
Samuel akhirnya sampai di Rumah Sakit Permata, dia merasa sangat gugup sekali.
" Apa yang di katakan oleh Dokter Richard, aku harus bisa menerima nya. Walaupun mungkin isinya aku yang harus meninggalkan Zivanna, aku tetap harus memperjuangkan ini semua."
Samuel pun akhirnya masuk ke dalam Rumah Sakit tersebut, walaupun dia adalah seorang duda anak satu tapi penampilan Samuel masih tetap menawan.
Samuel berada di depan ruangan Dokter Richard dan dia pun langsung mengetuk pintu.
Dokter Richard langsung membuka pintu tersebut dan dia melihat Samuel yang menundukkan kepalanya.
Samuel seakan tidak berani menatap wajah Dokter Richard.
" Samuel Mahendra, silahkan masuk."
Samuel pun akhirnya dia masuk dan duduk.
Dokter Richard menatap serius wajah Samuel.
" Kedatangan saya ke sini saya ingin mengatakan kepada Dokter Richard, tentang perasaan saya kepada Zivanna."
Suara Samuel terdengar begitu sangat bergetar sekali sehingga Dokter Richard mengetahui jika Samuel yang benar-benar sangat gugup di hadapan nya.
" Saya ingin menjadikan Zivanna sebagai ibu untuk anak perempuan saya Bianca, saya merasa yakin jika Zivanna adalah wanita yang terbaik untuk Saya dan anak saya."
Samuel terus saja menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Dokter Richard.
__ADS_1
" Apakah kamu yakin bisa membuat Zivanna bahagia,? dan apakah kamu mengetahui jika Zivanna yang sudah di jodohkan dengan lelaki lain."
Samuel menganggukkan kepalanya.
" Saya sudah mengenal Felix Felio, bahkan saya pernah melihat dia dalam kondisi mabuk bersama dengan wanita lain di depan gerbang Apartemen Zivanna. Saya memang tidak mempunyai bukti nya tapi saya sangat yakin sekali jika lelaki itu adalah Felix, sejak melihat hal tersebut saya semakin yakin jika Zivanna memang lebih pantas bersama dengan saya."
Sikap percaya diri Samuel membuat Dokter Richard tersenyum tipis.
" Sekarang pergilah, saya harus bekerja sebentar lagi jadwal praktek saya akan di mulai."
Samuel terdiam dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari Dokter Richard atas semua ungkapan perasaan nya.
Samuel pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
" Baiklah Dokter Richard, saya permisi dulu."
Samuel sampai mengepalkan ke dua tangan dia begitu sangat kesal sekali dengan sikap Dokter Richard kepada nya.
Tapi Samuel memilih untuk pergi dari ruangan tersebut walaupun hati begitu sangat kecewa sekali.
Dokter Richard mengingat perkataan Samuel tentang Felix yang sedang bersama dengan wanita lain.
" Lelaki yang aku lihat pun seperti dia memang Felix yang sedang bersama dengan wanita cantik dan aku melihat Felix yang sedang merokok."
Dokter Richard merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Felix di luaran sana.
__ADS_1
" Aku harus bisa mencari tahu sendiri, aku juga harus bisa membuktikan sendiri jika Felix itu adalah lelaki pemain cinta di luar sana."
Dokter Richard mengirimkan pesan kepada Felix.
* Om ingin bertemu dengan nanti malam di Apartemen dekat Rumah Sakit Harapan, kita berdua bertemu di Apartemen Zivanna*
Felix begitu sangat terkejut sekali ketika dia mendapatkan pesan dari Dokter Richard.
" Wahhhh, luar biasa sekali. Dokter Richard meminta untuk bertemu di Apartemen Zivanna, itu tandanya Dokter Richard ingin mempersatukan aku dan Zivanna."
Felix begitu sangat bahagia sekali dia langsung membalas pesan dari Dokter Felix.
* Baiklah Om Richard nanti sekitar jam 7 malam setelah Zivanna pulang dari Rumah Sakit aku pasti akan datang ke Apartemen itu*
Tampa Felix sadari jika dirinya yang sedang di jebak oleh Dokter Richard.
" Dia sampai hafal jam di mana Zivanna pulang dari dari Rumah Sakit, Felix om benar-benar tidak menyangka sekali Felix kenapa kamu sampai bisa seperti ini."
Dokter Richard menyimpan handphone nya dia yang akan segera melakukan praktek.
Di tempat lain Samuel dia melamun di depan mobil nya dan Sesilia pun memperhatikan wajah Samuel.
" Seperti Samuel kelihatan sangat kecewa sekali setelah bertemu dengan Dokter Richard, astaga apakah Samuel di tolak oleh Dokter Richard."
Sesilia merasa sangat kasihan sekali melihat Samuel yang sampai seperti itu.
__ADS_1
" Lebih baik aku tidak pergi ke kantor, lebih baik aku sekarang menunggu Bianca pulang sekolah dan mengajak nya untuk bermain."
Samuel tidak mau sampai emosional di tempat kerja, dia lebih memilih untuk bertemu dengan Bianca agar hatinya lebih baik dan damai jika dia bertemu dengan Bianca.