
Di saat Zivanna sedang bahagia dengan kelahiran anak pertama nya, di tempat yang lain Irene sedang bermain api dengan Sebastian.
Irene semakin berani untuk mengajak Sebastian bermalam bersama tapi Sebastian selalu menolak nya karena Sebastian masih berstatus suami Maudy.
Sebastian tidak pernah menyentuh Maudy, semenjak Maudy di nyatakan hamil. Rasa sakit hati Sebastian masih saja terasa, ketika mengetahui Maudy bermalam bersama Felix.
Sebastian menyimpan handphone nya, dia yang baru saja pulang kerja.
Pandangan mata Maudy terus saja tertuju pada handphone Sebastian, di saat Sebastian masuk ke kamar mandi.
Handphone Sebastian bergetar ada pesan yang masuk, Maudy dengan cepat mengambil handphone Sebastian.
" Irene, kenapa Sebastian mengenal Irene."
Karena merasa penasaran Maudy pun membaca pesan dari Irene.
* Malam ini aku ingin bertemu dengan mu, aku menunggu mu di cafe biasa yaa*
Hati Maudy seketika langsung panas ketika membaca pesan tersebut.
" Ternyata di belakang ku dia berselingkuh dengan Irene, tapi kenapa harus Irene."
Maudy membalas pesan dari Irene.
* Aku menunggu mu di cafe intan, sekarang aku akan pergi ke sana*
Maudy membanting handphone Sebastian dia dengan penuh emosi datang ke Cafe tersebut, Maudy yang sedang hamil dia begitu sangat berani sekali.
Irene yang membaca pesan dari Sebastian dia pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke sana.
Maudy mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, dia seperti tidak lagi mempedulikan keselamatan nya.
Sebastian yang baru selesai mandi dia melihat handphone sudah berada di lantai.
" Seperti nya Maudy sudah membaca pesan dari Irene, mungkin memang seharusnya aku mengatakan apa yang aku rasakan sekarang."
Sebastian memilih untuk menunggu di rumah saja karena dia tidak bertengkar di luar.
" Maudy, aku tidak berselingkuh dengan Irene. Bahkan aku tidak pernah menyentuh nya, aku masih menghargai perasaan mu yang masih berstatus sebagai istri ku."
Sebastian memainkan handphone nya, dia melihat Zivanna yang sudah melahirkan.
" Zivilia Samuelyta Lenoel, nama yang sangat cantik sekali."
Sebastian tersenyum melihat kecantikan anak Zivanna.
" Jika Zivanna sudah melahirkan, maka sebentar lagi Maudy pun akan melahirkan."
Sebastian mulai merasa hawatir dengan Maudy.
" Aku hawatir Maudy merasakan kontraksi di cafe itu, aku harus segera pergi ke sana."
Sebastian hawatir dengan kehamilan Maudy, dia pun akhirnya datang ke Cafe tersebut.
Maudy sudah sampai di cafe tersebut, dan ternyata Irene sudah datang dengan rambut panjang nya yang di biarkan tergerai.
__ADS_1
Maudy berjalan cepat dia langsung menarik rambut panjang Irene.
" Ahhhhhh, sakit."
Teriak Irene dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Maudy yang ada di hadapannya.
" Bagus yaa, janjian dengan suami orang di saat kamu yang tidak di nikahi oleh lelaki yang sudah membuat mu hamil."
Semua yang datang ke cafe pun langsung pandangan mata mereka tertuju pada Irene.
" Semuanya kalian pasti tahu kan siapa wanita ini, sekarang dia menjadi brand ambassador produk kosmetik yang terkenal itu. Tapi asalkan kalian tahu yaa, wanita cantik ini hamil di luar nikah seperti yang dia ceritakan di media sosial, tapi ternyata dia juga adalah seorang pelakor mengajak suami saya untuk datang ke cafe ini."
Wajah Irene mulai kelihatan sangat pucat sekali ketika banyak yang mengambil video dirinya dengan Maudy.
" Hentikan, Jang membuat ku malu, hentikan Maudy."
Irene memilih untuk pergi begitu saja karena dia sangat malu sekali dia merasa karir nya akan hilang malam ini juga.
Sebastian sampai di cafe tersebut dia melihat Irene berlari sambil menangis dari dalam Cafe.
" Sepertinya Maudy berhasil mempermalukan Irene, Maudy memang pandai membuat orang lain tersingkir dengan perkataan nya."
Sebastian masuk ke dalam Cafe tersebut, dia menarik tangan Maudy untuk keluar dari cafe.
" Jangan bicara sekatapun kita bicarakan di dalam mobil saja, jangan membantah."
Maudy mengikuti apa yang di katakan oleh Sebastian dia tidak berkata apa-apa samping akhirnya mereka berdua sampai di dalam mobil.
Maudy langsung menangis histeris di hadapan Sebastian.
