
“Ell ... waah kamu makin terkenal sekarang ya,” goda Ramon saat Ellena mendatanginya di meja bar.
“Bisa aja. Ini semua berkat kamu,” jawab Ellena sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas.
“Ada yang mau tawar kamu. Lumayan 300 juta buat semalam?”
“300 juta? Mau ngapain?” tanya Ellena penasaran.
“Tidur sama kamu.”
“Ah gila! Ga mau ah. Aku ga mau tidur sama orang.”
“Pikirin lagi. Aku kenal banget orang ini. Dia kalo dapet kepuasan ga akan sungkan buat kasih lebih. Dia pengusaha kelas kakap dan ga pelit.”
“Tetep ga tertarik!! Aku jalan dulu, thanks minumannya,” jawab Ellena sambil mengangkat gelas minumannya.
Ellena adalah seorang primadona baru di Club malam Paradise. Dia baru bekerja selama satu minggu tapi kecantikannya sudah membius banyak pengusaha untuk memesannya. Tapi Ellena tidak menerima pekerjaan lebih selain menemani minum.
Ellena dulunya hanya seorang pekerja di minimarket. Tapi karena terjepit hutang yang ditinggalkan ayahnya dan juga harus menebus ibunya yang ditahan di rumah sakit karena tidak mampu membayar, Ellena terpaksa bekerja di club atas bantuan Ramon, bartender tempat dia bekerja.
Tring
Satu pesan masuk di ponsel Ellena saat dia sudah ada di luar club. Dia segera membuka pesan yang ternyata dari para lintah darat penghisap bunga. Dengan malas, Ellena membuka pesan itu dan bisa mengira apa yang akan dia dapatkan.
“Sial! Apa yang mereka lakukan di rumahku! Brengsek, mereka menepati ancamannya ternyata.”
Terjadi pergolakan batin di dalam hati Ellena saat ini. Dia bingung dengan apa yang harus dia lakukan saat ini. Dia harus segera mendapatkan uang untuk menyelamatkan rumahnya. Tapi dia tidak tahu, harus mencari uang itu saat ini.
Ellena teringat akan tawaran Ramon tadi. Sambil menoleh ke arah Ramon, Ellena yang sempat terdiam sesaat itu pun segera melangkahkan kakinya kembali ke arah meja bar. Ini satu-satunya jalan tercepat saat ini yang mampu dia pikirkan.
**
Ellena kini ada di dalam kamar hotel yang menjadi satu dengan Club. Ellena yang masih canggung hanya berdiri di dekat sofa yang ada di kamar itu. Sedangkan Sean, pengusaha muda yang menyewanya sudah mulai duduk di atas ranjang.
Sebelumnya Ellena sudah bertemu dengan Mathias, asisten pribadi Sean yang menjadi penghubung antara Ellena dan juga Sean. Mereka melakukan kesepakatan untuk pelayanan khusus yang diberikan oleh Ellena malam ini. Uang 500 juta akan di dapatkan Ellena setelah melakukan tugasnya malam ini.
“Ganti bajumu. Aku sudah siapkan di kamar mandi,” ucap Sean tanpa menatap Ellena.
__ADS_1
“Baiklah,” jawab Ellena singkat.
Tanpa menunggu perintah kedua, Ellena segera mengganti bajunya dengan yang ada di kamar mandi. Sebuah linguery hitam yang seksi dan menerawang kini menempel di tubuh indah Ellena. Membentuk lekukan tubuh mungil itu makin indah dan menggoda.
Ellena menemukan secarik kertas di dekat wastafel. Tampaknya itu adalah sisa sobekan kertas yang ada di tempat sampah.
“Sean? Apa ini nama pemuda itu? Nama yang bagus untuk orang yang sangat tampan. Ya ampun Ell, sadarlah!”
