I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 372


__ADS_3

Irene selesai dengan pekerjaan nya, dia melihat ada pesan masuk dan membaca ternyata dia sudah mendapatkan nomber handphone Sebastian.


" Akhirnya aku bisa mendapatkan nomber handphone nya, baiklah nanti malam ada malam pertama aku bertemu dengan nya."


Irene begitu sangat bersemangat sekali, dia tidak pulang ke rumah tapi dia memilih untuk pergi ke salon kecantikan.


Irene ingin bertemu dengan Sebastian malam ini.


Sebelum menyalakan mesin mobil nya, Irene mengirimkan pesan kepada Sebastian.


* Hallo aku Irene, wanita yang kamu bantu pada saat melahirkan. Malam ini aku ingin bertemu dengan mu, kita makan malam bersama untuk mengucapkan terimakasih ku*


Sebastian membaca pesan dari Irene sambil melirikkan matanya kepada Maudy, dia mengingat Maudy yang diduga menghianati nya.


* Makan malam di mana, aku akan datang*


* Di Restoran Flower, aku akan menunggu mu jam 8 malam*


* Baiklah, aku akan datang*


Irene tersenyum puas akhirnya dengan sangat mudah dia bisa bertemu dengan Sebastian.


" Aku akan berdandan cantik, agar dia menyukai ku."


Irene begitu sangat bersemangat sekali.


Sedangkan Sebastian dia memikirkan harus bicara apa kepada Maudy.


" Kamu pulang duluan, aku di ajak makan malam oleh teman bisnis ku."


Maudy menggelengkan kepalanya.


" Tidak aku harus ikut juga."


Maudy memegang tangan suaminya dengan sangat erat.

__ADS_1


" Aku tidak bisa membawa mu, lebih baik kamu pulang saja."


Sebastian melepaskan paksa genggaman tangan Maudy.


" Sebastian kenapa kamu berubah seperti ini setelah aku hamil, jika kamu terus saja bersikap seperti dengan ku maka aku akan melenyapkan nyawa anak ini."


Sebastian tersenyum mendengar ancaman Maudy kepada nya.


" Lenyapnya saja nyawa bayi itu, karena belum tentu juga anak itu darah daging ku."


Sebastian langsung pergi begitu saja meninggalkan Maudy.


Maudy seketika dia merasa panik dengan perkataan Sebastian.


" Apa maksud nya ini semua, kenapa Sebastian mengatakan hal tersebut kepada ku."


Maudy memegang perut nya dia merasa gerakkan janin yang mendadak cepat.


Maudy mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan, dia tidak mau terjadi sesuatu dengan kehamilan nya.


" Jangan seperti ini Maudy, kamu harus sayang dengan anak mu. Maafkan perkataan Mama ya sayang, Mama hanya mengancam Papa mu saja. Mama tidak akan pernah menyakiti mu, Mama akan selalu melindungi mu."


" Apakah Sebastian tahu tentang kejadian di malam itu, aku mabuk sampai tidak sadarkan diri."


Maudy mencoba untuk fokus pada kendaraan nya, dia tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan nya di saat sedang mengendarai mobil nya.


Di saat Maudy pulang ke rumah seperti keinginan suaminya, Sebastian dengan berani dia datang untuk bertemu dengan Irene.


Sebastian masuk ke cafe yang di inginkan oleh Irene, dan akhirnya mereka berdua pun bertemu.


Irene sangat cantik sekali, Sebastian pun tak bisa membohongi perasaannya ketika melihat wajah cantik Irene.


" Kamu sangat cantik sekali."


Irene tersipu malu-malu ketika mendengar perkataan Sebastian.

__ADS_1


" Terimakasih banyak atas pujiannya."


Irene memesan makanan dan minuman dia ingin memberikan yang terbaik untuk Sebastian.


" Terimakasih banyak yaa Pak Sebastian mau bertemu dengan saya di sini, saya ingin mengucapkan terimakasih karena Bapak Sebastian mau mendampingi persalinan saya."


Mata Irene terus menerus memandangi wajah Sebastian.


" Istri ku sebentuk lagi akan melahirkan, aku mencoba untuk memberanikan diri agar nanti aku kuat mendampingi istri ku."


Seketika wajah Maudy berubah dia merasa tidak suka ketika Sebastian menyebutkan nama istrinya.


" Kamu menikah dengan seorang janda anak satu, sedangkan kamu sendiri singgel apa yang membuat kamu tergoda dengan nya."


Irene merasa ingin mengetahui tentang kehidupan Sebastian.


" Aku merebutnya dari Samuel, aku lelaki perebut istri orang. Pada saat itu aku sangat tertarik dengan Maudy, sampai Maudy rela meninggalkan Bianca yang usia nya baru 3 bulan."


Irene tidak menyangka jika Sebastian yang ternyata sangat jahat.


" Tapi ternyata Maudy tidak cinta aku dia hanya cinta uang ku, dan sampai sekarang dia pun masih mencintai mantan suami nya."


Sebastian sengaja menceritakan semuanya di hadapan Irene.


" Lalu bagaimana dengan Zivanna, apakah dia mengetahui jika istri mu yang masih mempunyai perasaan terhadap mantan suaminya."


Irene kelihatan sangat pucat sekali ketika mendengarkan cerita Sebastian.


" Zivanna mengetahui nya, tapi jika percaya dengan suaminya yang tidak akan mau kembali dengan mantan istrinya."


Pembicaraan semakin menarik di saat Irene bertanya sesuatu kepada Sebastian.


" Apakah sekarang kamu masih mempunyai perasaan cinta yang besar terhadap istri mu,? Istri mu yang sebenarnya tidak cinta kamu tapi sekarang dia sedang mengandung anak mu."


Sebastian tersenyum tipis kepada Irene.

__ADS_1


" Istri ku belum tentu sedang hamil anak ku, dan harus kah aku menjawab pertanyaan mu itu."


Sebastian langsung pergi meninggalkan Irene, dia merasa sudah puas mengatakan semuanya kepada Irene.


__ADS_2