
Orang tua Felix membicarakan tentang kedatangan Sebastian kepada Felix yang baru saja pulang ke rumah nya.
Felix seperti tidak mau menerima kehadiran anak nya di rumah, dia hanya terdiam dan berjalan masuk ke dalam rumah.
" Felix dia seperti tidak bersalah saja, jika tidak mau bertanggung jawab tidak usah bermain perempuan seperti ini. Sangat membuat emosi, beruntung Irene dia tidak mau meminta pertanggung jawaban."
Setelah membicarakan tentang anak dari Felix dan Maudy, Sebastian datang bersama dengan Suster dan tidak lupa baby Christian.
Kedatangan Sebastian yang sangat cepat membuat kedua orang tua Felix begitu sangat terkejut sekali.
" Selamat sore saya datang dengan janji saya, saya akan memberikan bayi ini kepada Ayah kandung nya."
Orang tua Felix melihat wajah bayi tersebut yang sangat mirip dengan Felix.
Sebastian memberikan hasil tes DNA kepada orang tua Felix.
" Sebenarnya tidak harus memberikan tes DNA pun, sudah terlihat jelas wajah nya mirip dengan Felix."
Orang tua Felix mengendong bayi tersebut.
__ADS_1
" Maudy, memberikan nama Christian Gunawan. Kalian bisa mengganti nama nya, sesuai dengan nama keluar kalian."
Felix membuka pintu kamar nya dia merasa sangat dendam sekali dengan Sebastian.
" Ucapkan tidak main-main, dia benar-benar membawa bayi itu ke rumah ini."
Felix menutup kembali pintu kamar nya, Sebastian melihat Felix yang sebelumnya membuka pintu keluar nya.
" Saya merasa terlalu sakit untuk menjaga anak lelaki ini, karena bagaimana pun juga pernikahan saya dengan Maudy sudah sangat lama sekali. Saya menginginkan kehadiran anak di daerah keluarga saya, tapi sangat menyakitkan sekali ketika anak itu datang tapi bukan anak saya."
Sebastian meminta suster untuk menemani Christian, dia juga meminta Suster tersebut untuk memberikan informasi tentang bagaimana sikap keluarga Felix terhadap bayi tersebut.
Sebastian berdiri dari tempat duduk nya, dia berpamitan untuk pergi.
" Kami akan merawat Christian dengan baik, tidak usah hawatir kami tidak akan berbuat jahat kepada Christian."
Sebastian tersenyum dia pun langsung pergi dari rumah Felix, Sebastian merasa Felix akan menyimpan rencana untuk nya.
" Kenapa dia harus mempunyai rasa yang dendam, padahal itu adalah anak nya sendiri."
__ADS_1
Sebastian keluar dari rumah besar dia berjalan menuju ke mobil nya, Felix melihat Sebastian dari kaca jendela kamar nya.
" Apa yang membuat Irene menyukai om-om itu, apakah ini adalah rencana nakal nya juga. Dia ingin bersama dengan Irene, tapi tidak mau mengurus anak ini. Seperti nya Maudy menjadi despresi pun karena dia, karena dia yang ingin secepatnya menikah dengan Irene."
Felix berpikiran negatif terhadap Sebastian.
" Sebastian Gunawan, tidak akan pernah kamu bahagia bersama dengan Irene. Tidak akan pernah ada kata kebahagiaan, ketika kamu sekarang membuat ku seperti ini."
Felix merencanakan sesuatu yang buruk untuk Sebastian Gunawan.
Pintu kamar Felix di ketuk oleh Mama nya.
Felix merasa malas untuk membuka nya.
" Cepat buka pintu nya Felix, kenapa kamu harus mengunci nya segala."
Mama Felix merasa sangat marah hingga dia terus saja mengetuk pintu kamar nya tidak berhenti.
Akhirnya Felix membuka pintu kamar nya dan Mama nya ternyata sedang bersama dengan Suster dan bayi lelaki nya.
__ADS_1