Tangisan Maudy semakin kencang dia merasa hanya suaminya yang bersalah.
" Aku tidak berselingkuh dengan Irene, bahkan aku tidak pernah sampai tidur nya untuk menyentuh tubuh nya pun aku tidak pernah."
Sebastian memandangi wajah Maudy.
" Tapi kamu Maudy, kamu tidur bersama dengan lelaki ketika kamu sedang mabuk."
Maudy seketika dia merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut.
" Aku mengetahui semuanya bahkan aku pun mempunyai video nya, kamu tidur bersama dengan lelaki yang juga pernah tidur dengan Irene."
Tangan Maudy langsung bergetar dia mencoba untuk meminta maaf kepada Sebastian.
" Kenapa aku dingin ketika kamu yang sedang hamil, karena aku tidak tahu siapa sebenarnya ayah biologis bayi yang sedang kamu kandung ini."
Sebastian sampai meneteskan air mata nya di hadapan Maudy.
" Aku kurang sabar bagaimana lagi dengan mu, ketika aku mengetahui kamu yang masih mempunyai perasaan terhadap mantan suami mu aku masih tetap diam. Tapi untuk ini aku sudah tidak bisa memberikan maaf untuk mu Maudy, jika anak ini terbukti anak ku maka kamu bisa langsung pergi dari kehidupan ku, tapi jika anak ini hasil hubungan gelap mu bersama dengan Felix kamu bawa bayi ini pergi bersama dengan mu."
Sebastian membuka pintu mobil nya, dia menyuruh Maudy untuk keluar dari mobil nya.
" Tidak Sebastian, aku tidak mau keluar dari mobil mu ini."
Ketika Sebastian memaksa Maudy keluar dari mobil nya, tiba-tiba saja Maudy merasakan kontraksi kandungan.
__ADS_1
" Ahhhh, sakit perut ku sakit."
Maudy berteriak kesakitan dan Sebastian pun langsung mencari Rumah Sakit terdekat.
Maudy terus saja memegang perut nya, dan akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit.
Sebastian langsung membawa Maudy, dan pihak medis pun menangani Maudy.
Sebastian merasa sangat bersalah sekali, pertengkaran mereka berdua sampai membuat Maudy mengambil kontraksi kandungan.
" Semoga Maudy dan bayi sehat dan selamat."
Dokter keluar ruangan dia meminta Sebastian untuk mendampingi proses persalinan Maudy, Sebastian pun berada di samping Maudy.
Sebastian melihat Maudy yang penuh perjuangan untuk bisa melahirkan anak pertama lelaki nya.
Tidak perlu proses persalinan yang lama, Maudy pun akhirnya bisa melahirkan anak pertama lelaki nya.
Anak lelaki tersebut di perlihatkan kepada Maudy dan Sebastian.
" Christian Gunawan."
Maudy memberikan nama tersebut kepada anak lelaki nya.
Sebastian memilih untuk meninggalkan Maudy, karena dia belum tahu jika itu anak nya atau bukan.
Maudy merasa sangat ketakutan sekali dia tidak mau Sebastian sampai melakukan test DNA terhadap anak nya.
Setelah di mandikan bayi tersebut di berikan kepada Maudy, tatapan mata Maudy kosong dia memikirkan bagaimana kehidupan setelah ini.
" Simpan saja anak ku, aku tidak mau mengendong nya."
Suster merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Maudy yang tidak mau mengendong anak nya.
Suster tersebut pun langsung keluar ruangan untuk mencari Sebastian.
" Pak Sebastian, istri bapak tidak mau mengendong anak nya."
Sebastian pun langsung panik dia masuk ke dalam ruangan Maudy.
Sebastian melihat tatapan mata Maudy yang seperti dulu kembali.
" Astaga apakah Maudy kembali despresi kembali, kenapa harus di saat dia yang baru saja melahirkan."
Sebastian meminta Suster untuk tidak memberikan anak nya kepada Maudy.
" Suster berikan susu formula saja yaa, jangan berikan anak ini kepada ibunya. Ibunya punya riwayat despresi, saya mohon tolong jaga jarak bayi ini dengan ibunya."
Rencana Sebastian untuk melakukan test DNA dia tunda Sebastian ingin fokus dengan Maudy.
" Walaupun anak ini bukan anak ku, tapi aku tidak mau Maudy sampai menyakiti anak yang baru lahir ini."
Sebastian meminta penanganan khusus pada pihak Rumah Sakit untuk Maudy, Secara menceritakan semuanya kepada pihak Rumah Sakit tentang Maudy yang seperti apa.
" Maudy, kenapa harus selalu berakhir seperti ini kamu membuat ku pusing."
__ADS_1
Sebastian memegang kepalanya dia juga memikirkan bagaimana nasib bayi nya jika Maudy seperti ini.