Rembulan Di Pelukan

Rembulan Di Pelukan
Bab 233


__ADS_3

Christian Santoso dan Gagas Darmawan sangat kaget begitu mereka kembali lagi ke meeting room sejam kemudian. Sebab di sana mereka melihat kedatangan tiga tamu tak diundang yang duduk di tempat calon klien mereka tadi.


“Kalian kenapa di sini?!” tanya Christian dengan kesal, sekaligus gusar. Ia terlihat lelah karena pengaruh obat pencuci perut tadi.


Pada saat itu Aditya sudah mencopot baju chef-nya dan mengganti dengan pakaian miliknya sendiri.


“Mereka kemari untuk meminta penjelasan!” kata Aditya.


“Oh, jadi loe yang namanya Aditya. Baiklah, semua jadi terang. Bagus juga loe ada di sini, Nak,” kata Christian.


“Semua ini rencanamu, ya?” tanya Pandu dengan geram pada Christian.


“Tunggu dulu, Sobat! Loe harus dengarkan dulu penjelasan gue!” balas Christian.


Lelaki itu segera menyampaikan tujuan rencana busuk itu sebenarnya.


Frita dan Gina mendengarkan dengan jijik saat Christian Santoso menjelaskan jika Lucky sudah lama naksir kepada Frita. Hanya saja ia pernah ditolaknya secara rahasia saat itu. Jika mereka berdua dinikahkan, akan jadi kemajuan bagi dua perusahaan mereka.


“Itu tak mungkin terjadi,” balas Gina, yang masih menyimpan rahasia bahwa Frita tak pernah diperkosa.


“Ya, mungkin saja terjadi. Frita sudah tak perawan. Ia kemungkinan juga bakalan mengandung anak dari Lucky,” tukas Christian dengan dengan penuh percaya diri dan tanpa perasaan bersalah.


Christian Santoso sama sekali tak memiliki rasa empati pada wanita. Bisa-bisanya ia bicara begitu. Aditya sangat bernafsu ingin menonjok mulutnya, tapi ia menahan diri dulu. Tampaknya paman tiri Frita itu masih menyimpan sesuatu.


“Kalian juga bisa mempertimbangkan keputusan kalian dari foto-foto ini. Akan ada orang-orang yang siap menyebarkannya tanpa bisa kalian hentikan,” kata Christian. Lalu ia menyodorkan sejumlah foto telanjang Frita yang terlihat begitu jelas.


Aditya tak tahan lagi dan segera menghantam rahang Christian Santoso sampai lelaki itu terguling jatuh dari kursi sofanya.


“Bangsat! Loe berani sama gue, ya?” bentak Christian kesal.


“Saya nggak akan pernah takut dengan siapa pun!” kata Aditya lalu kali ini dengan kekuatan penuh ia tendang perut Christian sampai lelaki itu mengerang kesakitan dan mulutnya mengeluarkan darah.


Pandu berteriak panik, “Aditya, jangan sampai ia terbunuh!”

__ADS_1


“Tidak, aku hanya ingin memberinya pelajaran!”


Gagas tak terima omnya diperlakukan begitu. Ia mencoba menyerang Aditya, tapi tentu Gagas kalah dengan memalukan. Kini ia harus menderita benjol di kepalanya usai dibenturkan oleh Aditya ke tembok. Benturan yang cukup keras, tapi tak sampai bikin kepala bocor.


Gagas dengan jengkel memandangi cermin di ruangan itu sambil memegangi jidat lebarnya, “Brengsek loe, ya! Loe bikin malu gue saja!”


Aditya membentaknya, “Dan kalian tidak masalah sama sekali dengan mencoba membuat malu Frita!”


Aditya merenggut semua foto telajang Frita di atas meja, merobeknya, dan membakar tiap helainya di tempat sampah besi di pojok ruangan.


Christian Santoso tertawa-tawa puas. “Loe gak akan bisa menghentikan penyebaran foto itu. Selama rencana pernikahan Lucky dan Frita tak berlangsung, foto-foto itu bisa saja gue sebar kapan saja!”


Lucky yang mendengar semua itu akhirnya tak tahan. “Hentikan! Hentikan, Om Chris!”


“Kenapa loe ini?” tanya Christian terheran-heran akan sikap aneh keponakannya.


Pandu dan Gina tampaknya mengerti inilah puncak kemenangan mereka. Inilah saat Christian harus menelan kekalahan yang memalukan.


