
Bianca dia sangat merindukan Mama nya, dia ingin menghubungi Mama nya tapi dia takut ketahuan Papa Sebastian.
Bianca duduk melamun di depan pintu kamar nya, membuat Manarik perhatian yang ada di dalam rumah.
Samuel yang baru saja keluar dari kamar nya, dia melihat Bianca dan langsung menghampiri nya.
" Kamu kenapa melamun seperti ini,? Sudah jangan pikirkan Mama mu dia baik-baik saja."
Samuel mengendong Bianca menuju ke meja makan.
" Apakah malam ini Papa akan meninggalkan ku, Papa akan pergi bertemu dengan Mommy Zivanna."
Samuel terdiam ketika mendengar perkataan Bianca, dia seakan tidak mau menjawab nya.
Bianca sudah bersama dengan Sesilia di meja makan dan Samuel pun memilih untuk pergi.
Samuel memikirkan Zivanna, dia ingin bersama dengan Zivanna.
" Bianca ayo makan, jangan fokus pada Papa mu."
Sesilia mencoba untuk sedikit tegas terhadap Bianca.
" Iya Omah aku akan makan."
Samuel mengeluarkan handphone dia ingin bicara dengan Zivanna.
Zivanna yang memang sedang tidak enak badan, dia melihat ada panggilan telephone masuk dari Samuel.
" Kenapa dia harus menelephone ku, ini semakin membuat aku tersiksa."
Zivanna mengabaikan panggilan telephone tersebut, dan dia mendengar suara ketukan pintu kamar nya.
" Masuk Buu."
Teriak Zivanna sambil mencoba untuk bangun dari tempat tidur nya.
" Zivanna waktu nya makan malam sayang."
Lollyta menghampiri Zivanna handphone Zivanna yang masih berdering kencang.
" Apakah itu panggilan telephone masuk dari suami mu,? Kenapa kamu tidak menjawab nya."
Zivanna hanya menggelengkan kepalanya dia pergi dari kamar nya.
Lollyta yang merasa kasihan dia pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Samuel*
* Selamat malam Bu, bagaimana dengan kondisi Zivanna*
* Zivanna baik-baik saja Sam, tapi moodnya sedang berantakan*
* Saya ingin bertemu dengan Zivanna malam ini*
* Sepertinya tidak ya Sam, jangan dulu bertemu dengan Zivanna. Kamu harus sabar yaa, tunggu Zivanna membaik yaa*
* Saya takut kehilangan Zivanna*
__ADS_1
* Cinta kalian berdua kuat ibu yakin tidak akan ada perpisahan hanya saja sekarang kamu harus bisa adil yaa jika nanti kalian berdua bersama kembali, sekarang kamu habiskan saja waktu kebersamaan mu bersama dengan Bianca buat dia kembali seperti dulu lagi*
* Baiklah Bu, kalau begitu maaf saya sudah menganggu waktu makan malam nya*
* Tidak apa-apa Samuel*
Lollyta mengakhiri panggilan telephone nya.
" Zivanna kamu jangan sampai lemah, kamu ibu yang kuat yaa."
Lollyta keluar dari kamar Zivanna dia melihat Zivanna yang hanya terdiam saja di depan meja makan.
Lollyta berlari menghampiri Zivanna.
" Kenapa kamu tidak makan sayang, kasihan anak yang ada di dalam kandungan mu."
Lollyta mengambilkan makan malam untuk Zivanna dengan menu yang komplit dan bergizi.
" Nafsu makan ku menurun, aku tidak mau makan malam ini."
Zivanna duduk dengan pandangan mata yang kosong.
" Zivanna jangan seperti ini, ini bukan Zivanna yang ibu kenal."
Di saat Lollyta sedang membujuk Zivanna, tiba-tiba saja Dokter Richard datang.
Zivanna langsung mencoba untuk memaksakan diri untuk makan malam.
" Zivanna kamu kenapa lagi,? Sudah mulai sekarang kamu lupakan saja suami mu itu. Fokus pada kehamilan mu saja, jika kamu terus seperti ini kasihan bayi mu itu."
Zivanna memikirkan ke arah sana dia tidak mungkin seperti terus, Zivanna harus bangkit.
Zivanna mulai sedikit tersenyum dan Lollyta sedikit senang melihat nya.
" Zivanna bagaimana jika besok kamu pergi berlibur, agar kamu lebih segar kembali."
Dokter Richard berencana untuk membuat Zivanna berlibur dengan Felix.
