
Aditya pergi menuju gedung bagian keamanan. Dia sudah punya rencana yang bagus untuk membuatnya terbebas dari tuduhan. Semua orang yang melihatnya terlihat menjauh. Mungkin mereka sudah mendengar rumor bahwa dia adalah anak buah hacker yang menyusup. Tapi Aditya tidak memikirkan hal seperti itu.
“Bos, apa yang terjadi?” tanya Dani saat dia melihat Aditya menghampirinya.
“Seperti yang mereka bilang, aku sekarang masih dicurigai sebagai anak buah hacker. Aku meminta waktu selama dua jam untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah,” jawab Aditya.
“Terlalu sebentar Bos.”
“Tidak masalah, aku sudah punya rencana untuk membuktikannya, tapi aku butuh bantuanmu.”
“Siap! Bantuan seperti apa?”
“Pertama, aku ingin kamu menyelidiki Hadi, karena yang memberikan kunci kepadaku dan memiliki waktu paling leluasa di ruangannya hanyalah dia. Kedua, selidiki Yana karena dialah aku harus terlibat ke dalam masalah ini.”
“Apa yang harus aku lakukan kepada mereka?”
Aditya kemudian memberitahukan setiap langkah yang harus Dani lakukan. Dani hanya mengangguk saja tanda mengerti. Setelah berbagi tugas merekapun berpencar. Kelihatannya Dani masih percaya kepadanya mungkin karena dia pernah menyelamatkan Dani saat dijebak Erik. Langkah Aditya terhenti di tempat yang sepi, dia kemudian menelepon seseorang dengan ponselnya.
“Halo Bos, sudah lama nih nggak ngehubungi lewat telepon kayak begini,” sapa seorang pria.
“Gimana kabarmu Put?”
“Baik-baik saja, bos sendiri bagaimana?” jawab Putra Wacana, ketua geng Kujang.
“Aku juga baik-baik saja. Aku butuh bantuanmu Put.”
“Ada apa nih? Nadanya serius amat.”
“Aku ingin kamu menghubungi Dark Hunter sekarang juga.”
“Siap!” jawab Putra, dia sudah tahu seperti apa bosnya saat sedang serius seperti itu. Tak lama kemudian ada nomor baru yang menghubunginya. Aditya menerima panggilan itu.
“Selamat siang kawan lama, hahaha.” Sapa suara pria di telepon dengan nada disamarkan.
“Kamu memang selalu waspada seperti biasanya Dark,” jawab Aditya sambil tertawa.
“Ada perlu apa menghubungiku?”
“Aku punya sedikit masalah.”
__ADS_1
Aditya kemudian menjelaskan keadaannya. Dark Hunter malah terus tertawa menanggapi ceritanya. Aditya meminta Dark untuk membalas menyerang hacker yang menganggu perusahaan Glow & Shine co. dia juga memintanya untuk mengusir semua malware yang berada di komputer perusahaan.
“Masalah hacker bisa kamu percayakan kepadaku, tapi untuk mengatasi malware yang memang sudah bersarang di komputer cukup sulit, aku memerlukan bantuanmu.”
“Apa yang harus kulakukan?”
“Aku akan mengirimkan sebuah file berisi permbasmi malware yang kubuat sendiri. File itu juga merupakan pintu awal untuk diriku menyerang balik si hacker. Kamu hanya perlu menyambungkan ponselmu dengan komputer lalu double click file tersebut, secara otomatis akan berjalan sendiri.”
“Hanya itu saja?”
“Ya, tapi untuk jaga-jaga sebaiknya kamu menelponku sembari melakukannya, nanti akan aku berikan arahan langsung lewat telepon.”
“Baiklah, jika nanti sudah siap akan aku telepon lagi. Terimakasih sebelumnya.”
“Hahaha, kamu semakin melunak saja Dit. Jika sikapmu masih seperti dulu, aku yakin hal seperti ini tidak akan pernah terjadi.”
“Itu sudah menjadi pilihan hidupku. Oh iya aku juga butuh bantuan lainnya darimu.”
“Bantuan seperti apa lagi?”
“Detailnya akan aku kirimkan saja lewat email.”
Aditya mengakhiri panggilannya. Dia merasa lega karena satu masalah sudah teratasi. Dia sanagat percaya kepada temannya itu. Dark Hunter julukannya, dia hacker terbaik yang pernah Aditya kenal selama ini.