“Aku tak pernah memperkosa Frita! Aku tak bisa melakukannya!” kata Lucky yang kemudian menangis seperti bocah kecil.


“Dia masih perawan. Kalau kita sebar foto-foto itu, apa gunanya juga! Sudahlah, Om Chris, sejak awal sudah saya bilang rencana ini salah!” kata Lucky dengan sedikit ketakutan.


Lucky mendapat tamparan keras dari Christian. Gagas Darmawan yang melihat itu dari seberang ruangan hanya mengumpat tanpa bisa berbuat apa-apa.


“Nah, sekarang semua usaha kalian gagal. Lalu, apa?” kata Aditya.


Christian Santoso tanpa berkata sepatah ucapan pun segera menarik Lucky untuk pergi menjauh dari situ. Aditya mencoba mengejarnya, tapi Gagas menghadang. Sapuan terakhir dengan kakinya membuat Gagas tersungkur tak sadarkan diri.


“Aku harus mengejar mereka. Memastikan foto-fotomu tidak disebar!” kata Aditya pada Frita.


“Aku ikut!” Frita tak bisa dicegah bahkan oleh papanya sendiri.


***

__ADS_1


Di tempat parkir di basement, Christian Santoso entah bagaimana tak terlihat lagi bersama Lucky. Pemuda itu berjalan seorang diri dengan wajah babak belur. Sepertinya ia baru saja dihajar omnya sendiri di dalam lift karena tak pernah mengakui impotensi yang diidapnya. Kini, Lucky memasuki mobilnya dan menyetir pulang dengan pikiran kacau.


“Kalau semua orang tahu aku impoten, mau jadi apa hidupku!” batin Lucky yang terlihat tak konsentrasi menyetir.


Mendadak saja, seorang gadis muncul dari balik tiang basement, terguling jatuh ke depan mobilnya. Lucky pikir ia menabraknya, meski tak terasa ada tabrakan.


Memang itu sekadar pura-pura. Shelly D berpura-pura ditabrak oleh Lucky. Aditya barusan meneleponnya Shelly D bahwa sosok yang bisa mereka manfaatkan adalah si Lucky. Jadi dia harus mencoba mengelabuinya.


“Dia menuju tempat parkir,” kata Aditya.


“Oke.”


Maka begitulah, Shelly D menunggu Lucky masuk mobil dan melancarkan aksinya.


“Maaf! Aku nggak sengaja!” kata Lucky yang segera turun dari mobil begitu Shelly D terbaring di lantai basement.


Shelly D hanya menangis tanpa berkata-kata. Lucky menyadari ini artis muda yang naik daun itu. Tapi, ia cukup grogi untuk bertanya soal itu. Ia hanya bisa tanya, “Kamu terluka?”


Shelly D menjawab, “Ya, hatiku terluka cukup parah! Aku baru saja menyadari jika aku nggak akan mungkin bersama orang yang kusayangi!”


Lucky merasa ada kesamaan pada diri mereka berdua. Ia segera tersentuh. Lucky pun berkata, “Malam ini aku juga menyadari aku tak akan bisa mendampingi orang yang sudah lama kucintai diam-diam.”


Tak lama setelah itu, Shelly D sudah berada dalam mobil Lucky. Pemuda itu tanpa ada niat buruk padanya bermaksud mengantarnya pulang.


“Ya, semoga saja aku masih bisa bertahan setelah ini. Sudah empat kali aku coba bunuh diri. Maaf. Tadi percobaan keempatku.” kata Shelly D yang masih berpura-pura menangis.


Tampaknya aktingnya sangat bagus, sebab Lucky terlihat cemas.


“Aku yakin semua akan baik-baik saja,” tukas Lucky. “Kamu jangan lagi-lagi coba melompat ke depan mobil seperti tadi ya.”


“Tidak, semua tidak akan baik-baik saja! Aku butuh teman malam ini. Kamu bisa mampir sebentar?”


Lucky jelas tak mungkin menolak. Gadis ini sedang depresi. Dia ingin bunuh diri. Lucky merasa ia tak berdaya. Di satu sisi masih mencemaskan impotensinya, di sisi lain tak ingin penyanyi itu mengakhiri hidupnya sendiri malam ini.

__ADS_1


Mobil Lucky pun melaju membelah malam. Desing halus mesinnya ditemani suara tangis Shelly D yang terdengar pilu


Bersambung...


__ADS_2