
Lollyta pun menutup kembali mobil nya dan mencoba untuk mendengarkan perkataan pegawai nya.
"Bu, kalau menurut saya lebih baik ibu gantikan saja Brand Ambassador semua produk kosmetik ibu kepada Zivanna, dia masih muda masih segar dan saya lihat attitude nya juga sangat baik sekali tidak seperti Ibu Maudy Larissa sudah tua tapi tidak bisa menghargai perasaan orang lain."
Lollyta sudah menyangka jika orang-orang pasti lebih menginginkan Zivanna sebagai model produk nya.
"Terimakasih yaa atas pendapat nya, nanti saya pikirkan kembali. Karena saya juga ingin yang terbaik untuk semua produk kosmetik saya, saya pergi dulu yaa."
Lollyta pun masuk ke dalam mobil nya untuk menjemput Zivanna makan malam ternyata di rumah Zivanna sedang menelephone Bianca.
"Aku merasa sangat merindukan anak ku, anak ku Bianca sayaaaaang."
Zivanna pun lebih memilih untuk panggilan telephone dan ternyata langsung menyambung.
*Hallo Suster Zi*
*Hallo Bianca sayang, sudah makan belum sayang*
*Aku sudah makan bersama dengan Omah, Suster Zi aku melihat foto Suster Zi di beritahu oleh Papa. Suster Zi sangat cantik sekali dan aku suka melihat nya, seperti boneka."
*Terimakasih atas pujiannya sayaaaaang, besok hari terakhir Suster Zi pemotretan. Dan setelah itu kita berdua akan bertemu kembali, Suster Zi sangat rindu Bianca*
*Aku juga sangat rindu sekali Suster Zi*
__ADS_1
Zivanna melihat jam di dinding.
*Sudah waktunya tidur sayang, nanti besok kita telephone lagi yaa*
*Baiklah Suster Zi*
Zivanna mengakhiri panggilan telephone dan dia mendengar suara ketukan pintu kamar nya.
"Masuk saja tidak di kunci kok."
Lollyta pun langsung membuka pintu kamar tersebut.
"Ayo ikut ibu sekarang kita cari baju dan pergi ke salon kecantikan, Ayah ingin kita makan malam bertiga."
Zivanna dan Lollyta masuk ke dalam mobil.
"Ada acara apa sih Bu, segala makan malam. Padahal makan di rumah saja sama saja."
Lollyta pun mengatakan semuanya.
"Ayah kamu terpesona dengan hasil foto kamu, dia bilang kamu yang lebih cocok menjadi Brand Ambassador produk Ibu."
Zivanna pun seketika langsung mengingat Maudy yang menyangka jika dia adalah wanita simpanan.
__ADS_1
Ini di jadikan kesempatan Zivanna supaya Maudy semakin pusing memikirkan kehidupan nya.
Zivanna dan Lollyta pun memilih pakaian mereka berdua memilih pakaian yang sama dan setelah merasa puas mereka berdua pun pergi ke salon kecantikan.
Baru saja masuk ke dalam wajah Zivanna langsung sudah di kenal orang.
"Ini yang jadi model produk shampo terbaru dari Lollyta Kosmetik kan, astaga ternyata aslinya juga sangat cantik sekali yaa bukan cantik editan."
Lollyta memakai masker dan kacamata hitam sehingga dia tidak di kenal orang orang lain.
"Iya Mbak, jangan lupa beli yaa shampo nya."
Zivanna berkesempatan untuk mempromosikan produk ibu nya.
"Sebenarnya menurut saya mbak ini lebih pantas jadi model skincare karena wajah Mbak yang putih mulus bening seperti ini."
Zivanna pun hanya bisa tersenyum dan dia menghampiri Ibunya.
"Kenapa aku juga tidak memakai masker seperti ibu, aku sungguh malu sekali mereka jadi mengenal aku seperti ini."
Zivanna dan Lollyta melakukan makeup simpel saja tapi di sesuaikan dengan baju yang mereka pilih.
Lollyta memilih dress yang sama sehingga mereka berdua terlihat seperti kembar.
__ADS_1