Kini dia hanya perlu menunggu laporan dari Dani. Tak lama kemudiaan ada pesan dari Dani bahwa semua rencana sudah berhasil dijalankan dengan lancar. Aditya menyuruh Dani untuk membawa tersangka yang sudah dia jebak ke ruang kontrol gedung IT. Aditya juga mengenakan earphone wireless kecil di telinganya lalu menghubungi Dark.
Di ruangan kontrol gedung IT semua orang sedang panik karena saat ini hacker sudah tidak bisa dibendung lagi oleh tim IT. Frita semakin cemas, dia takut jika pada akhirnya hacker sampai mencuri file-file keuangan perusahaan yang masih aman. Aditya masuk ke dalam ruangan dengan santai. Semua perhatian orang-orang di sana tertuju kepadanya.
“Kelihatannya hacker kita sedang senang karena akan mendapatkan untung yang banyak,” sindir William.
“Aku sedang senang karena aku tahu ternyata tehnik hacking yang digunakan hacker untuk menyerang perusahaan hanyalah tehnik rendah,” jawab Aditya sambil tersenyum.
“Kalau lu emang bisa mengatasinya coba lakukan!” bentak William karena kesal.
“Baiklah, akan kucoba semampuku,” jawab Aditya sambil menyingsingkan lengan bajunya ke atas.
Semua orang di sana masih belum percaya jika Aditya mampu mengatasi serangan hacker itu. Aditya kemudian menyambungkan ponselnya ke komputer utama. Selanjutanya dengan cepat dia menjalankan instruksi yang diberikan oleh Dark lewat earphone.
Semua orang di sana mulai kagum ketika melihat kecepatan mengetik Aditya yang begitu cepat. Penglihatannya sangat tajam dan refleks tangannya juga cepat karena itu dalam urusan seperti itu bukanlah hal yang aneh baginya.
__ADS_1
Semua bagian IT juga heran melihat kemampuan Aditya yang bisa dibilang professional, mereka tidak menyangka bahwa sopir sepertinya bisa mengetahui berbagai macam bahasa coding dan pemrograman.
“Menurutmu apa dia bisa menghentikan serangan hacker itu?” tanya William berbisaik kepada ketua bagian IT.
“Entahlah, tapi kemampuannya membuatku sedikit terkejut.”
“Apa jangan-jangan dia malah membantu si hacker untuk lebih mudah masuk lebih jauh lagi?”
“Aku rasa tidak, aku sangat hafal dengan bahasa pemrograman untuk membuka semua keamanan server. Aku lihat dia tidak menggunakannya.”
Beberapa menit kemudian Aditya bangkit dan merenggangkan tangannya hingga berbunyi. Dia bilang bahwa sekarang hacker sudah tidak bisa masuk lagi ke dalam sistem perusahaan. Dia juga sudah mengambil kembali semua file yang dienkripsi oleh hacker itu.
“Benar juga, semuanya sudah kembali normal,” ucap seorang anggota tim IT setelah mengecek sistem perusahaan.
“Sebagai bonus. Aku juga sedikit memperbaiki bug yang digunakan hacker sebagai pintu masuk ke dalam sistem perusahaan,” kata Aditya.
“Bagaimana bisa? Sebenarnya kamu kuliah teknologi di mana?” tanya kepala tim IT.
“Aku hanya sopir biasa yang kebetulan dipaksa untuk bisa mengatasi hacker kelas kakap yang mampu melumpuhkan sistem keamanan yang dibuat oleh pakar IT,” sindir Aditya sambil tersenyum.
“Hahaha, kamu benar-benar jago bersandiwara,” sela William tiba-tiba.
“Apa maksud bapak?”
“Kamu bisa mengatasinya karena kamu adalah teman hacker itu, kalian bisa saja sudah bekerja sama dalam hal ini agar kamu bisa lolos dari jerat hokum.”
“Sudah kuduga akan seperti ini,” ujar Aditya. Dani dan Yana masuk ke dalam ruagan. Yana terlihat begitu senang ketika melihat Rani ada di sana. Dia mengedipkan matanya ke arah Rani. Namun Rani malah membuang muka ke samping.
“Ada perlu apa pak memanggil saya kemari?” tanya Yana.
“Memanggilmu ke sini?” tanya balik William heran.
“Iya, tadi kata pak Dani bapak memanggil saya ke sini.”
“Aku tidak memanggilmu kemari,” jawab William, Yana terkejut mendengarnya, dia kemudian melirik kepada Dani. Namun Dani malah mengalihkan pandangannya.
“Baiklah karena pemeran utamanya sudah hadir di tengah-tengah kita. Akan segera kumulai saja pertunjukannya,” ujar Aditya sambil tersenyum puas.
BERSAMBUNG…
__ADS_1