" Berlibur ke mana aku Ayah dan pergi bersama dengan siapa, jika sendirian aku hawatir terjadi sesuatu."
Lollyta memandangi wajah suaminya yang seperti sedang merencanakan sesuatu.
" Liburan ke pantai bersama dengan Felix, dia pasti akan menjaga mu."
Lollyta merasa sangat terkejut sekali mendengar nya.
" Dengan Felix Ayah,? Tidak nanti kekasih marah besar kepada ku."
Zivanna dengan cepat menolak nya.
" Felix sudah berubah dia bukan Felix yang dulu lagi, sudahlah pergi saja bersama dengan nya."
Lollyta merasa sangat emosional sekali dengan keinginan suaminya.
" Zivanna bukan janda yaa, dia masih mempunyai suami tidak boleh dia pergi bersama dengan lelaki lain. Apalagi Felix yang dulu nya mempunyai perasaan terhadap Zivanna, ibu tidak setuju tidak akan pernah ibu mengijinkan Zivanna untuk pergi."
Lollyta kelihatan sangat marah sekali dengan suaminya.
__ADS_1
Zivanna pun hanya bisa terdiam saja mendengar perkataan Ibu nya.
" Yasudah sekarang lebih baik kita makan malam saja yaa, kita jangan sampai bertengkar di depan meja makan."
Zivanna mencoba untuk menenangkan suasana di depan meja makan, tapi ternyata itu membuat Lollyta memilih untuk pergi ke kamar nya.
Lollyta merasa sangat marah dan kecewa sekali dengan suaminya yang secara tidak langsung mendukung Zivanna kembali bersama dengan Felix.
" Sudah yaa Ayah, aku tahu saya sangat sayang sekali dengan ku tapi rasa besar kasih sayang ayah membuat Ayah menjadi benci dengan suamiku. Jangan seperti itu ya Ayah, aku juga akan mencoba untuk tetap tenang dalam hubungan ini."
Dokter Richard memegang tangan Zivanna.
" Kamu adalah anak satu-satunya Ayah, Ayah ingin kamu bahagia bersama dengan lelaki yang tepat tidak seperti ini."
Zivanna tersenyum manis kepada Ayah nya.
" Aku bahagia kok Ayah, dengan adanya bayi di dalam kandungan ku ini."
Zivanna memegang perut nya, dan Dokter Richard melepaskan genggaman tangan nya.
***
Suasana yang sama terjadi di rumah Samuel, dia masuk kembali ke dalam rumah nya.
Bianca memandangi wajah Papa yang kelihatan sangat sedih sekali.
" Kenapa Papa kelihatan sangat sedih seperti itu,? Papa ingin bertemu dengan Mommy Zivanna yaa. Pergi saja sana Papa bertemu dengan Mommy Zivanna, tapi jangan pernah membawa Mommy Zivanna masuk ke rumah ini."
Samuel menggelengkan kepalanya ketika dia mendengar perkataan Bianca yang semakin memperlihatkan rasa benci nya kepada Mommy Zivanna.
" Papa yang merawat mu dari bayi, Papa yang mendidik mu dengan sangat baik. Tapi kenapa semenjak kamu bertemu dengan Mama kandung mu, kamu menjadi berubah Bianca."
Sesilia memegang tangan Samuel yang hendak menghampiri Bianca.
" Papa merasa sangat kecewa sekali dengan mu, apalagi mendengar perkataan mu yang lebih memilih untuk pergi ke pantai asuhan."
Samuel sampai menghelakan nafas panjang nya.
" Besok Papa akan membawa mu keluar rumah Mama mu, Papa akan mengabulkan keinginan mu untuk bisa bersama dengan Mama mu."
Bianca seketika dia langsung terkejut ketika mendengar perkataan Papa nya.
" Tidak, aku tidak mau tinggal bersama dengan Mama."
Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Kenapa kamu tidak mau tinggal bersama dengan Mama kandung mu,? Tinggal bersama dengan Mommy Zivanna kamu pun tidak mau."
Bianca menundukan kepalanya sambil menangis.
" Oh, Papa tahu sekarang Bianca kamu hanya ingin Papa dan Mommy Zivanna berpisah kan? Itukan kah kamu inginkan Bianca."
Braakkkk
Samuel sampai menggebrak meja makan dan membuat Suster Vina langsung berlari menghampiri Bianca.
Samuel yang sudah kehilangan kesabarannya dia pun langsung pergi dari rumah.
__ADS_1
Bianca menangis histeris sambil memeluk erat Suster Vina.