I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (166)


__ADS_3

Maudy masuk ke dalam ruangan nya dia terus saja memikirkan perkataan Lollyta.


" Tidak mungkin Bianca menjadi trauma ketika dia melihat aku, aku tidak menyakiti nya. Aku hanya meminta nya untuk ikut dengan ku saja, dan dia lebih pergi."


Maudy duduk di kursi nya, dia memikirkan bagaimana caranya dia agar bisa bertemu dengan Bianca.


" Aku harus bagaimana yaa, jika sampai aku menghampiri ke sekolah nya. Itu sangat tidak mungkin terjadi, Zivanna pasti mengawal ketat Bianca. Dan aku merasa Zivanna memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa dekat dengan Samuel, tapi aku tidak akan pernah membiarkan nya."


Maudy seperti menginginkan kabar dari Zivanna.


" Bagaimana dengan wajah Zivanna, aku menginginkan wajah nya menjadi tidak mulus lagi. Agar dia tidak merasa paling cantik, dan tidak lagi menjadi seorang model."


Maudy tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa untuk bisa mendapatkan informasi tentang Zivanna.


Di saat Maudy sedang menikmati kondisi Zivanna tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu dan Maudy pun tersenyum membuka nya.


" Bu Maudy, Ibu Lollyta menunggu untuk pemotretan."


Maudy yang seharusnya sudah make up karena memikirkan Bianca dan Zivanna dia pun langsung lupa.


" Bilang ke Bu Lollyta, saya make up dulu yaa."


Pegawai tersebut pun langsung pergi dan Maudy dengan cepat dia make up sendiri.


***

__ADS_1


Zivanna terus saja melihatnya wajah nya di depan cermin, ada sedikit merah-merah di pipinya.


" Wajah ku jadi seperti ini, tapi beruntung sekali tidak langsung kena ke wajah ku."


Zivanna pun terus saja fokus pada wajah nya, sehingga dia tidak menyadari jika ada Samuel yang memperhatikan nya dia belakang.


" Apakah kamu ingin membeli cream yang bisa membuat wajah mu putih mulus kembali,? jika ingin nanti aku akan mencari cream terbaik untuk kamu."


Semenjak kejadian tersebut, membuat Samuel menjadi lebih perhatian kepada Zivanna.


" Tidak usah Pak Samuel, kan sudah di berikan salep oleh Dokter. Lebih baik habiskan saja dulu salep nya, pasti akan sembuh kembali."


Samuel memegang wajah Zivanna yang memerah dan membuat Zivanna sangat gugup sekali ketika melihat wajah Samuel dengan jarak yang sangat dekat sekali


Zivanna pun sampai memejamkan mata nya dan membuat Samuel tersenyum tipis kepada Zivanna.


Mereka hanya berdua di dalam kamar Bianca, sehingga membuat Zivanna merasa sangat gugup sekali.


" Sudah selesai."


Zivanna langsung membuka matanya ketika mendengar perkataan Samuel.


" Sudah selesai apa,?"


Zivanna merasa sangat kebingungan sekali dengan perkataan Samuel kepada nya.

__ADS_1


" Sudah selesai aku oleskan salep pada wajah mu, ternyata wajah kamu sangat halus sekali yaa."


Zivanna tersenyum malu ketika dirinya mendengar perkataan Samuel.


" Karena di rawat wajah nya, jadi halus dan lembut."


Jika melihat wajah Zivanna, Samuel merasa jika Zivanna seperti seorang anak yang dari keluarga yang berkecukupan.


Kulit nya yang sangat putih terawat sekali, Samuel juga memperhatikan pakaian Zivanna yang begitu sangat sesuai dengan usianya.


" Apakah kamu ingin pergi ke salon kecantikan bersama dengan ku,? aku ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan mu."


Zivanna seperti sedang bermimpi ketika dirinya di tawarkan hal tersebut.


" Apakah kita akan pergi bertiga,? dengan Bianca?."


Samuel seketika langsung terdiam dia seakan melupakan Bianca.


" Aku ingin kita berdua saja pergi nya, hanya kita berdua saja."


Zivanna seperti semakin tidak bisa mengendalikan nafas nya dia merasa sangat sesak karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar begitu sangat jelas sekali.


" Kapan kita akan pergi berdua,?"


Samuel pun semakin mendekati nya dan seperti membuat Zivanna semakin meleleh.

__ADS_1


" Bagaimana jika besok, besok adalah hari libur sekolah dan kantor. Dan kita bisa pergi berdua, atau mungkin bertiga dengan Bianca."


Tanpa sepengetahuan mereka berdua Bianca mendengarkan pembicaraan nya, dan Bianca pun langsung berlari menghampiri Omah nya untuk memberitahu apa yang sudah dia dengar percakapan antara Papa nya dan Suster Zivanna.


__ADS_2