
Maudy sampai di kantor Lollyta, wajah seperti seorang penghianat. Dia seperti ingin ingin membuat Lollyta tidak bahagia dalam rumah tangga nya.
Di samping Maudy yang membenci Zivanna dia juga ingin membuat Lollyta merasa sangat sedih dengan perselingkuhan antara suami nya dengan Zivanna.
"Selamat pagi menjelang siang Bu Lollyta, senang sekali saya bisa bertemu langsung dengan ibu."
Lollyta hanya merespon diam saja, dia merasa senyuman palsu yang di berikan oleh Maudy.
"Bagaimana hubungan mu dengan anak perempuan mu itu,? apakah dia sudah mengakui jika kamu itu adalah ibu kandung nya ?."
Pertanyaan Lollyta membuat Maudy merasa sangat geram sekali.
"Saya akan selalu mencoba untuk bersikap baik dengan anak perempuan saya, dan mungkin sebentar lagi dia akan lebih memilih saya dari pada Suster nya itu."
Lollyta melihat wajah Maudy yang begitu sangat percaya diri sekali.
"Baiklah, semoga itu bukan hanya sebuah kepalsuan perkataan yaa."
Lollyta pun memilih untuk masuk ke dalam ruangan nya dan dia mulai menghawatirkan kondisi Zivanna.
__ADS_1
"Apakah Maudy akan bersikap jahat dengan Zivanna,? astaga aku sangat ketakutan sekali. Aku harus segera menghubungi Zivanna."
Dengan tangan yang bergetar Lollyta pun mencoba untuk menghubungi Zivanna dalam sambungan telephone.
Zivanna yang sedang fokus menunggu kepulangan Bianca dia pun langsung melambaikan tangan nya kepada Bianca walaupun handphone nya berdering kencang.
Zivanna mengabaikan panggilan telephone tersebut, dia ingin fokus pada Bianca.
"Bagaimana sayaaaaang dengan pelajaran nya,? kamu mendapatkan yang terbaik kan?."
Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak, aku tidak fokus untuk belajar. Aku tidak bisa konsentrasi dalam belajar."
"Yasudah yaa sayang, tidak apa-apa. Sekarang lebih baik kita langsung pulang yaa."
Karena panggilan telephone yang tidak juga di jawab oleh Zivanna, akhirnya Lollyta lebih memilih untuk mengirimkan pesan kepada Zivanna.
*Zivanna sayang, kamu harus hati-hati dengan Maudy. Ibu merasa sangat menghawatirkan sekali, Ibu takut dia berbuat tidak baik dengan Bianca dan menyalahkan kamu*
__ADS_1
Membaca pesan dari Ibu nya, Zivanna pun langsung memperhatikan wajah Bianca.
*Baiklah Bu, aku akan selalu hati-hati*
Setelah membaca balasan pesan dari Zivanna, Lollyta pun merasa sedikit tenang hati nya.
Dia pun keluar dari ruangan dan memperhatikan Maudy yang kelihatan sangat fokus sekali dengan produk terbaru yang akan dia iklan kan.
"Aku tidak bisa membohongi jika Maudy bisa membuat produk terbaru ku terkenal tapi ada sesuatu yang membuat ku gelisah, ketika Zivanna harus masuk ke dalam keluarga Samuel Alexander mantan suaminya."
Lollyta pun menghampiri Maudy dan Maudy merasa sangat terkejut sekali ketika Lollyta yang datang secara tiba-tiba di hadapan nya.
"Bu Lollyta, bisa di lihat bunga mawar merah ini sangat merona sekali yaa. Tapi bagaimana jika bunga mawar merah ini di sandingkan dengan bunga anggrek yang lebih berwarna dan memberikan kesan lebih segar di lihat."
Maudy memberikan bunga anggrek ungu tersebut kepada Lollyta.
"Terkadang seseorang yang di perlakukan seperti ratu bisa di kalah kan dengan seorang yang di sebut princess. Semoga kehidupan kita selalu bahagia bersama dengan pasangan kita masing-masing."
Maudy meninggalkan Lollyta dan Lollyta memegang bunga anggrek ungu tersebut.
__ADS_1
"Dia sedang membicarakan tentang siapa,? seperti perkataan sebuah penghianat."
Lollyta pun memilih membuang bunga anggrek ungu tersebut.