I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 408.


__ADS_3

Larissa begitu sangat bersemangat sekali menunggu Bianca pulang sekolah.


" Maudy pasti sangat senang sekali, dengan kehadiran Bianca. Setelah mendapatkan Bianca, aku harus mendapatkan cucu lelaki ku."


Bell jam pulang pun berbunyi Bianca begitu sangat senang dia berlari menghampiri Nenek nya.


" Nenek, aku sudah pulang."


Bianca yang sebelumnya belum pernah bertemu dengan Nenek nya, tapi dia kelihatan sangat akrab sekali.


" Iya ayo sayang kita pulang bertemu dengan Mama."


Bianca masuk ke dalam mobil dia begitu sangat bahagia sekali.


" Nenek, nanti kita bawa saja adik bayi bersama dengan Mama. Sekarang apakah adik bayi bersama dengan Papa Sebastian,? Aku sangat merindukan nya."


Larrisa seketika dia langsung terdiam karena dia mengetahui cucu lelaki bersama dengan lelaki lain seperti yang di katakan oleh Samuel.


" Bianca, sekarang lebih baik kita bertemu dengan Mama saja yaa. Nanti, baru kita membawa adik lelaki mu, bersama dengan Papa Sebastian pasti akan aman."


Di perjalanan Bianca bernyanyi karena perjalanan yang lumayan jauh, Bianca sampai ketiduran di dalam mobil.


Larrisa tersenyum dia melihat cucu pertama yang sudah tumbuh besar.


" Kenapa Mama mu dulu sampai tega meninggalkan mu yaa, padahal kamu begitu sangat cantik sekali. Bodoh nya Maudy yang lebih memilih Sebastian, sekarang Samuel lebih sukses dari pada Sebastian."


Akhirnya sampai juga di rumah, Maudy sudah menunggu kedatangan Bianca dia menunggu di depan rumah.


Maudy langsung menghampiri mobil Mama nya, dia membuka pintu dan ternyata Bianca yang sedang tertidur pulas di dalam mobil.


" Bianca sayang, Mama sangat merindukan mu Nak."


Maudy mengendong Bianca dengan sangat hati-hati dan membawa nya ke dalam kamar.


Larissa memilih untuk beristirahat dia merasa sangat capek sekali.


Maudy membaringkan Bianca di kasur nya, dia tersenyum manis melihat wajah cantik Bianca.


" Christian, aku harus membawa nya. Felix tidak boleh mengurus nya, karena aku tahu Felix yang lebih menginginkan anak dari Irene."


Maudy tidak bisa mengambil anak lelaki nya, karena dia harus berpura-pura despresi di depan banyak orang.

__ADS_1


" Aku harus meminta bantuan Mama saja, karena tidak mungkin aku yang melakukan sendiri."


Maudy memainkan handphone di sofa, dia menelephone seseorang.


* Bagaimana dengan tugas mu itu, aku tidak mendengar kabar kecelakaan mobil Irene*


* Saya sudah menjalankan tugas saya dengan baik, seperti nya Irene mengetahui jika kabel rem nya bermasalah*


* Kenapa kamu tidak bisa menjalani tugas mu dengan benar, aku menginginkan Irene pergi untuk selamanya*


* Maafkan saya Bu Maudy, itu luar dari keinginan saya*


* Sudahlah aku sudah tidak mau lagi bekerja sama dengan mu*


Maudy mengakhiri panggilan telephone nya.


" Irene, aku akan selalu membuat mu merasa tertekan. Aku tidak akan pernah membuat mu bahagia bersama dengan Sebastian, jika sampai kalian berdua menikah pun. Aku ingin kalian berdua menikah dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi, agar cinta kalian berdua abadi selamanya."


Bianca mendengar perkataan Mama nya, tapi dia berpura-pura tidur.


Maudy melihat Bianca kembali, dan Bianca pun membuka mata nya.


" Mama, kenapa aku berada di kamar ini."


" Banyak sekali foto Mama dan Papa, aku merasa sedih melihat nya."


Bianca melihat kebersamaan orang tua yang dulu sangat dekat sekali.


" Sayang, sudah yaa sekarang Mama dan Papa sudah tidak akan bisa bersama lagi."


Bianca memperhatikan Mama yang tidak seperti di rumah sakit.


" Mama sudah sembuh yaa,? Mama tidak lagi berteriak kencang seperti di rumah sakit."


Bianca mendekati Mama nya, dia memastikan Mama nya baik-baik saja.


" Hmmm, sayang kamu harus merahasiakan nya yaa. Jangan sampai ada mengetahui Mama sudah sembuh yaa, Mama tidak mau di bawa ke rumah sakit lagi."


Bianca merasa sangat kasihan melihat Mama nya yang harus berada di rumah sakit.


" Baiklah Mama, aku tidak akan memberitahu kepada siapapun. Aku tidak mau Mama masuk ke dalam rumah sakit, aku kasihan melihat Mama."

__ADS_1


Bianca dan Maudy pun berpelukan akhirnya Maudy bisa menguasai Bianca.


" Mama, aku ingin menginap di sini. Aku akan bersama dengan Mama, dua hari aku akan bersama dengan Mama."


Bianca terus saja memeluk erat tubuh Mama nya.


" Bianca, kamu harus tetap tinggal bersama dengan Papa mu yaa. Jangan sampai rasa kasih sayang Papa mu di berikan semuanya kepada adik perempuan mu, ingat Bianca kamu adalah anak perempuan pertama yaa."


Maudy mulai memberikan perkataan negatif agar Bianca tidak terlalu dekat dengan Zivanna dan juga anak perempuan nya.


" Tapi Mama, adik perempuan ku itu sangat cantik sekali dan lucu namanya Zivilia."


Maudy merasa jika Bianca sudah menyimpan perasaan sayang terhadap adik perempuan nya.


" Bianca, kamu harus ingat adik mu hanya Adik lelaki mu. Lihatlah nanti adik perempuan mu itu pasti akan menguasai semuanya. Di akan mendapatkan kasih sayang dari Papa dan Omah mu, Bianca ingat yaa kamu jangan pernah mau di nomber dua kasih sayang nya oleh Papa mu."


Bianca terdiam ketika mendengar perkataan dari Mama nya, terdengar suara ketukan pintu dan ternyata itu adalah Larrisa.


" Bianca sayang, ayo kita makan siang dulu yaa. Kamu ganti pakaian seragam mu dulu, pakaian mu ada di dalam ransel."


Maudy mengantikan pakaian seragam Bianca, sedangkan Larrisa menunggu Bianca dan Maudy di meja makan.


Handphone Maudy berdering kencang, dia pun langsung mengambil handphone nya.


* Hallo*


* Bu Maudy saya sudah mengirimkan bucket mawar merah untuk Irene*


* Baguslah, nanti aku akan memberimu pekerjaan kembali*


* Baiklah Ibu Maudy*


Bianca memperhatikan wajah Mama nya, dia merasa Mama nya sedang merencanakan sesuatu.


" Ayo Bianca, kamu makan siang bersama dengan Nenek nya."


Maudy mengantarkan Bianca ke meja makan.


" Sayang kamu makan bersama dengan Nenek yaa, Mama ada kepentingan dulu yaa."


Maudy pergi dan Bianca hanya bisa terdiam saja.

__ADS_1


" Ayo sayang makan yang banyak yaa."


Larissa tidak mengetahui jika Maudy merencanakan rencana jahatnya sampai ingin membuat Irene dan Felix tidak lagi bernyawa.


__ADS_2