
Keesokan harinya Sebastian mencoba untuk menghubungi Lollyta dan menceritakan tentang kondisi Maudy.
Lollyta yang kebetulan dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya.
Lollyta mengambil handphone yang berdering kencang, dia melihat panggilan telephone dari Sebastian.
" Kenapa Sebastian yang menelephone ku, ada apa dengan handphone Maudy."
Lollyta pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Pak Sebastian ada apa*
* Bu Lollyta sebelum nya saya minta maaf Maudy yang belum bisa untuk menjalankan pemotretan hari ini*
* Memang kenapa,? kenapa lagi dengan Maudy*
* Kondisi Maudy sudah membaik dan Dokter juga mengatakan jika hari ini sudah bisa pulang. Tapi tiba-tiba ntah apa yang di lihat di handphone nya, dia langsung berteriak histeris sambil melemparkan handphone nya. Maudy kelihatan sangat ketakutan sekali, dan sampai berteriak-teriak kencang sehingga Dokter memutuskan agar Maudy masih dalam perawatan*
* Yasudah fokus saja pada kesehatan Maudy, tapi jika dalam seminggu Maudy belum bisa melakukan pemotretan. Maka terpaksa saya harus mengantikan nya sementara dengan model yang lain, karena produk ini memang harus segera di promosikan*
* Baiklah Bu Lollyta*
__ADS_1
* Yasudah semoga Maudy bisa secepatnya sembuh yaa dan kembali berkerja bersama saya*
*Semoga saja Bu Lollyta*
Lollyta mengakhiri panggilan telephone nya, dia pun berpikir siapa model pengganti untuk Maudy.
" Nanti aku pikirkan jika sudah sampai di kantor saja, sekarang aku harus secepatnya sampai di kantor."
Lollyta terlihat sangat terburu-buru sampai dia lupa berpamitan dengan suaminya.
" Seperti sangat sibuk sekali, yasudah lebih baik aku sarapan di luar saja."
Dokter Richard pun mengikuti istrinya dia juga memilih untuk pergi.
" Zivanna kemarin saja pendapatan dari shampo terbaru itu sangat Fantastis sekali."
Lollyta memilih untuk meminta ijin kepada Samuel sebelum memberitahu Zivanna.
" Seperti nanti saja aku meminta ijin kepada Samuel setelah aku sampai di kantor."
Lollyta begitu sangat bersemangat sekali jika Zivanna yang menjadi model nya, dia ingin sekali mengakhiri kontrak kerja bersama dengan Maudy.
__ADS_1
Lollyta pun sampai di kantor nya, banyak sekali para pegawai nya yang menanyakan kabar dari Maudy yang sudah 3 hari tidak masuk berkerja.
" Ibu Maudy Larissa, belum bisa masuk yaa karena dia masih berada di Rumah Sakit. Dan jika sampai waktu 7 hari dia tidak juga masuk, rencana saya model akan di gantikan oleh Zivanna."
Pada pegawai pun merasa sangat setuju sekali jika model di gantikan oleh Zivanna.
" Kenapa harus menunggu waktu sampai 7 hari, jika besok dia tidak masuk langsung gantikan saja dengan Zivanna. Zivanna masih muda dan sangat cantik sekali cocok untuk skincare jaman sekarang."
Lollyta merasa setuju dengan perkataan salah satu pegawai nya, tapi dia juga mengingatkan kembali Zivanna yang seorang Suster.
" Zivanna adalah seorang Suster, dia harus mengurus anak perempuan berusia 5 tahun. Jika Leticia mengantikan posisi Maudy, bagaimana dengan anak yang dia urus, dia sudah tanda tangan kontrak selama 2 tahun untuk menjadi Suster."
Lollyta masuk ke dalam ruangan, dia pun mulai menyadari jika banyak pegawai nya yang tidak suka dengan Maudy.
" Maudy apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu. kenapa kamu menjadi seperti,? apakah kamu despresi karena perbuatan mu sendiri."
Lollyta merasakan nya jika dia berada di posisi Maudy.
" Maudy pasti dia merasa sangat bersalah sekali, ketika dia yang tidak bisa mengurus anak dari saat bayi sekarang setelah sudah besar karena perbuatan dia hampir membuat anak nya hilang."
Maudy sampai merasa sangat pusing haruskah dia memberitahu jika Bianca yang sudah selamat dan tidak menghilang.
__ADS_1
" Tapi jika aku memberitahu Maudy seperti itu, maka dia akan merencanakan sesuatu yang baru. Hmmmm sudahlah lebih baik biarkan saja dia seperti itu, aku juga merasa sangat tenang sekali ketika dia tidak ada di kantor."
Lollyta kembali fokus pada pekerjaan nya.