I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (92)


__ADS_3

Sesilia sampai di sekolah Bianca dia pun langsung meminta ijin untuk melihat rekaman cctv pada hari dan tanggal yang dia sebutkan secara detail sekali.


Dan akhirnya terlihat jelas jika Maudy seperti memaksa Bianca untuk ikut bersama dengan nya sampai menarik tangan Bianca dan membuat Bianca berlari kencang.


"Boleh saya minta video nya Pak, walaupun sekarang Bianca untuk ketemu dengan kondisi sehat dan tidak kurang satu apapun. Tapi wanita seperti ini perlu mendapatkan pelajaran, saya akan mengirimkan video ini dan juga akan mengancam nya, jika Bianca tidak juga ketemu maka dia akan saya laporkan ke pihak kepolisian."


Setelah mendapatkan video tersebut Sesilia lebih memilih untuk mengirimkan video tersebut kepada Samuel.


Samuel pun sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali ketika melihat Maudy yang sampai menarik tangan Bianca dengan sangat kasar sekali.


"Maudy aku tidak menyangka jika kamu sampai tega melakukan ini semua kepada Bianca, kamu bukan hanya menyakiti fisik nya tapi juga menyakiti mental Bianca. Maudy kamu sangat jahat sekali, tidak menunjukkan sisi lembut sebagai seorang Ibu."


Samuel pun menyimpan kembali handphone dia mencoba untuk fokus kembali kepada pekerjaan nya. Walaupun sebenarnya pikiran Samuel yang hanya pada Bianca, Samuel yang sangat merindukan sekali Bianca.


***


Maudy mencoba untuk beranjak dari tempat tidur nya karena dia yang harus melakukan pemotretan.


"Aku tidak boleh seperti terus, aku bisa despresi jika terus-menerus mengurung diri di dalam kamar. Aku mempunyai pekerjaan, aku harus berkerja."

__ADS_1


Maudy mencoba untuk tetap bersikap tenang karena waktu pemotretan tidak lama, dia bisa kembali ke Apartemen nya.


Sesilia belum mengirimkan video tersebut, dia menuggu waktu yang tepat karena dia mengetahui jika Maudy yang harus berkerja di kantor Lollyta.


*Bu Lollyta saya akan mengirimkan video ini di saat Maudy sudah melakukan pekerjaan nya, mohon ibu Lollyta memberitahu kepada saya waktu yang tepat nya*


*Baiklah Ibu Sesilia, setelah pemotretan seperti nya sekitar jam 12 siang. Tapi sampai sekarang saya belum melihat kedatangan Maudy*


Sesilia dan Lollyta mereka berkerjasama karena apa yang sudah di lakukan oleh Maudy memang sangat keterlaluan sekali.


Dan setelah menunggu beberapa jam akhirnya Lollyta melihat kedatangan Maudy, wajah angkuh dan dia kelihatan sangat percaya diri sekali.


"Astaga aku tidak melihat wajah penyesalan, dia benar-benar pandai menyimpan permasalahan."


Maudy begitu sangat proporsional sekali dia dengan sangat sempurna sekali melakukan pemotretan nya.


Setelah selesai Lollyta pun baru menghampiri Maudy.


"Bianca belum juga di temukan dan tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Ibu Sesilia di bilang mau pergi ke sekolah Bianca untuk melihat rekaman cctv tersebut, semoga saja pelakunya secepatnya ketemu yaa."

__ADS_1


Seketika Maudy merasakan panik yang luar biasa sekali dia langsung berlari menuju ke mobil nya dan Lollyta pun hanya memperhatikan nya.


"Apakah dia mengalami serangan kepanikan, hmmm Maudy kamu membuat diri mu menjadi seperti ini."


Lollyta pun tidak memberitahu Sesilia jika Maudy yang sudah selesai pemotretan karena Lollyta hawatir Maudy yang dalam keadaan di dalam mobil dia takut terjadi sesuatu di jalan nya.


Tangan Maudy bergetar hebat dia pun merasa ketakutan yang berlebih-lebihan.


"Tidak, aku tidak mau masuk penjara."


Maudy kembali menagis di dalam mobil dia menangis begitu sangat kencang sekali dia benar-benar merasa sangat ketakutan.


"Hari ini aku harus menemukan Bianca, aku harus menemukan nya. Jika tidak Samuel dan Mama nya mereka pasti akan melaporkan ku ke pihak kepolisian."


Handphone Maudy bergetar dia melihat Mama Sesilia.


"Perkataan apa lagi yang akan dia katakan kepada ku, aku tidak mau membuka pesan dari nya."


Maudy lebih memilih untuk mengabaikan pesan masuk dari Maudy dia menyalakan mesin mobil nya, walaupun Maudy mengetahui ini sangat berbahaya sekali mengendarai mobil dalam keadaan panik seperti ini.

__ADS_1


Tapi Maudy melawan rasa panik nya demi untuk bisa menemukan Bianca, sampai akhirnya di saat berada di jalan raya. Tangan Maudy tiba-tiba bergetar kembali dan dia juga merasakan sesak sekali dalam bernafas.


Pandangan mata Maudy berubah menjadi hitam sampai akhirnya dia pun mencoba untuk menghentikan mobil nya walaupun sedang berada di jalan raya.


__ADS_2