Ellena segera merapikan penampilannya di depan kaca. Dia ingin tampil menarik. Selain itu dia juga ingin menstabilkan degup jantungnya yang tidak karuan itu. Dia tidak ingin terlihat amatiran di depan Sean.
Ellena keluar dari kamar mandi. Dia kini di suguhi dengan pemandangan punggung polos tanpa sehelai benang pun. Pemuda berbadan mempesona itu kini berbalik dan melihat Ellena yang sedari tadi ada di belakangnya.
‘Ya Tuhan, apa dia manusia?’ ucap benak Ellena saat dia melihat sosok sempurna Sean dari depan.
Matanya yang dalam dan alisnya yang seperti ulat bulu sangat kontras dengan rahangnya yang tampak tegas tapi lembut. Dadanya yang bidang itu makin indah dipadu dengan perut yang datar. Otot yang terbentuk sempurna membuat Ellena makin penasaran.
“Kalo kamu ga beri kepuasan sama aku, jangan harap kamu bisa keluar dari tempat ini,” ucap Sean yang sudah membawa Ellena yang menggodanya itu dalam pelukannya.
Bibir hangat milik Sean mulai membuai bibir Ellena. Ellena yang baru pertama kali mendapat sentuhan di bibirnya mencoba mengimbangi apa yang dilakukan Sean. Ellena terlena. Terlena dengan kelembutan benda lembut dan hangat yang terus berkelana di bibirnya itu.
Tarikan tangan Sean di punggung Ellena membuat badan gadis polos itu makin menempel di dada bidang Sean. Tentu saja itu akan makin membakar gelora dua insan itu. Tautan bibir yang kian liar dari Sean makin membuat Ellena terbuai. Dia membuka mulutnya dan melingkarkan tangannya di leher kokoh Sean.
Sean sudah sering bermain bersama wanita di atas ranjang panasnya. Tapi dia tidak pernah menyangka ada bibir yang membuatnya kecanduan seperti ini. Dia seolah tidak ingin mengakhiri malam ini terlalu cepat.
Bibir Sean kini mulai menyusuri leher jenjang milik Ellena. Leher memikat itu kini telah basah oleh saliva Sean dan keringatnya sendiri. Badan Ellena sudah menggantung di leher Sean dan hanya di topang oleh satu tangan kokoh yang melingkar di pinggang rampingnya.
Petualangan Sean makin liar. Dia tidak lagi ingin berhenti sampai di pundak sang tawanan hasratnya malam ini. Dia mulai membuka tali linguery yang ada di pundak Ellena. Kini tubuh sang tawanan sudah hampir polos di hadapan Sean.
“Sempurna,” gumam Sean mengagumi tubuh atas Ellena.
Sean membalik tubuh indah itu. Ya punggung ... punggung Ellena adalah sasaran Sean kali ini. Dia menjelajahi punggung putih bersih itu tanpa ampun. Ellena menggeliat geli bak cacing kepanasan dan membuat aset berharganya semakin menggoda Sean untuk segera mengeksekusinya.
Ellena yang sedang menikmati puncak kenikmatannya itu meloloskan leguhan pertamanya. Leguhan yang semakin membakar hasrat Sean untuk tidak melepaskan mangsanya malam ini. Dia tidak ingin menuntaskan dengan cepat. Dia ingin menikmati tiap senti bagian lekuk tubuh si mangsa sampai dia puas.
Buaian Sean membuat Ellena semakin berantakan dan tidak sadar lagi dengan semua rancauannya. Dia tidak malu lagi dan hanya menginginkan sebuah pelepasan hebat seperti yang sering dia dengar dari teman-temannya.
Sean membawa Ellena ke atas ranjang panas yang ada di kamarnya. Dia sudah tidak tahan lagi saat ini. Benda pusaka yang dia miliki itu rasanya ingin menikmati kehangatan surga yang pasti lebih nikmat di bandingkan wanita lainnya.
