I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *157*


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Sesilia pun datang, Zivanna sampai menghelakan nafas panjang nya karena akhirnya penantian nya tidak sia-sia.


Zivanna berdiri dari kursi nya dan dia pun merasa melambaikan tangan nya agar Sesilia dengan cepat bertemu dengan nya.


Sesilia pun langsung menghampiri Zivanna.


" Maafkan aku Suster Zivanna tadi di jalan sangat macet sekali."


Zivanna pun hanya bisa tersenyum dan seketika dia langsung merasa sangat gugup sekali.


Zivanna seperti tidak berani menatap wajah Sesilia.


" Suster Zivanna, aku mengetahui jika sejak awal kamu sudah mempunyai perasaan terhadap Samuel tapi Samuel yang tidak menyadari nya."


Zivanna menganggukkan kepalanya.


" Dan sekarang di saat Samir mengatakan jika dia memiliki perasaan terhadap mu di depan Maudy, tapi kamu yang sedang mengalami permasalahan besar ini. Aku ingin sekali mengetahui apa yang menyebabkan kamu untuk bisa melakukan ini semua,? apakah karena faktor ekonomi dan luar bisa nya kamu yang berkerja sama dengan istri sah nya."


Zivanna semakin merasa kesulitan untuk menjawab nya, dan dia juga mengingat jika Ibu nya juga yang sudah merasa bosan dengan permainan nya itu.


" Karena Dokter Richard sangat sayang sekali dengan ku, lebih dari rasa sayang nya terhadap ibu Lollyta."


Zivanna mengatakan nya dengan suara yang bergetar.


" Zivanna pernah kamu berpikir jika kamu berada di posisi Lollyta, dan kamu percaya dengan perkataan itu? perkataan seorang lelaki yang sudah tua terhadap gadis yang masih muda. Itu semuanya palsu Zivanna, di saat mungkin kamu bisa mendapatkan kebahagiaan seutuhnya kamu menikah dengan nya, kamu juga akan merasakan yang Lollyta rasakan sekarang percaya itu Zivanna."


Zivanna tidak menyangka jika Sesilia yang lebih memberitahu kepada nya dengan kata-kata yang tidak dengan emosional dan menyalahkan nya.


" Terimakasih Bu Sesilia dengan sabar mau memberitahu kan aku, tapi nanti ada saat nya Ibu Sesilia mengetahui kenapa Dokter Richard itu lebih sayang aku dari pada istrinya."

__ADS_1


Zivanna pun langsung berdiri dari tempat duduk.


" Bu Sesilia, saya pergi dulu yaa."


Zivanna meninggalkan Sesilia dan membuat Sesilia semakin bertanya-tanya dengan Zivanna.


" Apakah ibu nya Zivanna itu mantan kekasih Dokter Richard yaa, sehingga dia melakukan ini semuanya hanya karena terpaksa untuk membalas dendam ibu nya."


Pikiran Sesilia pun semakin negatif terhadap Zivanna, karena dia merasa sangat yakin sekali jika Zivanna itu tidak mungkin melakukan hal seperti itu.


" Aku ingin secepatnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."


Zivanna pun pergi dari Restoran tersebut, dia masuk ke dalam mobil dan ingin secepatnya sampai di toko.


Di saat Zivanna yang masih saja merahasiakan tentang kehidupan nya, di tempat yang berbeda Maudy tidak mau pergi untuk berkerja.


Maudy memikirkan bagaimana jika Zivanna dan Samuel sampai menikah lalu dirinya bagaimana tetap saja tidak bisa memiliki Bianca.


" Astaga jangan sampai Maudy kembali despresi, aku tidak akan membiarkan nya."


Sebastian pun langsung duduk di samping Maudy dan membuat Maudy terkejut.


" Kenapa kamu belum pergi ke kantor ini sudah sangat siang sekali loh, lebih baik kamu pergi sekarang berikan contoh yang baik untuk ribuan karyawan mu."


Sebastian memegang tangan Maudy yang sangat bergetar sekali.


" Apakah kamu mempunyai masalah,? ceritakan kepada suami mu ini. Aku tidak mau kamu kembali despresi, dsn sampai harus menyakiti fisik mu sendiri tanpa kamu sadari."


Maudy pun mereka jika Sebastian yang begitu sangat perhatian dan sayang dengan nya.

__ADS_1


" Samuel ternyata memiliki perasaan terhadap Zivanna, dan bahkan dia lebih memperbolehkan Bianca bertemu dengan Zivanna dari pada ibu kandung nya sendiri."


Maurice mengatakan nya sama menteskan air mata nya.


Sebastian menghapus air mata istri nya.


" Tidak mungkin mudah untuk bisa menerima masa lalu seseorang, apalagi kamu yang lebih memilih untuk menikah dengan ku dari pada hidup sederhana dengan Samuel."


Maudy pun langsung.menatap wajah suamiku.


" Jadi butuh waktu lama untuk Bianca menerima kehadiran ku di harinya."


Maudy pun tiba-tiba saja langsung berteriak histeris, Maudy menangis karena kesalahannya.


" Ini salah kuuuuu, ini semua karena kesalahan ku."


Sebastian mencoba untuk menenangkan Maudy yang lagi-lagi despresi di saat di yang masih memikirkan Bianca.


" Aku ingin sekali memeluk Bianca, dan aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya tidur tidur bersama dengan Bianca membuatkan sarapan pagi untuk Bianca."


Maudy menagis histeris sekali sehingga membuat Sebastian memilih untuk tidak bekerja


" Aku ingin Bianca, aku ingin anak ku."


Teriakkan Maudy semakin kencang, Sebastian pun langsung meminta obat penenang untuk Maudy, karena Sebastian tidak mau Maudy yang sampai melukai fisik nya.


Sebastian pun akhirnya mendapatkan obat tersebut dan Maudy pun di paksa untuk meminumnya.


Sebastian pun membaringkan tubuhnya di atas kasur.

__ADS_1


Maudy merasa sangat pusing sekali ketika dia yang ingin bertemu dengan Bianca Maudy terus saja memanggil Bianca.


__ADS_2