
Sebastian melihat jika posisi Maudy di gantikan sementara oleh Zivanna, Sebastian tidak bisa membohongi perasaannya ketika melihat foto Zivanna yang cantik dan lebih segar untuk di lihat.
" Tapi bagaimana jika Maudy mengetahui nya, dia pasti akan marah besar sekali."
Sebastian mengingat jika handphone nya Maudy rusak waktu di rumah sakit, Sebastian berniat untuk membelikan handphone setelah Maudy benar-benar sehat.
Sebastian sebelum berangkat ke kantor dia masuk dulu ke kamar Maudy dan dia melihat Maudy yang kelihatan lebih segar.
" Aku pergi ke kantor dulu yaa, kamu baik-baik di rumah yaa."
Mereka berdua pun bersalaman dan Maudy kelihatan tersenyum.
" Hati-hati yaa di jalan."
Sebastian merasa sangat tenang sekali ketika melihat Maid yang lebih baik dari sebelumnya.
" Suster Vina, jaga baik-baik Maudy yaa. Jangan sampai di pergi ke luar rumah dengan kondisi seperti ini."
Maudy mendengar perkataan suaminya tapi dia memang merasa lebih baik.
" Aku ingin keluar kamar, aku sangat bosan sekali."
Suster Vina dengan sangat sabar dia mengantarkan Maudy seperti keinginan nya.
" Aku merasa lebih baik Suster, kamu tidak perlu lagi menghawatirkan ku."
__ADS_1
Maudy berjalan dengan cepat ke luar rumah, dia seperti ingin menghirup udara segar di pagi hari.
" Ini jauh lebih dari pada aku yang harus diam selalu di dalam rumah."
Maudy duduk dan Suster Vina menyiapkan makanan untuk sarapan pagi Maudy, Maudy makan dengan sangat lahap sekali.
Dan Suster Vina merasa jika Maudy yang memang sudah kelihatan normal.
Setelah melihat makanan nya habis, Suster Vina memberikan obat-obatan yang harus di konsumsi habis oleh Maudy.
" Ini ibu harus di habiskan yaa ibu, agar ibu merasa panik berlebihan lagi yaa."
Maudy pun mengambil obat tersebut dia dengan mudah menghabiskan nya.
" Suster Vina, aku ingin mengambil handphone ku di kamar. Aku ingin menghubungkan Lollyta, karena aku yang tidak bisa masuk ke kantor hari ini."
Maudy merasa Suster Vina sangat lama sekali dia pun memilih untuk menghampiri Suster Vina ke kamar nya dan mencobanya untuk bantu untuk mencari nya.
Maudy berjalan dengan cepat dan dia pun melihat Suster Vina yang samping mencari ke kolom tempat tidur.
" Aku pinjam handphone kamu untuk lebih muda mencari nya, biasanya suamiku selalu menyimpan handphone ku di pinggir bantal tapi kenapa tidak ada yaa."
Maudy terus saja menghubungi nomer handphone nya.
" Nomber telephone yang anda tuju sedang tidak aktif."
__ADS_1
Maudy pun mengembalikan handphone tersebut kepada Suster Vina.
Ketika Maudy yang masih kebingungan mencari handphone nya, Maudy pun memilih untuk meminjam kembali handphone Suster Vina.
" Aku boleh meminjam nya lagi tidak,? aku ingin menelephone suami ku. Karena ini sangat penting sekali, aku adalah Brand Ambassador Lollyta Skincare Beauty."
Suster Vina pun memberikan kembali handuk nya dan Maudy pun lebih memilih untuk mengirimkan pesan saja karena dia hawatir Sebastian yang sedang sibuk di kantor nya.
* Handphone ku di mana,? aku harus memberitahu pihak Lollyta untuk memberikan alasan jika aku tidak bisa masuk karena sedang sakit. Jangan sampai aku di gantikan sementara oleh orang lain, aku tidak mau hal tersebut terjadi yaa*
Setelah selesai mengetik pesan, Maudy pun mengembalikan handphone milik Suster Vina.
" Ini handphone nya, terimakasih banyak yaa."
Suster Vina pun mengambil kembali handphone nya, dan dia pun langsung masuk ke akun media sosial nya.
Suster Vina melihat yang menggantikan posisi Maudy adalah Zivanna, Suster Vina sangat mengenal Zivanna.
Suster Vina keluar dari media sosial dia tidak mau jika Maudy melihatnya.
" Suster Vina, suami saya pasti menghubungi Suster. Lebih baik Suster diam dulu sebentar di kamar saya yaa. Supaya tidak capek bulak balik keluar masuk kamar."
Suster Vina pun menganggukkan kepalanya dan Maudy kelihatan sangat jenuh sekali.
" Seperti besok aku sudah harus beraktifitas seperti biasa nya yaa, jika terus seperti ini maka penyakit panik ku ini tidak hilang-hilang."
__ADS_1
Maudy pun memilih untuk menyenderkan tubuhnya di bantal dia yang sebenarnya masih merasa sangat pusing sekali, tapi Maudy mencoba untuk melawan nya.