__ADS_1
Setelah membuai Ellena sampai puas dari atas kepala sampai ujung kakinya, kini Sean mulai menekuk lutut Ellena. Gadis yang sudah lemas setelah mendapatkan pelepasan itu masih tergolek lemah dan berantakan. Tapi itu makin terlihat seksi.
“Wah ... indah sekali, perawatan total dia rupanya. Siapkan dirimu, sayang,” gumam Sean saat melihat surga yang sudah basah dan menggoda itu.
Pelan namun pasti senjata pusaka Sean yang sudah dalam posisi sempurna itu segera mencoba masuk dalam liang surga merona milik Ellena. Sang gadis sedikit menggigit bibir bawahnya menahan sedikit sakit.
Sean kembali ******* bibir indah milik Ellena yang terus menggodanya. Dia ingin membuat tawanannya itu rileks dan menikmati sisa malam mereka yang penuh dengan peluh. Perlahan namun pasti, dorongan itu kian masuk ke tempat yang semestinya.
Terdengar sedikit erangan yang disertai keluarnya bulir air mata di pelupuk mata Ellena. Sean yang lebih banyak pengalaman menatap curiga wanita yang ada di bawah tubuhnya itu.
‘Brengsek! Dia perawan!’ ucap Sean kaget dengan apa yang dia nikmati saat ini.
Sean kaget saat dia mendapati ada yang lain dengan Ellena. Dia merasa liang surgawi milik Ellena ini tidak pernah mendapatkan kunjungan sebelumnya. Dia adalah orang pertama yang bertamu di sana dan itu membuat Sean kesal saat ini.
Sean tidak pernah mau tidur dengan wanita yang masih perawan. Dia hanya menerima gadis malam dengan banyak pengalaman. Reaksi Ellena tadi sudah menipu Sean.
Tapi ini sangat berbeda dengan apa yang dia rasakan pada Ellena. Ada sensasi luar biasa yang dia rasakan dari surga yang di tawarkan Ellena malam ini. Dia seolah tidak mampu menolak dan ingin terus larut dalam kenikmatan ini. Kenikmatan yang sedari awal sudah membuat dia terkena candu memabukkan.
Sean kalah!
Sean ingin menuntaskan malam ini dengan kepuasan juga. Urusan dengan sang gadis akan dia selesaikan nanti.
Sean kembali melanjutkan kegiatannya. Dia sudah sangat terbuai dengan penikmatan di dalam sana dan juga keindahan wajah Ellena yang sedang ada di bawahnya saat ini. Berantakan namun terlihat sangat menggoda.
Tanpa memberi ampun lagi, Sean ingin menikmati madu seharga 500 juta yang sudah dia beli malam ini. Madu special dan mampu mengalahkan semua wanita yang bersamanya selama ini.
Erangan Sean mulai terdengar di telinga Ellena saat ini sudah lemas dan menikmati sisa ledakan yang baru saja dia dapatkan. Sean segera menjatuhkan tubuhnya ke samping dan segera tertidur. Ya tidur tanpa dia peduli Ellena ada di sampingnya.
**
“Mana Ellena?” tanya Sean pada asistennya.
Sejak malam panas yang di lakukan Sean dengan Ellena itu, Gadis yang sudah memberikan kehangatan malam pada Sean itu menghilang. Ellena tidak di temukan di mana saja bahkan tidak meninggalkan jejak sedikit pun.
Ini sudah seminggu sudah Mathias mencari sosok Ellena namun belum menemukan titik terang tentang keberadaan gadis itu. Sean setiap hari sudah uring-uringan karena tidak ada yang bisa menemukan sosok Ellena yang hanya orang biasa.
“Kami belum menemukan jejaknya, Bos,” jawab Mathias sedikit ragu.
__ADS_1
“Brengsek! Cari lagi sampai ketemu. Seret penipu itu ke hadapanku! Kalau tidak, aku akan memotong gaji kalian semua!!”
Bersambung....