil memperhatikan keadaan di sana yang hampir sesak karena banyak orang.
__ADS_1
“Kelihatannya selama aku dipenjara sudah terjadi beberapa hal yang tidak terduga, apa sebenarnya maksud Bima mengumpulkan semua anak buahnya di sini?” gumam Aditya pelan.
***
Sementara itu di sebuah ruangan khusus tempat berkumpulnya para jajaran elit Black Mafia tengah berlangsung pertemuan dadakan. Hanya Hans saja yang tidak hadir di pertemuan itu. Mereka semua tengah mendengarkan perkataan Ketua mereka lewat laptop di meja.
“Seperti yang kalian tahu, rencana kita saat ini sudah hampir pada puncaknya. Geng Serigala malam nanti akan melakukan tahap terakhir dari rencana besar kita. Karena itu aku juga mengundang kalian semua untuk hadir di pertemuan seluruh geng Bandung di Villa yang sudah disediakan oleh geng Serigala,” ucap Ketua Black Mafia dengan suara yang disamarkan.
“Bagus, jika rencana besar kita sukses maka keuntungan kita dari pasar gelap akan semakin tinggi,” kata ayah Fred.
“Bukan hanya itu, tapi formula baru milik Glow & Shine dan juga si Belati Maut. Kita semua akan berhasil menjalankan semua rencana sekaligus,” kata Ketua Black Mafia.
“Aku benar-benar senang bisa bergabung dengan tuan-tuan semua. Jujur saja aku selama ini sangat kagum dengan cara tuan-tuan mendapatkan keuntungan besar dari pasar gelap,” puji Daniel.
“Kami sudah sangat lama menjalankan dan mengatur pasar gelap ini. Aku yakin dalam waktu dekat kamu juga akan mengerti semuanya,” kata ibu Fred.
“Musuh kita selama ini hanyalah polisi, interpol, intel dan tentara yang ditugaskan langsung untuk menyelidiki kita,” kata Ketua Black Mafia.
“Ketua benar, tapi mereka semua masih bisa kita kelabui dengan mudah kecuali kejadian beberapa tahun yang lalu,” timpal ayah Fred.
“Apa yang terjadi pada saat itu?” tanya Daniel penasaran.
“Satu kelompok tentara berhasil menyusup hingga ke markas lama kami, beruntungnya saat itu Ketua mengetahui semua rencana mereka, karena itulah organisasi ini masih selamat hingga sekarang,” jawab seorang pria yang memakai jam mahal.
“Sudahlah, kita tidak perlu mengungkit luka lama kita. Yang jelas aku ingin kalian hadir di acara pertemuan nanti malam. Kita akan melihat seperti apa hasilnya. Aku akan menunjukan lokasi yang sudah disiapkan oleh geng Serigala,” kata Ketua Black Mafia. Di depan layar laptop muncul sebuah lokasi dan bentuk Villa yang akan menjadi tempat pertemuan nanti malam.
“Villa ini kan markas besar geng Serigala,” gumam Daniel.
“Ya, itu adalah tempat yang cocok untuk melaksanakan pertemuan dalam skala besar. Satu-satunya akses jalan ke tempat itu adalah melalui jembatan untuk menyebrang sungai. Tempatnya juga berada di puncak gunung dan di tengah-tengah kebun teh yang luas. Dengan begitu kita bisa mengantisipasi pergerakan polisi dengan mudah.”
“Apa semua rencana antisipasinya sudah siap Ketua?”
“Sudah, kalian jangan mengkhawatirkan masalah seperti itu. Kalian hanya perlu datang ke sana dan menikmati kemeriahan yang akan terjadi nanti. Hahahaha.”
“Bagaimana dengan Hans? Dia bahkan tidak hadir saat ini,” tanya seorang pria yang memakai jam mahal.
__ADS_1
“Hahaha aku memang sengaja tidak mengundangnya ke sini. Nanti aku sendiri yang akan mengundangnya,” jawab Ketua Black Mafia sambil tertawa.
BERSAMBUNG…